LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERMINTAAN ANEH LU PING,


__ADS_3

Melalui perawatan dan pengobatan tabib Hua selama 1 bulan akhirnya Lu Ping sembuh.


Dan kini tengah hamil dengan usia kandungan 2 Minggu.


Saat mengetahui hal itu Wu Song gembira sampai tidak tahu mau bicara apa lagi.


Dia berlompatan seperti anak kecil sambil menggendong Lu Ping yang tersenyum malu tapi bahagia.


Tin Tin juga tidak kalah senang karena kini dia bisa menghilan,g Kemudian muncul di tempat yang dia inginkan.


Dia sudah menguasai Wu Ying 72 Pian Pu sebanyak 60%, bila bukan Datuk dunia persilatan seperti Ouw Yang Mo atau pun kakek misterius pengawal pangeran Si Ma Ong.


Akan sulit untuk menangkap Tin Tin, yang bisa muncul dan menghilang sesuka hati.


Wu Song dan Lu Ping akhirnya pamit dengan tabib Hua, dan mengucapkan banyak terimakasih padanya.


Tapi tabib Hua menanggapinya sambil tertawa-tawa dan berkata


"sama-sama kalian berdua juga banyak membantu ku dan cucu ku, jadi kita impas. ucapnya sambil tertawa-tawa."


Tapi tidak dengan si gadis kecil Tin Tin dia sangat sedih harus berpisah dari Wu Song dan Lu Ping, yang sangat baik terhadapnya.


Bila bukan karena kasihan dengan kakeknya yang sudah tua tidak ada yang merawat,


dia pasti akan memilih ikut dengan Wu Song dan Lu Ping.


Akhirnya Tin Tin hanya bisa menangis tersedu-sedu melepas kepergian Wu Song dan Lu Ping dari lembah Selaksa Obat dalam pelukan kakeknya.


Wu Song dan Lu Ping pergi menggunakan kereta kuda, mereka melakukan perjalanan santai.


Wu Song dan Lu Ping sudah berunding mereka berdua memutuskan tidak akan langsung kembali ke lembah tempat tinggal Lu Sun.


Mereka akan melakukan perjalanan wisata bersama menikmati keindahan pemandangan alam.


Setelah puas bertualang mereka baru akan pulang.


Saat matahari mulai muncul burung-burung berkicau dengan merdu.


Daun-daun pepohonan yang masih di hiasi air embun pagi yang bening sedang menetes.


Di luar kota sebuah kota kecil bernama kota Nan Yang tidak begitu jauh dari kota besar Xiang Yang.

__ADS_1


Tampak serombongan penduduk mengenakan baju berkabung, sedang mengantar beberapa peti mati besar kecil.


Menuju tanah pemakaman umum di luar kota Nan Yang.


Terlihat Isak tangis dan jeritan penuh kesedihan, dari keluarga yang di tinggalkan oleh orang-orang yang telah meninggal.


Dan orang yang di tangis kini ada di dalam peti mati yang sedang di dorong oleh beberapa pria menggunakan gerobak dorong.


Sepanjang perjalanan iring-iringan tersebut terus berdoa, untuk ketenangan arwah-arwah orang yang telah meninggal tersebut.


Sambil melemparkan kertas sembahyang.


Dalam perjalanan tersebut rombongan mereka berpapasan dengan sebuah kereta kuda, yang menghentikan kereta kudanya.


Memberi jalan kepada rombongan yang sedang berduka itu untuk lewat terlebih dahulu.


Pengendara kuda adalah seorang pemuda yang sangat tampan, sedangkan di dalam kereta terlihat seorang wanita yang sangat cantik dan mempesona.


Mereka berdua benar-benar pasangan yang sangat serasi.


Tiba-tiba dari dalam kereta terdengar suara wanita yang sangat lembut dan halus berkata,


"Sayang ada apa kenapa kereta kita berhenti? dan sepertinya di depan sana ada keramaian?"


"Maaf sayang aku terpaksa menghentikan kereta sebentar, sabar ya."


"Di depan sana ada rombongan yang sedang berduka cita hendak lewat, jadi agar tidak menggangu perjalanan mereka.


Kita terpaksa menunggu sebentar di sini sabar ya." ucap Pria itu menjelaskan dengan lembut dan tersenyum.


Wanita itu mengangguk dan berkata dengan manja,


"Sayang aku takut temani aku di dalam saja ya, sampai rombongan tersebut lewat."


Pria itu tersenyum lembut dan mengangguk, dia kemudian masuk ke dalam kereta.


Duduk disebelah wanita tersebut dan memeluk wanita tersebut dengan lembut. Sambil membelai perut wanita itu penuh kasih sayang.


Wanita itu terlihat sangat bahagia, dia segera menyandarkan kepalanya di dada pria itu yang bidang.


Sambil tersenyum dan membelai dada pria di sampingnya dengan mesra.

__ADS_1


Mereka adalah pasangan suami istri Wu Song dan Lu Ping yang kebetulan sedang melewati jalan itu untuk mampir di Nan Yang menuju kota Xiang Yang.


Sejak hamil Lu Ping menjadi ekstra manja, entah bawaan dari bayi yang dikandungnya. Atau bawaan dirinya yang reseh tidak ada yang tahu kecuali dia.


Tapi Wu Song yang sejak kecil memang selalu memanjakan Lu Ping, dia terlihat menjalani nya dengan bahagia dan tidak berkeberatan sama sekali.


Apapun permintaan Lu Ping pasti dia turutin, bahkan pernah Lu Ping meminta kepadanya sambil menunjuk kearah seorang pria berkepala botak bertubuh tinggi besar.


Yang sedang asyik ngobrol dan makan minum dengan teman-temannya sambil tertawa keras.


Lu Ping meminta Wu Song agar membawa si kepala botak berlutut di depannya agar dia bisa mengelus kepalanya yang gundul.


Wu Song yang paling tidak suka terlibat perselisihan dengan orang, tapi dia tidak bisa menolak saat melihat wajah Lu Ping seakan-akan ingin menangis bila dia menolaknya.


Alhasil Wu Song terpaksa berjalan mendekati pria botak itu, dengan sopan memintanya agar Sudi kiranya memenuhi harapan istrinya yang sedang hamil.


Yaitu memintanya berlutut di depan istrinya yang sedang ingin mengelus kepala si gundul.


Tentu saja si botak sangat marah dan tersinggung, apalagi semua temannya menertawai dan meledeknya.


Sambil mengeluarkan kata-kata yang memanaskan hatinya, dia menjadi marah dan ingin menghajar Wu Song.


Yang telah berani menghinanya dengan permintaan tidak masuk akal itu.


Tapi saat melihat kecantikan Lu Ping, si botak langsung berubah pikiran dan berkata,


"Boleh saja, jangankan kepala atas, bahkan bila istrimu menginginkan mengelus kepala bawah ku juga akan kuberikan."


"Tapi semua ada syarat nya, biarkan dia menemani ku 3 malam setelah itu kamu boleh mengambilnya kembali.' ucap si botak tertawa mesum.


Belum selesai tawanya dia sudah ditampar Wu Song sampai kehilangan semua giginya tanpa dapat melakukan perlawanan.


Bahkan semua temannya juga tidak bisa bergerak menolongnya.


Hanya bisa melihat si botak yang bertubuh tinggi besar di seret oleh Wu Song kedepan istrinya untuk di Elus kepalanya.


Tapi sampai di depan Lu Ping, Lu Ping bukannya mengelus kepalanya, dia malah meludahi kepala si botak yang sedang sial dan berkata,


"Sayang kenapa kamu membuat mulut nya berlepotan darah begini, sungguh menjijikkan aku tidak Sudi."


"Tapi aku tidak mau tahu kamu harus mencarikan penggantinya yang lain. " ucap Lu Ping. kesal.

__ADS_1


Wu Song benar-benar kehabisan akal, demi mewujudkan permintaan Lu Ping yang tidak masuk akal Wu Song terpaksa menculik seorang biksu muda kuil Shaolin.


Untuk jadi korban permintaan aneh istrinya yang manja..


__ADS_2