LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
RENCANA CADANGAN,


__ADS_3

Sementara itu rombongan bandit yang di pimpin kepala bandit gunung Mao.


Mereka diam-diam mengawasi pergerakan rombongan pengawal dan kereta yang berisi wanita dan harta.


Mereka tiba-tiba muncul menyerang dari sisi kiri kanan jalan dengan anak panah.


Rombongan pengawal menangkis anak panah dan bergerak mundur.


Tapi jalan mundur mereka juga ditutup oleh rombongan bandit.


Kepala bandit masih mengawasi dari tempat tinggi, dia tidak langsung mengerahkan seluruh kekuatan nya.


Sebagai kepala bandit yang berpengalaman dan telah melakukan perampokan selama puluhan tahun.


Dalam penyerangan dia juga berhati-hati dan tidak asal-asalan mengandalkan jumlah dan kekuatan.


Para pengawal kini terkepung dari belakang depan kiri kanan, situasi mereka terjepit.


Bun Houw mengirimkan 500 orang pasukan berkuda nya, maju memberikan bantuan sisanya mereka tetap bersembunyi.


500 pasukan berkuda yang datang dari arah belakang para bandit, berhasil mengacaukan kepungan para bandit.


membuka jalan mundur untuk para pengawal dan kereta yang mereka kawal.


Pasukan berkuda melepaskan panah, mencegah para bandit mengejar mereka.


Mereka mengawal rombongan pengawal meninggalkan lokasi dan terus bergerak mundur.


Sementara kepala bandit yang melihat mangsanya lolos, karena kedatangan pasukan berkuda yang menolong para pengawal.


Memutuskan tidak melakukan pengejaran, dia takut di sana ada pasukan kerajaan yang lebih besar, menunggu mereka masuk perangkap.


Melihat para bandit tidak mengejar, Bun Houw merubah rencana menggunakan rencana kedua yang telah dia siapkan.


Rombongan pengawal dan Pasukan kerajaan melanjutkan perjalanan, dengan jalan memutar melewati sisi sungai yang berair dangkal.


Kepala bandit tidak sepenuhnya melepaskan mangsanya, diam-diam dia masih terus mengintai rombongan tersebut.


Saat memastikan rombongan tersebut, hanya di kawal 500 pasukan berkuda itu saja.


Dia mengerahkan seluruh kekuatan nya.


Dengan pesan,


Bagaimana pun mereka harus dapat merampok rombongan tersebut, tidak boleh gagal dengan alasan apapun.


Kejar-kejaran kembali terjadi rombongan pengawal dan Pasukan kerajaan mati-matian menahan para bandit.


Memberi waktu agar rombongan harta dan para wanita dapat nyeberang ke sisi sungai yang lain, dan melarikan diri kedalam hutan.


Setelah itu baru mereka perlahan-lahan bergerak mundur ke sisi seberang sungai.

__ADS_1


Para bandit terus mengejar mereka, berusaha menyeberangi sungai.


Saat para bandit sedang mengejar rombongan pasukan dan pengawal yang berusaha menyeberangi sungai.


Dari dalam hutan melesat keluar anak panah berhamburan kearah para bandit, mencegah mereka maju.


Kepala bandit memberi tanda agar mundur dan menghentikan pengejaran.


Di saat bersamaan sebuah kembang api di lepaskan dari dalam hutan,


tak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari arah hulu sungai.


Rombongan pengawal dan Pasukan berkuda telah tiba dengan selamat di sisi sungai yang lainnya.


Sementara rombongan para bandit dan pimpinannya, mereka maju tidak bisa, mundur tidak sempat.


Karena jarak sungai dangkal lumayan lebar.


Berlari dengan air selutut dan dasar sungai yang tidak rata juga adalah suatu kendala.


Akhirnya rombongan bandit sebelum dapat mundur ke pinggir sungai, sudah tersapu air sungai dari arah hulu yang datangnya sangat cepat dan menggulung mereka semua.


Sungai itu memang biasanya dangkal, sehingga para bandit tidak curiga.


Yang tidak mereka duga adalah Bun Houw membendung aliran air sungai di hulu sungai.


Jadi begitu bendungan dijebol oleh pasukan Bun Houw, setelah melihat kode kembang api yang di lepaskan.


Kemudian di kedua sisi sungai bermunculan pasukan Bun Houw.


Menunggu bandit bandit yang berhasil mencapai tepian sungai dalam kondisi kelelahan.


Dan tidak sanggup memberikan perlawanan ketika di ringkus.


Termasuk si kepala bandit juga berhasil di ringkus dengan mudah.


Dari pihak Bun Houw kehilangan puluhan orang, yang berasal dari rombongan pengawal dan Pasukan berkuda kerajaan.


Mereka tewas dalam menjalankan misi ini, tapi itu adalah jumlah terkecil yang bisa di usahakan oleh Bun Houw.


Kejadian ini membuat pasukan Bun Houw lebih serius dalam berlatih, agar mereka tidak sampai harus kehilangan nyawa dalam menjalankan misi-misi berikut nya.


Bun Houw kemudian membawa rombongan bandit itu sebagai tawanan perang, menuju markas militer utama pimpinan Jendral Bai.


Jendral Bai dan ke 4 perwira lainnya menyambut dengan senang, keberhasilan misi yang di jalankan Bun Houw.


Jendral Bai dan ke 4 perwira lainnya menyambut hangat kedatangan Bun Houw.


Mereka segera mengajak Bun Houw menuju markas utama.


Mereka mengadakan jamuan kecil menyambut kemenangan Bun Houw.

__ADS_1


Saat sedang makan Jendral Bai bertanya "bagaimana dengan harta rampasan dari para bandit?"


Bun Houw menjawab,


"Semua sudah di serahkan dan dilaporkan ke bagian pengurus barang sitaan perang."


Jendral Bai mengangguk dan berkata,


"Bagus itu sudah benar, harta sitaan kita tidak boleh menyentuhnya, itu ada peraturannya."


"Kalau melanggar bisa terkena hukuman militer." ucapnya berbohong dan pura-pura memberi nasehat untuk kepentingan pribadinya.


Bun Houw tahu semua, dia bukan orang bodoh.


Sejak bergabung dalam militer dia sudah mempelajari dan menghapal semua peraturan militer di dalam kepalanya.


Selesai makan Jendral Bai mengeluarkan sebuah peti kecil berisi uang perak.


Menyerahkannya pada Bun Houw sambil berkata,


"ni ada sedikit bonus untuk mu, terima lah, sebagai hadiah atas kemenangan mu menumpas para bandit."


Bun Houw tanpa banyak kata, menjawab.


"Terimakasih jendral .."


Padahal Bun Houw tahu hadiah misi kali ini tidak kecil, tapi dia pura-pura bodoh.


Bun Houw di dalam hati tahu bahwa harta rampasan yang dia setorkan dan hadiah atas keberhasilan misi.


Telah dikorupsi oleh jendral Bai bersama ke 4 rekan perwira yang tidak berguna itu.


Tapi saat ini bukan waktu yang tepat melawan mereka, jadi Bun Houw berpura-pura bodoh dan menelan semuanya.


Dengan hadiah satu kotak kecil perak, jangankan untuk membayar biaya misi kali ini.


Untuk membayar bonus ke 5 orang komandannya saja nge pas.


Apalagi harus membayar bonus dan santunan untuk pasukannya yang terluka dan meninggal.


Sekotak kecil uang perak ini hanya akan menjadi lelucon besar dan kekonyolan dirinya, didepan para anak buahnya.


Meributkan nya juga percuma paling dia akan semakin di benci dan di tekan oleh jendral biadab ini.


Untungnya Bun Houw telah memerintahkan pada Alung, agar membagi-bagi setengah dari harta rampasan sebelum di laporkan.


Sehingga biaya misi bonus pasukan dan santunan untuk yang terluka dan meninggal telah tertutupi, sisanya di masukkan sebagai dana kas kamp militer mereka.


Setelah menerima hadiah Bun Houw mengundurkan diri dari sana.


Setelah Bun Houw pergi kelima orang itu tertawa terbahak bahak .mengetawai kebodohan dan kepolosan Bun Houw.

__ADS_1


Bun Houw kembali ke kamp militernya langsung memanggil alung dan ke 5 komandan pasukannya datang menghadap.


__ADS_2