
Biksu Hui Neng terlihat ragu, secara logika dan kemanusiaan harusnya dia melepaskan mereka, tapi dalam hal aturan ini adalah pelanggaran berat.
Apalagi pelanggaran ini dilakukan oleh seorang ketua kuil yang harusnya menjadi panutan ribuan murid Siauw Lim Si.
Hukuman bagi seorang biksu yang melakukan perbuatan berjin* adalah Hukuman rajam 50 x.
Karena kini yang melakukan pelanggaran adalah ketua kuil paling minim adalah 100 x.
Tapi dengan melihat kondisi Hong San yang saat ini lebih lemah dari manusia biasa, hukuman ini pasti akan merenggut nyawanya.
Setelah berpikir cukup lama dan diliputi keraguan biksu Hui Neng pun berkata,
"Hukuman harus tetap berjalan kecuali kamu anak muda bisa menerima 3 Serangan dari ku."
"Aku baru bisa melepaskan mereka dari peraturan kuil Siauw Lim Si."
Wu Song mengangguk dan berkata,
"baiklah kalau begitu bagaimana bila kita melakukannya ditempat lain, kalau bisa di lakukan di atas lautan luas itu akan lebih baik lagi."
Biksu itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku sudah di sumpah untuk menjaga gua ini, kini ketiga murid keponakan ku telah di lukai mu."
"Terpaksa kita harus menyelesaikannya di sini."
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Baiklah bila itu mau mu, Bibi Su Nio tolong bawa paman Hong San tinggalkan tempat ini semakin jauh semakin baik."
Biksu Hui Neng juga berkata,
"Hong Ti bawa lah semua murid Siauw Lim Si tinggalkan gunung ini, tempat ini tidak aman."
Biksu Hong Ti mengangguk patuh lalu bersama Hong Sin Hong Kun, segera buru-buru mengabari murid Siauw Lim Si yang lainnya.
Lalu semua murid Shaolin berbondong-bondong meninggalkan gunung Xiong.
Mereka berkumpul di kaki gunung menyaksikan awan hitam bergulung-gulung kilat sambar menyambar gunung Xiong bergetar hebat.
Bahkan mereka yang berada di kaki gunung pun masih dapat merasakan getaran gempa yang di timbulkan.
__ADS_1
Sementara In Su Nio menggendong biksu Hong San di punggungnya dan berlari cepat menuju rumah sederhana nya di lereng gunung Xiong.
Su Nio dengan hati-hati membantu Hong San duduk bersandar beralaskan bantal di ranjang sederhana miliknya.
Su Nio juga menyelimuti tubuh biksu Hong San dengan selimut lembut dan wangi miliknya.
Biksu Hong San wajahnya memerah, karena wangi selimut ini mengingatkan nya akan kejadian 20 tahun lalu.
Ketika dia menolong Su Nio wangi yang keluar dari rambut dan tubuh Su Nio sama persis dengan selimut ini.
Sebagai wanita yang perasaannya lebih halus perubahan wajah Hong San tentu dia menyadarinya.
Sambil tersenyum dan menatap biksu Hong San dengan mesra dan berkata,
"Kenapa jadi pingin ya? katanya ingin mengabdikan hidup di jalan Budha, tapi sekarang malah memikirkan hal itu."
"Sudah terlambat aku sudah tua, tahu akan seperti ini kenapa dulu tidak...?" ucap Su Nio sambil tersenyum.
Dengan agak canggung, biksu Hong San meraih tangan Su Nio yang halus dan lembut berkata,
"Tidak Su Nio, kamu tidak tua sama sekali.'
Biksu Hong San tidak pandai bicara, baru bicara begitu suaranya sudah tercekat di tenggorokan wajahnya semakin merah.
Oleh lawan jenisnya apalagi bila yang muji adalah pria yang dia cintai.
Seperti itulah mungkin perasaan yang di alami Su Nio saat ini, meski sudah tidak muda lagi, tapi dia tetap seorang wanita yang haus anda kasih sayang.
Su Nio duduk di samping Hong San dia menyandarkan kepalanya di dada Hong San dan berkata,
"San ke ke aku tidak sedang bermimpi kan,? aku takut setelah tersadar akan kembali ditinggalkan oleh mu."
Biksu Hong San memeluk Su Nio dan berkata "tidak kamu tidak bermimpi, kedepannya aku yang tidak berguna ini akan selalu berada di sisi mu.'
Su Nio mengerucutkan bibirnya dan berkata,
"San ke ke kedepan tidak boleh mengucapkan kata-kata Itu lagi Su Nio tidak suka."
"Eh.. ucapan yang mana yang telah menyinggung mu? maaf.." ucap Hong San bingung.
Su Nio menggelayut manja dan berkata,
__ADS_1
"Itu kalimat tak berguna, aku tidak suka mendengarnya, kalau ada orang lain yang bicara seperti itu aku pasti akan memotong lidah nya," ucap Su Nio galak.
Eh.. oh.. ya.. maaf ucap Hong San yang tidak pandai bicara canggung.
Sehingga Su Nio pun tertawa melihat tingkah suami sekaligus kekasih pujaan hatinya itu.
Sesaat kemudian tiba-tiba pondok mereka bergetar hebat seperti ada gempa dahsyat, terdengar suara petir menyambar dahsyat dan menggelegar.
Getaran dapat dirasakan semua berasal dari puncak gunung Xiong.
Di puncak Gunung Xiong Tampak biksu Hui Neng melesat kearah Wu Song yang sedang terbang diudara.
Sepasang telapak tangan biksu Hui Neng terbuka menyerang kearah Wu Song terlihat jutaan Buddha muncul dibelakang nya .
Mendukung Kekuatan serangannya, meskipun merapal jurus yang sama.
Dengan ketiga biksu tua, tapi efek yang ditimbulkannya 10 kali lipat lebih dahsyat, aura dari cahaya lembut keemasan menekan pergerakan Wu Song.
Wu Song tahu datangnya bahaya dia tidak mau menganggap remeh yang dapat merugikan dirinya.
Wu Song langsung menyambut demgan jurus ketujuh Naga Siluman memusnahkan bumi.
Terlihat sinar hitam panjang melesat kearah biksu Hui Neng menimbulkan ledakan dahsyat.
Kekuatan pembelah bumi tertahan oleh cahaya lembut nan agung terpancar dari tubuh biksu Hui Neng.
Mereka beberapa kali saling beradu pukulan dan tangkisan alhasil, mereka berdua sama-sama terpental ke dua sisi yang berlawanan arah.
Lalu bisu Hui Neng kembali merapal jurus berikutnya, dia terlihat sedang bersilat sendiri melepaskan 8 jurus ke delapan arah berbeda .
Kemudian satu persatu di mulai dari jurus pertama mulai menyatu ketubuh nya,. diikuti jurus-jurus lainnya.
Tubuhnya perlahan-lahan membumbung ke udara Sebuah bayangan Buddha raksasa membayang di belakang tubub nya.
Terlihat Buddha yang berada di belakang tubuh Hui Neng menyarangkan Tapak yang mengeluarkan cahaya keemasan kearah Wu Song.
Wu Song juga melepaskan jurus ke 8 Naga siluman membelah langit, langit terbelah sehingga terlihat angkasa raya.
Tapi hanya sesaat karena Wu Song tidak menggunakan pedang naga siluman.semesta sehingga langit bisa memulihkan diri secara alami dalam waktu singkat.
Tebasan suling hitam Wu Song menimbulkan cahaya Hitam berbentuk suling berukir naga dan kini di kelilingi warna biru dan merah yang membawa hawa beku dan hawa panas yang sangat dahsyat.
__ADS_1
Benturan bayangan tapak dan suling raksasa pun terjadi menimbulkan ledakan dahsyat yang meluluh lantakkan seluruh kuil Siauw Lim Si dan sekitar nya .
Hanya tebing dan gua yang tetap bertahan dan masih berdiri kokoh.