LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KEDATANGAN JENDRAL BAI,


__ADS_3

Pedang dan rantai terbelit di ganggang tombak, sekali sentak Jendral Goguryeo tertarik kearah lawannya.


Jendral Goguryeo tidak kehilangan akal,


dia mencabut pedang pendek mengikuti arah tarikan lawannya, melayang kearah lawannya menusukkan pedang pendeknya ke dada lawan.


Tapi komandan bawahan Bun Houw juga tidak bodoh, dia melayang kan kakinya ke wajah jendral itu.


Sehingga sebelum pedang sampai ke dadanya, Jendral Goguryeo itu wajahnya sudah terlebih dahulu mencium sepatu lawannya.


Jendral Goguryeo jatuh terduduk, saat ingin bangun ujung mata tombak yang tajam telah menempel di lehernya.


Jendral itu pun di ikat oleh pasukan Bun Houw, di bawa berkumpul dengan anak buahnya yang telah menjadi tahanan perang lebih dulu.


Jendral Goguryeo ke 2 sampai yang ke 4 sama saja, kemampuan duel mereka meski hebat tapi menghadapi komandan didikan Bun Houw.


Mereka harus mengakui mereka kalah kelas, bukan tandingan komandan bawahan Bun Houw.


Putri Kim tahu hari ini dia sulit lolos, di dalam hatinya dia sangat kagum dengan kemampuan pasukan daratan tengah.


Hanya seorang komandan kemampuan nya bisa berada di atas kemampuan jenderalnya.


Bila ada kesempatan kembali ke Goguryeo, dia harus memberitahu ayahnya, agar penyeleksian para jendral di tingkat kan kualitasnya.


Kalau perlu mencari orang sakti seperti pemuda-pemuda di hadapannya ini, untuk


melatih mereka.


Tiba-tiba putri Kim muncul ide dia pun bertanya,


"Hei perwira, bolehkah aku tahu siapa nama mu?"


Bun Houw tersenyum dan berkata,


"Kenapa tiba-tiba kamu jadi tertarik dengan namaku Putri Kim,? bukan nya sekarang harusnya kamu melawan komandan ku yang tinggal satu orang lagi.?"


"Tapi aku tetap akan memberitahu mu agar kamu puas, nama ku Sie Bun Houw."


Putri Kim tersenyum dan kembali bertanya,


"Bun Houw menurut mu, aku cantik tidak.?"


Bun Houw mengerutkan alisnya, di dalam hati berpikir rencana apalagi yang di mainkan gadis cerdik dan banyak akal ini.


Tapi Bun Houw tetap menjawabnya,


"Kamu adalah seorang putri yang tidak hanya cantik tapi juga cerdas dan berbahaya."

__ADS_1


"Katakan lah apa mau mu tidak perlu ber belit-belit mengulur-ulur waktu."


"Terimakasih pujian nya, Bun Houw apakah anda sudah menikah atau sudah punya istri?" tanya putri Kim kembali tanpa menghiraukan kata-kata Bun Houw tadi.


"Aku sudah menikah atau belum apa urusannya dengan kamu?" tanya Bun Houw curiga.


Putri Kim sambil tersenyum penuh arti berkata,


"Kamu begitu tampan tapi kenapa bicara dengan seorang gadis cantik, begitu tidak sabaran dan tidak sopan."


"Tapi tidak apa-apa, mungkin kamu malu menjawab pertanyaan ku.


Biar aku menjelaskan padamu saja, agar kamu tidak berpikir yang bukan-bukan."


"Begini aku menawarkan mu penghasilan per bulan 10 kali lipat, bila bersedia bekerja pada Kekaisaran Goguryeo, juga semua bawahan mu akan menerima hal yang sama."


"Plus kamu bisa menjadi suami ku, menjadi menantu Kekaisaran Goguryeo."


"Bagaimana? apa kamu tertarik Bun Houw?"


tanya Putri Kim tenang dan tersenyum penuh arti.


Bun Houw tersenyum kemudian berkata,


"Terimakasih atas tawaran mu, tapi aku tidak bisa menerimanya."


Putri Kim masih tidak putus asa, dia melihat kearah Alung dan lainnya kemudian berkata,


"Bagaimana dengan kalian, tawaran ku masih berlaku meski dia tidak bersedia."


"Hal lain bisa kita rundingkan kecuali tawaran menjadi suami ku, itu hanya berlaku buat dia Bun Houw saja." ucap Putri Kim sambil tertawa melirik Bun Houw.


"Kami mati hidup hanya mengikuti ketua, selamanya sampai ajal tiba." ucap seluruh pasukan Bun Houw secara serempak sambil berlutut, termasuk Alung Yue Fei juga kelima komandan.


Putri Kim menatap mereka semua dengan wajah pucat tak percaya, perlahan-lahan dia menoleh kearah Bun Houw dengan kagum.


Putri Kim mengulurkan kedua tangannya yang putih halus ke hadapan Bun Houw sambil berkata,


"tidak perlu bertarung lagi, aku menyerah."


Keempat Jendral berteriak dengan terkejut,


"Tuan putri mohon pertimbangkan lagi..!!"


Putri Kim tersenyum menatap ke empat jenderalnya berbicara dalam bahasa Goguryeo,


"Kalian semua datang ke sini mengikuti ku, kita berjuang bersama.

__ADS_1


Sebagai pimpinan kalian mana mungkin aku demi keselamatan diri sendiri meninggalkan kalian semua di sini."


"Senang atau susah, mati atau hidup kita akan jalani bersama."


Mendengar ucapan Putri Kim keempat Jendral menundukkan kepala dan menjawab,


"Di kehidupan berikutnya, kami berharap dapat kembali mengabdi pada mu tuan putri."


Bun Houw tidak mengerti apa yang mereka ucapkan, tapi dari gerak-gerik mereka Bun Houw menebak mereka semua sudah kompak akan mati dan hidup bersama.


Bun Houw di dalam hati berpikir ingin melepaskan mereka kembali ke Goguryeo. Begitu banyak nyawa di sini, dirumah mereka tentu sedang ditunggui orang tua istri dan anak mereka.


Tapi saat ini wewenang bukan di tangan Bun Houw, untuk sementara dia hanya dapat menyerahkan mereka semua pada gubernur Xiang Ping.


Sampai Jendral Bai datang dan mengambil alih.


Bun Houw mengikat tangan putri Kim, kemudian mengiringnya pergi menemui gubernur Xiang Ping.


Gubernur Xiang Ping tentu sangat gembira, menyambut kemenangan Bun Houw.


Tapi dia menjadi pusing dengan tahanan sebanyak 25.000 orang ini.


Dibunuh sangat tidak manusiawi, di lepaskan dia takut di salah kan.


Di tahan kapasitas penjara tidak cukup, dan bagaimana dia menanggung makan mereka.


Gubernur Xiang Ping yang bingung akhirnya meminta saran dari Bun Houw.


Bun Houw memberi saran agar ke 4 Jendral dan putri Kim di jebloskan ke penjara khusus, di kediaman Gubernur dan di jaga ketat.


Sedangkan Pasukan Goguryeo, di taruh di kamp penampungan di bawah pengawasan pasukannya.


Sedangkan untuk makan mereka separuhnya di tanggung Bun Houw, separuhnya lagi di tanggung oleh gubernur dan rakyat Xiang Ping.


Gubernur Xiang Ping menyambut baik usul dari Bun Houw, maka segera di jalankan semua sesuai saran dari Bun Houw.


Gubernur Xiang Ping maupun jendral Xiang Ping sangat menghormati Bun Houw meski pangkatnya cuma perwira saja.


Tak terasa 4 bulan berlalu Jendral Bai dan ke 4 perwira nya pun datang.


Mereka di sambut baik dan tinggal di kediaman gubernur.


Hari pertama di adakan jamuan makan dan hiburan tarian, menyambut kedatangan jendral Bai.


Hari kedua Jendral Bai ditemani Bun Houw dan ke empat perwiranya meninjau tahanan.


Peninjauan di mulai dari kamp militer, Jendral Bai Setelah melihat situasi di kamp militer dia berkata,

__ADS_1


"Bun Houw segera kirim orang pergi ke Goguryeo meminta tebusan untuk tahanan militer ini."


__ADS_2