
Yi Yi sangat kaget melihat Bun Houw terkapar di depan pondok dengan sekujur tubuh bau arak.
Yi Yi segera berlutut di samping Bun Houw mencoba memanggilnya sambil menepuk-nepuk pipinya.
Bun Houw hanya membuka matanya sekejab menatap Yi Yi, kemudian matanya kembali terpejam.
Yi Yi membantu Bun Houw bangun, untungnya Yi Yi bukan wanita lemah seperti dulu, sehingga baginya mengangkat Bun Houw dengan 1 tangan sekalipun bukan masalah.
Yi Yi dengan hati-hati memapah Bun Houw masuk kedalam pondok menuju kamar.
Yi Yi dengan hati-hati membaringkan Bun Houw di ranjang, melepaskan sepatunya, kemudian pergi merebus air panas.
Yi Yi kemudian kembali ke kamar dengan sebaskom air hangat, lalu menanggalkan pakaian Bun Houw dan dengan lembut membersihkan tubuh Bun Houw dengan handuk bersih yang direndam air panas.
Setelah mengelap bersih seluruh tubuh Bun Houw, Yi Yi membantu Bun Houw mengenakan pakaian bersih.
Bun Houw yang antara sadar dan tidak menarik Yi Yi kedalam pelukannya dan berkata,
"Yi Yi aku sangat mencintaimu... Yi Yi aku benar-benar menyukai mu..."
Yi Yi yang mendengar ocehan Bun Houw tersenyum bahagia.
Dia membalas pelukan Bun Houw, Bun Houw memberikan ciuman mesra kemudian membalikkan posisi nya menindih Yi Yi dan terus mencium Yi Yi.
Bun Houw melepaskan pakaian Yi Yi dan dirinya sendiri mereka bergumul dengan mesra.
Suasana di luar pondok begitu tenang dan dingin, perlahan-lahan hujan mulai turun, semakin lama semakin deras.
Menutupi suara desahan Yi Yi dan deru nafas mereka berdua.
Ketika malam berganti pagi matahari mulai keluar dari persembunyiannya, burung-burung mulai berkicau.
Hujan telah berhenti, hanya tersisa tetesan air yang masih menempel di dedaunan perlahan-lahan menetes jatuh keatas tanah yang masih basah.
Di dalam kamar Bun Houw mulai sadar dari mabuknya, dia memijit-mijit kepalanya yang terasa sedikit pusing dan sakit.
Ketika matanya melihat jelas keadaan sekitarnya dia sangat terkejut.
Apalagi melihat Yi Yi tertidur pulas sambil tersenyum, dengan posisi tertelungkup tanpa tertutup sehelai benang pun.
Bun Houw mulai sadar apa yang dia lakukan saat mabuk semalam terhadap Yi Yi.
Bun Houw menarik napas panjang, kemudian menarik selimut menutupi tubuh Yi Yi dan bergumam,
"Guru maafkan murid mu yang tidak berguna dan telah ingkar janji dari mu."
Bun Houw menatap wajah Yi Yi dengan tatapan sedih dan menyesal dia kembali bergumam,
__ADS_1
"Yi Yi maafkan aku, aku yang tidak berguna selalu membuat mu menderita."
Bun Houw turun dari ranjang keluar dari kamar menuju dapur, kini yang bisa dia lakukan hanya masak makanan enak buat menghibur Yi Yi.
Bun Houw memeriksa dapur Yi Yi ternyata semua bahan makanan sangat lengkap.
Bun Houw pun mulai sibuk sendiri di dapur, beberapa saat kemudian bau masakan Bun Houw yang wangi sampai ke kamar.
Yi Yi yang sedang tertidur mencium bau masakan pun bangun, Yi Yi merasa seluruh badan nya pegal-pegal.
Setelah semalam suntuk melayani Bun Houw, ini adalah kali kedua mereka berhubungan, tapi Yi Yi merasa yang semalam jauh lebih nikmat ketimbang yang pertama dulu.
Yi Yi tersenyum sendiri, tiba-tiba perutnya berbunyi, Yi Yi segera mengambil pakaian nya yang sudah dilipat dengan rapi di dekat kakinya.
Yi Yi buru-buru mengenakan pakaian nya, kemudian menuju dapur, bertepatan dengan kehadiran Yi Yi di dapur.
Masakan Bun Houw juga sudah siap semua.
Bun Houw langsung mengajak Yi Yi makan bersama-sama.
Sambil makan Bun Houw berkata,
"Yi Yi maaf semalam aku sedikit kelewat batas."
Yi Yi menanggapinya dengan tersenyum sambil makan berkata,
"Asal bersama mu, tidak ada yang perlu ku sesalkan." ucap Yi Yi sambil menyentuh tangan Bun Houw dengan mesra.
Bun Houw menggenggam tangan Yi Yi dan berkata,
"Sayang aku sungguh tidak berguna, aku telah mengecewakan harapan mu, aku telah di pecat dari militer dan menjadi pengangguran."
"Bukannya pulang membawa kebanggaan, malah pulang dalam kondisi mabuk dan melakukan hal itu pada mu."
"Sebenarnya apa yang kamu lihat dari seorang pecundang ini.?"
Yi Yi meraih wajah Bun Houw agar menatapnya dan berkata,
"Bun Houw ke ke, yang ku inginkan cuma kamu, bukan kebanggaan harta kekuasaan jabatan semua itu bagi ku cuma pelengkap saja."
"Ada syukur, tidak ada pun tidak jadi masalah, aku bahkan merasa lebih bahagia hidup tenang dan sederhana.
Asal bisa selalu bersama-sama melewati suka dan duka." ucap Yi Yi serius mengungkapkan isi hatinya.
Bun Houw mengangguk membelai wajah Yi Yi dan berkata,
"Terimakasih atas dukungan mu sayang, aku berjanji akan lebih giat lagi berusaha untuk memberimu kebahagiaan."
__ADS_1
Sejak kedatangan Bun Houw, si topeng besi sudah pergi meninggalkan gua tempat tinggalnya selama ini.
Selama hampir setengah tahun ini, semua kebutuhan Yi Yi dia lah yang selalu menyediakan nya.
Yi Yi mengira itu adalah bawahan Bun Houw, hal ini semakin di perkuat sejak Bun Houw kembali dan sudah di pecat dari militer kiriman pun berhenti.
Tidak ada yang tahu saat Bun Houw dan Yi Yi memadu kasih di dalam kamar.
Si topeng besi berdiri mematung menatap kearah pondok dengan hati bagai di sayat-sayat pisau kemudian ditaburi garam.
Airmata yang mengalir dari balik topeng bercampur dengan guyuran hujan lebat.
Yang menyiram seluruh tubuhnya hingga basah kuyup.
Si Topeng besi akhirnya pergi sambil bergumam,
air mata mu menyimpan cerita tentang dirinya
airmata di sudut bibir mu selalu berbicara tentang wajahnya.
Tanpa sadar saat mengungkap kan isi hatimu
Semua adalah tentang bayangan nya saat meninggalkan mu
Dia tidak pernah sekalipun menyebut nama mu.
Dia tahu posisi diri mu di dalam hati nya
Dia bilang cara terbaik adalah tidak mengganggu dirimu
Kamu mengatakan mencintainya, dia berkata mungkin di kehidupan berikutnya saja.
Sambil menghela nafas panjang, dibawah siraman derasnya hujan.
Si topeng besi berjalan dengan kepala tertunduk menuruni bukit.
Kemudian berkelebat pergi meninggalkan tempat itu, membawa semua luka di hatinya
tanpa ada yang tahu.
Bun Houw tinggal mengasingkan diri di bukit bersama Yi Yi sudah hampir seminggu.
Pagi ini Bun Houw menuruni bukit tempat tinggal nya.
Karena persediaan dapur mereka habis, Bun Houw ingin pergi ke kota membeli keperluan dapur dan bahan makanan.
Tiba di kota saat sedang berbelanja Bun Houw mendengar gosip bahwa hari ini menjelang matahari tenggelam ada dua orang yang akan di eksekusi mati oleh Jendral Bai.
__ADS_1
Dengan tuduhan melakukan pencurian, berusaha melawan saat mau di tangkap, di duga mereka adalah mata-mata dari negara musuh.