LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
WU SONG DAN LU PING MENGEJAR PENYERANG GELAP,


__ADS_3

Tetua Kedua yang melihat makanan yang dia bawa hampir habis dia pun berkata,


"Supek Couw masih ada pesan untuk murid ? bila tidak ada murid mohon pamit."


Fu Su tidak memperhatikan tetua kedua lagi, dia terlalu sibuk dengan makanan nya.


Jadi dia hanya memberi tanda dengan tangan nya agar tetua kedua boleh pergi.


Tetua kedua memberi hormat lalu pergi dari tempat tersebut.


Tiba di mulut gua jalan untuk kembali ke ruangan Pai Mei, tetua Kedua menemui dua orang rekan kerjasamanya.


"Ayo sekarang waktunya sebelum efek Hua Kung San lenyap, ayo kita segera selesai kan tugas kita." ucap tetua Kedua begitu bertemu kedua rekannya.


Mereka bertiga pun kini berkelebat Kembali ke mulut gua bagian tengah.


Saat melihat kedatangan tetua kedua bersama dua orang berpakaian hitam, Fu Su yang baru selesai bersantap berkata,


"Akhirnya muncul juga belang mu, penghianat."


Tapi saat Fu Su ingin mengerahkan tenaga nya dia agak terkejut, tenaga dalam nya terkunci.


Dia sudah mencoba berulang kali tetapi tetap saja terkunci.


Fu Su tidak menyangka ada racun hebat di dalam makanan, lagipula dia sangat percaya diri dengan kekuatannya yang tentu bisa menetralisir racun apapun.


Tapi dia tidak menyangka racun yang di berikan kepadanya ini ternyata sangat sulit di netralisir.


Tetua kedua tertawa bersama dua rekannya dan berkata,


"Sudahlah tidak perlu buang-buang tenaga lagi, lebih baik menyerah dan menyerahkan barang yang kamu jaga selama ini."


Fu Su tersenyum dingin sambil melihat ke belakang mereka bertiga dan berkata,


"Adik Fu Si tumben kamu datang kemari bersama Pai Mei pula...?"


Tetua kedua dan kedua rekannya agak terkejut buru-buru menoleh kebelakang mereka.


Saat melihat di belakang mereka ternyata tidak ada siapa-siapa, mereka segera sadar.

__ADS_1


Mereka telah tertipu oleh Fu Su, benar saja saat mereka kembali melihat ketempat Fu Su tadi berdiri.


Tempat tersebut telah kosong, bayangan Fu Su sudah tidak terlihat lagi.


Mereka bertiga mengumpat dengan kesal, tidak menyangka akan tertipu mentah-mentah oleh Fu Su.


Mereka dapat menebak Fu Su tentu sudah kembali kedalam gua, mengandalkan segel formasi untuk menahan mereka.


Sambil berusaha memulihkan Kekuatan nya, kini mereka bertiga berpacu dengan waktu, apabila sampai Fu Su kembali kekuatannya.


Maka celakalah mereka semua, orang yang melawan Pai Mei Lau Jen segera maju berusaha membuka segel formasi yang melindungi gua itu dari orang yang hendak memasukinya.


Dengan bekerja sama dengan tetua Kedua tidak butuh waktu lama mereka pun bisa membuka segel formasi dan masuk kedalam gua.


Memasuki bagian tengah gua mereka melihat Fu Su sedang duduk bersila dengan kepala mengeluarkan uap putih.


Mereka bertiga saling pandang ini celaka pikir mereka bertiga kompak.


Lalu mereka melesat kearah Fu Su memberikan totokan dari 3 arah ke beberapa nadi penting ditubuh Fu Su sebelum dia bisa memulihkan dirinya.


Fu Su membuka matanya dan menatap mereka bertiga dengan tersenyum dan berkata,


Setelah berkata dia memejamkan matanya kembali dan bergumam,


"Bisa makan enak matipun tidak menyesal."


Salah seorang berpakaian hitam mendekati Fu Su dia meraba tulang punggung Fu Su lalu meremukkannya dengan cakarnya.


Tidak berhenti di situ saja, kedua tulang selangka, dan tulang lengan dan kaki juga sambungan siku dan lutut juga dia remukkan dengan cakarnya.


Lalu lalu dia menendang tubuh Fu Su hingga jatuh tengkurap, memotong urat nadi di pergelangan kaki dan tangan dengan tebasan jari pedang.


Terakhir dia masih belum puas berjongkok di samping Fu Su yang terkapar tidak berdaya tapi masih tetap tersenyum sabar.


Dia membalikkan tubuh Fu Su meletakkan telapak tangannya di atas Dan Tian Fu Su dan menyerap semua tenaga dalam Fu Su kedalam tubuhnya.


Tetua kedua memalingkan wajahnya dan menutup kedua matanya tidak tega melihat apa yang dialami oleh Supek Couw nya.


Beberapa saat kemudian wajah Fu Su yang tadinya gagah tampan seperti orang masih berumur 40 an.

__ADS_1


Kini berubah menjadi kakek-kakek tua renta penuh keriput, rambutnya juga putih semua, tubuhnya juga berubah menjadi kurus kerempeng, dengan kedua mata cekung kedalam.


Saat manusia berpakaian hitam melepaskan telapak tangan dari Dan Tian Fu Su, dia segera duduk bersila mengendalikan tenaga dalam dahsyat yang memasuki tubuhnya dan bergolak hebat.


20 matahari dan bulan mengelilingi tubuhnya, berputar-putar, tubuhnya yang bersila terbalik perlahan-lahan melayang keatas.


Tak lama kemudian dia membuka sepasang matanya yang kini menyorot tajam seperti mata naga sakti.


Seluruh tubuhnya mengeluarkan aura dan kekuatan tanpa batas.


Sambil tersenyum puas yang terlihat dari sepasang matanya, dia kemudian kembali mencoba mengutak-atik segel yang mengurung sebuah batu berwarna kuning berbentuk janin.


Dengan di bantu tetua Kedua akhirnya segel formasi terlepas dan pecah berantakan.


Pria berpakaian hitam itu langsung maju mengambil batu berbentuk janin tersebut lalu memasukkannya kedalam sebuah kantong dan menyimpan kedalam saku bajunya.


Lalu sambil memberi hormat kepada tetua kedua dia berkelebat pergi di susul oleh bayangan hitam yang lainnya.


Di sana tinggal tetua kedua yang sesaat berdiri terpekur seorang diri, lalu dia berjongkok menggendong tubuh Fu Su membaringkannya di atas ranjang batu.


Baru berjalan keluar dari gua, dan kembali ke ruangan tempat Pai Mei terkapar.


Tetua kedua setelah keluar dari ruang rahasia dan menutupnya kembali, lalu dia tanpa menoleh bergerak meninggalkan ruangan tersebut.


Sementara Wu Song dan Lu Ping yang sedang duduk ngobrol di dalam kamar yang di sediakan oleh tetua ke tiga untuk mereka.


Tiba-tiba dari arah jendela melesat puluhan jarum halus menyerang Lu Ping, Wu Song mengibaskan tangannya serangkum angin menolak jarum itu kembali kearah orang yang melepaskan jarum tersebut.


Wu Song dan Lu Ping langsung menyusul melesat keluar kamar lewat jendela kamar mereka.


Wu Song sempat melihat sebuah bayangan hitam bergerak ditempat kejauhan.


Wu Song langsung mengejar kearah bayangan berpakaian hitam itu, diikuti oleh Lu Ping.


Wu Song tidak bisa bergerak terlalu cepat karena khawatir bila harus meninggalkan Lu Ping, pergi mengejar musuh yang dia tidak tahu ada berapa orang.


Wu Song melihat bayangan tersebut berlari memasuki kuil tempat tinggal Pai Mei Lau Jen.


Lalu bayangan tersebut menghilang di situ, dengan curiga Wu Song dan Lu Ping berkelebat memasuki kuil.

__ADS_1


Begitu masuk kedalam kuil, Wu Song melihat kondisi kuil yang berantakan seperti habis terjadi pertempuran dahsyat.


__ADS_2