LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KEMATIAN JENDRAL HE WAN,


__ADS_3

Jendral He Wan bukan orang biasa, sebelum bergabung dengan militer.


Dia adalah salah satu tetua di Bu Tong Pai, masih terhitung kakak seperguruan dari Ji Tay Giam, ketua Bu Tong Pai yang tewas di tangan Sin Yi beberapa tahun silam.


Sebelum dia menjadi istri Yue Fei.


He Wan adalah murid paling berbakat di Bu Tong Pai, dia adalah murid yang paling di sayang oleh ketua Bu Tong Pai.


Angkatan sebelum Ji Tay Giam.


Suatu hari dia turun gunung menjalankan misi darma bakti pendekar, secara tidak sengaja dia bertemu Datuk aliran sesat .


Terjadi pertempuran seru antara dirinya dengan Datuk aliran sesat tersebut ditepi sungai Yang Tze.


Karena kalah pengalaman dia terjatuh kedalam sungai dan mengalami luka parah.


Di saat itulah secara tidak sengaja, dia ditolong oleh jendral Sie yang hendak melakukan inspeksi Pasukan ke daerah He Bei.


Demi membalas Budi kebaikan Jendral Xie, akhirnya dia bergabung dengan militer mengikuti Jendral Xie.


Hingga diangkat menjadi jendral senior dan ditempatkan di kota Wan karena jasa-jasanya kepada negara.


Melihat gerakan pembuka yang dilakukan oleh jendral He Wan, Sin Yi mengerutkan alisnya dan bertanya,


"Apa hubungan mu dengan tua Bangka Hi Tay Giam yang sudah mampus itu ?"


Jendral He sedikit terkejut,gadis begitu belia wajahnya, biasa mengenal Ji Tay Giam adik seperguruan nya.


Ini sungguh tidak masuk akal pikirnya,sambil menatap tajam He Wan bertanya,


"Kalau boleh tahu siapa nona sebenarnya ? kenapa nona bisa mengenal adik seperguruan ku ?"


Sin Yi tersenyum mengejek dan menjawab,


"Siapa diri ku kamu tidak perlu tahu, cukup kamu tahu akulah yang mengantar Ji Tay Giam menemui raja akherat."


"Dan hari ini aku akan mengantarmu menyusul nya."


"Hahh...!" ucap Jendral He terkejut, sesaat kemudian dia menjadi marah dan berkata,


"Baiklah kalau begitu mari kita selesaikan baik hutang lama maupun hutang baru."


Sin Yi sambil tersenyum mengejek, dia mulai melancarkan serangan tapak api kearah He Wan.


Kakek itu dengan tenang bergerak kesana-kemari dengan luwes dan ringan menangkis semua pukulan Sin Yi dengan pedangnya.


Sesekali dia akan membalas melancarkan Tay Chi Cien Fa.

__ADS_1


yang gerakan nya terkadang lambat terkadang cepat tapi sangat mematikan.


Beberapa kali ujung pedangnya hampir mengenai beberapa titik berbahaya ditubuh Sin Yi, seperti leher mata dan lubang telinga.


Sin Yi menjadi lebih waspada, dia merasa kakek ini memiliki penguasaan ilmu pedang t jauh lebih hebat dari ketua Bu Tong Pai sendiri.


Yang Sin Yi tidak ketahui adalah, bila He Wan tidak memilih bergabung dengan militer, maka jabatan ketua pasti akan diberikan kepada nya.


Pertarungan mereka berdua berjalan seru dan alot kelihatannya hampir berimbang.


Dalam waktu dekat sulit diputuskan siapa lebih kuat.


Sementara itu terjadi perbedaan besar Pasukan yang di bawa Jendral He, mereka harus bertahan mati-matian dalam kepungan Pasukan Rajawali Merah.


Pasukan Rajawali Merah membentuk formasi kerjasama yang terdiri dari 10.orang setiap kelompok.


Sehingga mereka dengan mudah membantai pasukan jendral He.


Sedangkan 5000 Pasukan wanita yang di bentuk oleh Sin Yi, mereka bekerja sama dalam kelompok lebih kecil.


Setiap kelompok yang mereka bentuk terdiri dari 4 orang, mereka menggunakan belati pendek dan pukulan Tapak api.


Gerakan mereka sangat cepat, kerjasama nya juga sangat rapi, sampai menjelang sore.


Peperangan tersebut di hentikan, karena seluruh pasukan Jendral He telah gugur semua.


Tapi dia benar-benar tidak berdaya untuk menolong mereka, karena dirinya sendiri juga terus ditekan dan dipepet terus oleh Sin Yi.


Sehingga sulit untuk pergi memberikan pertolongan,


Meski seluruh pasukannya telah habis, tapi Jendral He tidak gentar sedikitpun.


Dia masih terus melontarkan serangan-serangan berbahaya kepada Sin Yi.


Tapi bagaimanapun hebat dan gagahnya jendral He, usia tidak bisa menipu, setelah memasuki malam.


Sebagai penerangan, Pasukan Rajawali Merah mulai menyalakan obor mengelilingi arena pertempuran.


Jendral He Wan perlahan tapi pasti mulai berkurang kegesitan kecepatan dan kekuatan serangannya pun jauh menurun.


Memanfaatkan situasi ini Sin Yi mempergencar melakukan serangkaian serangan beruntun.


Terus mendesak jendral He.


Jendral He yang seluruh tubuhnya mulai basah oleh keringat, dengan nafas terengah-engah.


Tiba-tiba dia melakukan serangkaian gerakan aneh dan mengejutkan, rupanya ini adalah jurus pungkas simpanan Bu Tong Pai.

__ADS_1


Tidak semua orang di beri kesempatan mewarisi 3 jurus pamungkas ini.


Bahkan ketua Ji Tay Giam pun tidak mewarisinya.


Gerakan pertama tubuhnya berputar-putar cepat menyerang bagian perut kebawah dengan pedangnya yang berubah menjadi puluhan bayangan pedang.


Sin Yi terpaksa main mundur dan melindungi dirinya dengan hawa sakti api suci.


Kemudian menggunakan tangannya dengan lincah menepis badan pedang.


Berusaha mementalkan puluhan bayangan pedang, yang mengincarnya dengan memukul dan menyentil badan pedang.


Begitu serangan jurus pertama gagal, jendral He Wan menggunakan pedangnya keatas tanah, sampai pedangnya melengkung.


Kemudian dia melentingkan tubuhnya keatas bersalto di udara, lalu meluncur turun kebawah memberikan serangan kearah kepala Sin Yi. Dengan putaran pedang yang seperti angin puyuh bergulung-gulung.


Sin Yi menyelimuti dirinya dengan tarian api yang berputar-putar mengelilingi tubuhnya.


Kemudian melesat keatas, menyambut serangan pedang yang datang nya bergulung-gulung, Sin Yi menggunakan selendangnya yang dialiri tenaga sakti membentuknya menjadi sebatang tongkat.


Menangkis serangan pedang yang datangnya bergulung-gulung dan mementalkan semua serangan tersebut, termasuk tubuh jendral He Wan yang terkena sodokan ujung tongkat sehingga terpental mundur.


Jendral He Wan setelah bersalto diudara sebanyak 3 kali mematahkan tenaga dorongan.


Lalu dia melakukan jurus ke 3 dengan menebaskan pedangnya kearah Sin Yi.


Sebuah energi pedang membelah udara dan tanah, yang dilewati energi pedang tersebut.


Semuanya meledak meninggalkan suatu garis cukup dalam, sampai akhirnya menghantam tempat Sin Yi berdiri.


Sin Yi melayang keatas dia membentuk sebuah bola energi api.


Lalu mendorongnya kearah Jendral He, yang belum siap dan berdiri kehabisan tenaga.


Bila energi Sin Yi menghantam nya dengan telak, pedangnya terlepas dari pegangannya tubuhnya terpental menabrak tembok.


Dari mulut jendral He Wan menyemburkan darah segar, dengan posisi bersandar ditembok .


Dia menghembuskan nafas terakhir nya dengan sepasang mata terbuka.


Sin Yi yang kelelahan terjatuh berlutut dengan sebelah kaki, dan menahan tubuhnya agar tidak terguling dengan tangan kanannya.


Beberapa prajurit wanita langsung membantu memapah dan membawanya masuk kedalam gerbang Wu Kuan.


Yue Fei yang berada di dalam tenda sangat terkejut saat melihat kondisi istrinya.


Yang dipapah memasuki tenda.

__ADS_1


__ADS_2