LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
WU SONG BERTEMU LU SUN DAN SIAU CHING,


__ADS_3

Wu Song membiarkan Bun Houw yang sedang semangat merasakan kekuatan dari hasil penyerapan khasiat ikan lele putih yang hanya ada di lembah.


Beberapa saat kemudian Wu Song baru berkata,


"Adik Bun Houw cukupkan latihan mu sekarang, waktu untuk berlatih masih panjang."


'Sekarang kita harus segera pergi menemui guru," berkata menemui guru membuat jantung Wu Song berdegup kencang.


Karena dia ingin meminta restu untuk menjadi suami Ping Er dari guru dan ibu gurunya.


Hatinya sedikit gugup meski dia yakin guru dan ibu gurunya pasti akan merestui mereka.


Rombongan Wu Song pun berjalan kearah rumah Siau Ching karena menurut Lu Fan Ayahnya beberapa hari ini ada ditempat ibu Siau Ching.


Ketika rombongan Wu Song tiba didepan pondok tempat tinggal Ibu Siau Ching.


Mereka melihat kemesraan Lu Sun dan Siau Ching, Lu Sun sedang duduk dikursi santai setengah berbaring.


Dan Siau Ching duduk disebelah nya sedang memijat pundak bahu dan lengan kiri suaminya.


Lu Fan langsung berlari dan berteriak,


"Ayah... Ibu.... lihat siapa yang datang bersama ku..?"


Lu Sun membuka matanya yang sedang terpejam, ketika mendengar suara teriakan Lu Fan.


Ketika melihat yang datang adalah Wu Song, Lu Sun langsung berkata sambil tertawa bahagia,


"Akhirnya kamu pulang juga, anak nakal kamu membuat kami sedih dan khawatir."


Siau Ching juga ikut berdiri di samping Lu Sun matanya sudah basah karena bahagia bisa bertemu kembali dengan muridnya ini.


Wu Song langsung menjatuhkan diri berlutut sambil berkata,


"Murid tidak berbakti, hanya menyusahkan kalian berdua dan membuat kalian para orang tua sedih dan khawatir."


Maafkan Wu Song guru, Wu Song baru saat ini datang menemui kalian, semoga guru dan ibu guru dalam keadaan baik dan sehat. ucap Wu Song dengan kepala tertunduk.


Lu Sun dan Siau Ching memegang bahu Wu Song dan membantunya berdiri.


Setelah itu Lu Sun berkata,


"Bagus akhirnya kamu pulang juga, kita sekeluarga bisa berkumpul kembali."


Lu Ping yang berdiri dibelakang Wu Song berjalan maju dan memanggil.

__ADS_1


"Ayah ...Ibu Siau Ching..."


Lu Sun memelototinya lalu berkata, " bangsat kecil akhirnya ingat pulang juga kamu?"


'Kalau bukan sudah menemukan kekasihmu ini." ucap Lu Sun sambil menunjuk Wu Song "kurasa kamu selamanya tidak akan pulang lagi?"


Wu Song sambil berkacak pinggang berkata, melampiaskan kekesalannya,


"Bangsat kecil yang durhaka, sekarang kamu sudah senang ya..? tapi lihat nasib ayahmu gara-gara mulutmu yang beracun itu, ayah setiap hari disiksa sama ibu mu. puas kamu..?"


Lu Ping tertunduk merasa bersalah, perlahan-lahan dia berkata, dengan terbata-bata.


"Ayah... Aku... maaf ayah..."


Siau Ching segera maju kedepan menarik tangan Lu Sun sambil berkata,


"Sudah... sudah...sudah.. anak baru pulang, masih capek bukannya di kasih perhatian malah di marah-marah."


Tiba-tiba terdengar suara merdu dari belakang Lu Sun,


"Kamu sudah makan nyali macan ya...? berani memarahi dan memaki-maki anak ku."


Lu Sun tersentak seperti kesetrum listrik mendengar suara tersebut dengan tubuh gemetar dia perlahan-lahan membalikkan badannya dan tersenyum canggung bertanya,


"Kamu kapan datang sayang..?"


Meski sedang marah tapi wajahnya terlihat sangat cantik anggun dan berwibawa pinggang nya juga masih langsing dengan pinggul dan dada menonjol padat berisi sangat seksi.


"Siapa yang kamu panggil bangsat kecil ? siapa yang durhaka..? siapa yang mulutnya beracun ? dan siapa yang tiap hari menyiksamu ? katakan sekali lagi dengan jelas ? aku ingin mendengarnya."


Wajah Lu Sun semakin canggung, dia cepat-cepat berjalan mendekati Xue Yen istrinya, sambil memegang mesra tangan Xue Yen dia berbisik dengan suara pelan.


"Di sini banyak anak muda aku mohon jangan bersikap seperti ini padaku malu dilihat orang."


"Yang kamu tanya tadi aku orangnya, aku yang salah bolehkah ? jangan marah lagi semua salahku maafkan aku sayang."


Siau Ching hanya tersenyum melihat tingkah Lu Sun.


Sedangkan Lu Fan dibelakang sudah tertawa ngakak sambil memegang perutnya.


Lu Sun cepat--cepat menggandeng tangan Xue Yen sudah dikibaskan, tapi dia tetap menggandengnya lagi dengan mesra. Lalu menariknya kembali ke pondok Xue Yen.


Xue Yen pun tidak menolak lagi gandengan mesra Lu Sun yang membawanya kembali ke pondok mereka.


Untuk menutupi rasa Canggung yang barusan terjadi, Siau Ching mengajak mereka semua duduk didepan pondok. yang tersedia sebuah meja dan beberapa kursi panjang.

__ADS_1


Lu Fan masih terlihat belum bisa menahan rasa ingin tertawanya, melihat hal ini Siau Ching menegurnya.


"Fan Er apa yang kamu tertawaan dari tadi..?"


"Ayah Bu..sikap ayah yang begitu perkasa didepan ibu Xue Yen...Bu." sehabis menyindir Lu Fan kembali teringat mimik lucu ayahnya.


Dia kembali tertawa.


"Fan Er jangan kurang ajar dia ayahmu, kamu masih kecil kamu belum mengenal cinta."


"Bila kamu sudah mengenal cinta kamu baru bisa mengerti kenapa ayahmu bisa bersikap seperti itu." ucap Siau Ching menegur sambil memberi penjelasan.


"Jadi ayah selalu terlihat memalukan dan konyol sangat takut sama istri itu karena cinta..?" tanya Lu Fan sambil tersenyum nakal.


Siau Ching menghela nafas kemudian baru berkata,


"Ayahmu tidak takut istri dia juga tidak konyol dan memalukan seperti sangkaan mu."


"Ayahmu rela berbuat begitu karena dia menghargai istrinya dan rela mengalah kepada istrinya ."


"Ayahmu adalah pria luar biasa yang sangat sayang dan mencintai istrinya, dia tidak ingin melihat wanita yang dicintainya bersedih ataupun menderita karena dirinya." ucap Siau Ching menutup penjelasan nya.


"Kalau begitu aku lebih baik seumur hidup tidak mengenal cinta saja seperti kakek Sun hidup sendirian selamanya dengan begitu bukankah hidup ku akan lebih bahagia dan bebas." ucap Lu Fan.


Siau Ching tersenyum kemudian menjelaskan,


"Anak ku saat cinta itu datang tidak ada yang dapat menghindari nya dan menolaknya."


"Kalau tidak percaya kamu boleh pergi cari kakek guru Sun dan minta dia ceritakan padamu tentang Siluman tulang putih dan kisah Putri bunga."


Lu Fan terdiam dan mencoba mencerna, penjelasan ibunya barusan.


Wu Song menepuk bahu Lu Fan sambil berkata,


"Ibu mu benar Fan Er kamu belum dapat memahaminya karena kamu belum mengalami nya, dan perasaan itu belum datang menghampiri dirimu saja."


Lu Fan terlihat termenung memikirkan kata-kata ibunya dan Wu Song, meski dia belum bisa menerimanya. tapi dia yakin mereka berdua tidak akan pernah membohongi dirinya.


Untuk memecah kesunyian Siau Ching bertanya, sambil menatap Wu Song dan Lu Ping sambil tersenyum,


"Apa rencana kalian berdua kedepannya ?"


Wu Song mengangkat kepalanya dan menjawab dengan serius,


"Kami berdua berencana meminta restu ayah dan ke2 ibu agar mengijinkan kami untuk segera melangsungkan pernikahan kami."

__ADS_1


Lu Ping wajahnya menjadi merah dia tidak berani mengangkat kepalanya, dia tertunduk malu dan menggigit bibir bawahnya.


Kedua tangannya tanpa sadar terus meremas bajunya.


__ADS_2