LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MULAI SALING BERHADAPAN


__ADS_3

Mendengar kata-kata dari paman Hao meledak lah suara tertawa tertawa semua orang di dalam kemah.


Kecuali Xue Yen hanya tersenyum tipis, kemudian wajah nya kembali sedingin es beku.


Lin Cong yang tertawa paling keras, karena dia memang sering saling ejek dengan paman Hao teman lamanya ini.


Lin Cong tiba-tiba berkata,


"Lau Hao ( Hao Tua ) bagus kamu sadar, Ketua bermaksud baik."


"Nanti saat pertempuran pecah kamu jaga baik-baik wanita cantik disebelah mu sudah cukup."


"Ketua pasti..."


Sebelum ucapan Lin Cong selesai dia sudah tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Karena dia mendapat tatapan dingin dan mengerikan dari Xue Yen, yang kebetulan berdiri disebelah paman Hao.


Melihat hal ini paman Hao lah yang balik tertawa terbahak-bahak dan berkata,


"Saudara Lin kurangi bicara mu, tidak akan ada orang yang menganggap mu bisu..ha..ha..ha..ha..!"


Lu Sun hanya tersenyum menanggapi tingkah dan candaan teman-teman lamanya.


Lu Sun menyentuh bahu dan punggung Xue Yen dengan lembut.


Sehingga Xue Yen mengalihkan perhatian nya kearah Lu Sun, kemudian menundukkan kepalanya.


"Kakak Hao jangan salah paham, tugas kakak Hao justru sangat penting."


"Setelah mereka bertiga mundur ke sini, paman Hao harus memimpin 100.000 Pasukan untuk datang memberi pertolongan, sebagai serangan kejutan."


"Tapi pertempuran tetap harus kalah dan mundur keluar lewat sini, melewati tumpukan batu alami disini."


"Kemudian tunggu kode dari Song Chin, begitu melihat kode Song Chin segera hujani lembah ini dengan benda ini."


ucap Lu Sun menutup penjelasannya.


Lalu dia menatap kearah Lu Fan dan berkata,


"Fan er ikut dengan ayah, ke lembah ini sekarang."


Lu Fan mengangguk, di dalam hati Lu Fan mulai salut dan kagum dengan kemampuan ayahnya dalam berperang.

__ADS_1


Ayahnya terlihat sangat berbeda, seperti berubah menjadi orang yang tidak di kenalinya sama sekali.


Begitu berwibawa dan berpengalaman, tidak seperti saat di lembah yang selalu terlihat lemah dan takut istri.


Bahkan ibu Xue Yen yang biasa nya galak, kini terlihat tunduk dengan ayahnya.


Lu Sun sebelum meninggalkan kemah berbalik menoleh kearah Xue Yen dan berkata,


"Sayang kamu tunggu di kemah dulu bersantai lah sejenak."


Xue Yen tersenyum manis dan mengangguk tidak banyak membantah.


Lu Sun dan Lu Fan tiba di area lembah yang di penuhi oleh batu alam, sambil melayang di udara kedua ayah dan anak ini, mulai menggunakan Chi mereka memindah-mindahkan batu alam di sana.


Menyusun batu-batu itu mengikuti garis formasi Im Yang Pat Kwa Chen.


Yang sangat rumit dan membingungkan, tapi bagi Lu Sun semua itu terlihat simpel dan sederhana.


Menjelang sore akhirnya mereka berdua berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka.


Lalu mereka bertiga kembali ke kemah masing-masing.


Saat malam mereka bersepuluh kembali berkumpul di perkemahan Song Chin.


Lu Sun terlihat dengan serius mengajarkan kepada mereka cara keluar dari Formasi Im Yang Pat Kwa Chen.


"Kalau kalian terjebak dan tidak bisa keluar dari formasi ini, maka tidak ada jalan lain, kalian dan seluruh pasukan kalian akan ikut gugur bersama Pasukan musuh."


Keesokan paginya Lu Sun mengawasi dari udara pergerakan pasukan ke 4 orang itu, yang secara bergantian melewati formasi Im Yang Pat Kwa Chen.


Butuh waktu hampir seharian Lu Sun baru berhasil membimbing mereka ber 4 dan Pasukan yang mereka bawa berhasil memahami Im Yang Pat Kwa Chen.


Pada hari ketiga terlihat Lu Sun Lu Fan dan Xue Yen menghadang jalan yang akan di lewati oleh rombongan Kaisar Kim Douk dan putrinya.


Di belakang Lu Sun terlihat seekor Naga Hitam raksasa yang sedang meringkuk dengan malas melingkarkan badannya tidak bergerak seperti sebuah bukit hitam kecil, bila di lihat dari jauh.


Beberapa saat kemudian rombongan tersebut pun tiba.


Melihat siapa yang menghadang perjalanan mereka.


Ketiga pengawal andalan Kaisar Kim Douk, langsung bergerak kedepan berhadap-hadapan dengan rombongan Lu Sun.


Park Won yang paling pertama berkomat-kamit membaca mantra yang bunyinya seperti sekelompok lebah.

__ADS_1


Tak lama kemudian Awan bergulung-gulung datang menutupi langit, dari empat arah mata angin masing-masing muncul seekor binatang dewa.


Keempat binatang yang datang dari 4 arah berbeda bergerak cepat mendatangi tempat itu


Dari arah barat terlihat Seekor Kura-kura raksasa dengan langkah yang membuat bumi bergetar berjalan cepat kearah mereka.


Dari arah Timur terlihat seekor Naga biru sedang meliuk-liuk diudara menuju tempat itu.


Dari arah Selatan terlihat seekor Phoenix api sedang terbang menuju kearah mereka.


Dari arah Utara berlari dengan sangat cepat seekor harimau putih raksasa bermata biru, dengan suara gerengan yang menggetarkan tempat tersebut.


Naga Hitam yang dari tadi meringkuk tak bergerak, kini mulai membuka matanya, dan bergerak bangun dari posisinya.


Dia berdiri tegak dengan keempat kakinya, dan mengeluarkan raungan dahsyat yang menggetarkan langit dan bumi.


Kesembilan Naga emas kahyangan yang kini sisa 4 mendengar suara raungan Naga hitam, mereka menggigil ketakutan.


Karena hampir separuh dari mereka meninggal di tangan mahluk perkasa yang sudah lama tidak pernah memunculkan diri di dunia ramai.


Phoenix Api yang paling cepat sampai di lokasi langsung bergerak menyerang Naga Hitam dengan semburan api nya sambil mengeluarkan pekik nyaring.


Naga Hitam tidak terlihat Jeri, dia membalasnya dengan semburan api biru yang jauh lebih besar.


Sehingga Phoenix Api harus terbang menjauh, berputar-putar sambil mengeluarkan pekik nyaring di udara.


Naga Biru yang baru saja datang, langsung menerjang kearah naga Hitam dengan sepasang cakarnya dan mencoba mengigit leher Naga hitam dengan Mulutnya yang terbuka lebar dan bertaring runcing dan panjang.


"Tidak tahu diri.."


gumam Naga Hitam kemudian dia membalas terjangan naga biru, tubuh mereka saling melibat dan saling menekan berusaha saling mengigit dengan mulut mereka yang terbuka lebar.


Pergulatan mereka merusak area sekitar pertempuran batu gunung yang dilewati tubuh mereka hancur berkeping-keping.


Pepohonan juga bertumbangan, ketika mereka saling banting retakan tanah terjadi dimana-mana.


Harimau putih tidak mau kalah dia juga melompat menggunakan Cakar dan taringnya untuk menyerang Naga hitam.


Kura-kura Xuan Wu gerakannya paling lambat, semua teman-teman nya sudah terlibat pertarungan, dia belum juga terlihat muncul di sana.


Sedangkan Lu Sun dan Yoshida sudah mulai terlibat adu pukulan puluhan jurus.


Lu Fan yang masih kesal langsung bergebrak dengan Juseon dan berkata,

__ADS_1


"Mampus lah bangsat licik..!"


Sedangkan Xue Yen dan Park Won belum bergerak, mereka masing-masing sedang mengamati lawan di hadapan mereka.


__ADS_2