
"Ibu...!"
Teriak anak itu gembira lalu berlari menghambur kedalam pelukan Yi Yi.
Yi Yi yang memang sudah dilepaskan oleh Sin Yi, langsung berjongkok mengembangkan sepasang tangannya.
Langsung memeluk dan menggendong anaknya masuk kedalam ruangan tersebut.
Begitu Yi Yi masuk kedalam pintu batu pun tertutup kembali dengan otomatis.
Yi Yi duduk di depan Thian san dan berkata,
"San er bagaimana ceritanya kamu bisa ada disini ? siapa yang membawa mu kemari ?"
Thian San dengan polos menceritakan kepada ibunya, bahwa dia saat itu sedang bermain di taman bersama bibi Gui dan bibi Lan.
Tiba-tiba ada seorang kakak yang mengaku teman ibu, kakak itu mengajak dia ikut dengan nya.
Tapi karena tidak kenal, Thian San menolak ikut, tapi kakak itu memaksa.
Kemudian kakak itu menangkap dan membawa ku kemari.
"Ibu siapa mereka sebenarnya ? mengapa dia membawa ku kemari ?"
"Mengapa ibu juga bisa ada di sini ?"
Yi Yi tersenyum lembut sambil membelai rambut anaknya dia pun berkata,
"Ibu juga sama seperti kamu ditangkap dan di bawa kemari."
"Berarti mereka semua orang jahat,, Ibu tenang saja.. kakak tampan pasti akan datang menolong kita dan memberi mereka pelajaran."
Yi Yi berusaha tersenyum dan membelai kepala Thian San, untuk menyenangkan hati anaknya.
Padahal dia justru sangat khawatir bila Si Topeng Besi benar-benar datang menolong mereka.
Yi Yi merasa dia sudah sangat banyak berhutang Budi dengan si Topeng Besi, bila si Topeng Besi celaka, karena datang menolongnya.
Dia akan sangat menyesal dan merasa bersalah seumur hidup dengan nya.
Di tempat lain Si Topeng Besi terbang bagaikan kilat, menggunakan pedang pelangi nya sebagai kendaraan.
Menuju arah Ru Nan dengan hati sangat cemas.
Tadi dia tiba-tiba merasa hatinya seperti sedang diremas-remas, di saat dia hampir menghabisi Bun Houw dan rombongannya.
Si Topeng Besi sedikit merasa bersalah dengan ajudan Gao dan seluruh pasukan yang di pimpinnya.
Tapi mau bagaimana lagi, Yi Yi adalah bagian terpenting dalam hidupnya.
__ADS_1
Bila bukan karena Yi Yi berada di pihak Panglima Sie.
Dia juga tidak akan muncul dan melibatkan diri dalam urusan Pertempuran pemberontakan yang tidak ada hubungannya dengan dirinya sama sekali.
Saat Si Topeng Besi tiba di lokasi pertempuran, dia hanya menemukan Pasukan Rajawali Merah yang tewas membeku.
Ketika melakukan pemeriksaan dia juga menemukan bekas cakaran yang di Lesatkan oleh Shi Ma Ong.
Ketika melakukan pemeriksaan lebih jauh sampai ke pinggir rawa, hati Si Topeng Besi mencelos melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Si Topeng Besi berdiri terpaku melihat kearah rawa-rawa yang kini terlihat berasap.
Di mana-mana terlihat mayat Pasukan panglima Sie yang mati mengenaskan mengapung diatas rawa, dengan tubuh gosong, yang masih mengepulkan asap.
Selain tubuh manusia, juga mayat kuda tunggangan mereka ikut hangus terbakar.
Si Topeng Besi merasa terenyuh hatinya melihat pemandangan di depannya.
Dia sendiri pernah mempelajari ilmu strategi dan taktik militer, dia paham betul dalam perang sedikit saja salah ambil keputusan.
Maka nyawa orang yang ikut dengan kita akan menjadi taruhannya.
Si Topeng Besi tahu Panglima Sie pasti telah terpancing dan masuk dalam jebakan.
Sambil menghela nafas si Topeng Besi melayang di atas rawa, melakukan pemeriksaan.
Berarti ada kemungkinan besar, mereka berhasil mundur dengan selamat.
Si topeng besi memperkirakan, Panglima Sie pasti membawa sisa Pasukan nya mundur ke Shouchun.
Jadi dia langsung terbang menyusul kearah Shouchun, hanya dalam waktu singkat dia sudah menemukan rombongan Panglima Sie yang sedang bergerak mundur kembali ke Shouchun dengan langkah lesu.
Si Topeng Besi hanya melihat Panglima Sie seorang diri saja, tidak terlihat Yi Yi dia langsung sadar ada yang tidak beres.
Tiba-tiba dia merasa hatinya sangat dingin, dengan cemas dia mendarat ringan di sisi Panglima Sie dan berkata,
"Ayah apa yang terjadi ? dimana Yi Yi ?"
Panglima Sie yang sedang melamun sedikit terkejut, dia mengangkat kepalanya wajahnya terlihat sedih dan menyesal.
Begitu melihat yang datang adalah Si Topeng Besi dia segera melompat turun dari atas kudanya dan memegang bahu Si Topeng Besi dan berkata,
"Kamu kenapa ada di sini ? bagaimana dengan pertempuran di Jiang Xia.?"
Dengan sedikit tidak enak hati si Topeng Besi, berkata.
"Maaf ayah aku pergi meninggalkan tugas di saat hampir meraih kemenangan."
"Tapi ayah tenang saja, mereka semua dalam keadaan baik-baik saja, kini sedang kembali ke Lu Jiang."
__ADS_1
Panglima Sie menghela nafas panjang dan berkata,
"Ini bukan salah mu, bila aku tidak masuk kedalam jebakan tentu tidak akan ada kejadian seperti hari ini."
Si Topeng Besi mengangguk dan berkata,
"Sekali lagi maafkan aku ayah,.. ayah dimana Yi Yi"
Panglima Sie menghela nafas menyesal dan berkata,
"Anak itu mengorbankan dirinya menahan pergerakan Pasukan Rajawali Merah yang ingin mengejar kami."
"Kini aku juga tidak tahu bagaimana nasibnya saat ini.."
Si Topeng Besi terlihat sedikit pucat mendengar penjelasan Panglima Sie.
Hal yang paling dia khawatirkan dan takutkan akhirnya terjadi juga.
Tanpa banyak bicara lagi dia segera melesat dengan pedang pelangi nya kembali kearah Ru Nan.
Panglima Sie mendengar suara bisikan di telinganya,
"Ayah jaga dirimu, jangan khawatir aku pasti akan membawa Yi Yi Kembali."
Panglima Sie hanya bisa menganggukkan kepalanya dan memberi tanda agar Pasukannya mengikutinya melanjutkan perjalanan.
Si Topeng Besi terbang dengan kecepatan tinggi menuju Ru Nan.
Sepanjang perjalanan dia hanya berharap musuh tidak sampai mencelakai Yi Yi.
Begitu tiba di Ru Nan ternyata kedatangan nya telah di tunggu-tunggu oleh Koai Lau Jen dan Shi Ma Ong.
200.000 Pasukan Rajawali Merah yang di pimpin oleh Yue Fei dan Sin Yi telah mengepung dan menjaga dengan ketat area tersebut.
Si Topeng Besi mendarat ringan di hadapan Shi Ma Ong dan Koai Lau Jen.
Meski dikelilingi oleh ratusan ribu pasukan, dan orang sakti.
Si Topeng Besi terlihat tenang-tenang saja tidak terlihat ada rasa takut sedikitpun di matanya yang bersinar mencorong seperti mata naga.
Aura yang di pancarkan oleh tubuhnya, membuat pasukan Rajawali Merah bergerak mundur, karena mereka merasa tertekan dan kesulitan bernafas.
Si Topeng Besi menatap tajam kearah Shi Ma Ong dan berkata,
"Di mana Yi Yi. ?"
Sambil tertawa Shi Ma Ong memberi kode kepada pengawal pribadi nya.
Pengawal pribadi itu langsung meniupkan sebuah cangkang keong laut yang besar sebagai tanda.
__ADS_1