
"Baik Ayah Wu Song akan selalu mengingat pesan ayah, terimakasih ayah ibu atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan." ucap Wu Song sambil membenturkan dahinya kelantai.
"Wu Song meski guru, ibu guru serta istrimu mempercayai mu, tapi mereka yang sedang menunggu keadilan ini juga ingin kepastian."
"Mereka tidak bisa menunggu tanpa kepastian,
Kamu hanya memiliki waktu 3 bulan untuk menangkap pelakunya."
"Ini adalah batas waktu yang guru janjikan dengan mereka."
"Baik ayah, Wu Song akan usahakan bila tidak berhasil dalam 3 bulan , Wu Song tidak akan menyulitkan ayah."
"Wu Song sendiri yang akan memberikan pertanggungjawaban kepada mereka, apapun yang mereka inginkan Wu Song akan terima dengan rela."
Wu Song pamit dulu, ayah ibu jaga diri kalian.
ucap Wu Song memberi hormat sambil berdiri kemudian membalikkan badannya pergi bergandengan tangan bersama Lu Ping
Wu Song dan Lu Ping setelah keluar dari pondok Lu Sun langsung berkelebat pergi meninggalkan lembah.
Lu Sun di dalam pondok menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya
bergumam,
"Sungguh malang nasib anak itu, semoga masalah ini cepat selesai."
Siau Ching dan Xue Yen menepuk pundak Lu Sun dengan lembut untuk menenangkannya.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Hari itu Lu Sun meninggalkan lembah ingin pergi mencari tabib untuk memeriksa kesehatan Lu Ping dan Wu Song mengapa belum juga di karuniai anak.
Tapi baru sampai di mulut lembah, Lu Sun melihat banyak orang berkumpul di sana .
Sebagian besar adalah orang biasa dan pasukan keamanan kota, sisanya terlihat seperti orang dari dunia persilatan yang ikut berkumpul di sana.
Begitu melihat Lu Sun keluar dari dalam lembah mereka segera menghampirinya.
Melihat mereka semua sedang berjalan menuju kearah dirinya, Lu Sun berpikir dalam hati menebak-nebak apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Lu Sun sambil terheran-heran berjalan menghampiri mereka.
Setelah berhadapan para penduduk biasa segera berlutut dan berkata,
"Tuan Pendekar pemilik lembah harap berikan keadilan untuk kami.'
Lu Sun dengan heran berusaha membangunkan mereka semua.
Untuk berdiri dan memberikan penjelasan padanya apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Lu Sun sambil menghela nafas berkata,
"Sebenarnya apa yang terjadi? aku berjanji aku akan membantu kalian sebisa ku, tapi kalian harus menceritakan dengan jelas."
Salah seorang kakek yang paling tua diantara para penduduk biasa, maju kedepan kemudian berkata,
"Tuan Pendekar yang terhormat, aku akan mewakili para penduduk ini untuk meminta keadilan dari mu."
Lu Sun mengerutkan alisnya, keadilan apa pikirnya kemudian Lu Sun bertanya.
"Keadilan apa yang bisa kuberikan jelaskan lah ?"
Kakek itu kembali berkata sambil melihat
Lu Sun.
"Kami ingin meminta pertanggungjawaban dari murid sekaligus menantu tuan Pendekar yang bernama Wu Song."
"Atas perbuatannya kepada cucu dan anak perempuan kami yang bernasib malang yang telah dinodai secara paksa olehnya."
"Bahkan ada beberapa gadis malang yang telah bunuh diri untuk menebus rasa malunya akibat perbuatan yang tidak bermoral itu."
Kalau ada petir disiang bolong Lu Sun juga tidak akan sekaget saat ini, mendengar tuduhan orang-orang ini kepada menantu sekaligus muridnya Wu Song.
Lu Sun berusaha menenangkan diri kemudian bertanya,
"Apakah kalian memiliki bukti atau saksi yang menunjukkan menantu ku yang telah melakukan perbuatan ini." ucap Lu Sun berusaha tetap terlihat tenang.
Disaat bersamaan hatinya membantah Wu Song bukan orang seperti itu.
Dia sudah memelihara anak itu dari kecil sehingga dia sangat mengenal sifat dan karakter Wu Song.
Tidak mungkin Wu Song melakukan tindakan tidak bermoral itu.
Dari dalam kerumunan seorang gadis cantik berusia 18 tahun keluar dari kerumunan
dan berkata ,
"anda ingin saksi akulah saksinya dan anda ingin bukti, bukti seperti apa yang anda inginkan?" tanya gadis itu dengan emosi.
Gadis itu adalah cucu dari ketua perguruan bangau putih.
Di samping gadis itu terlihat seorang kakek beralis putih berdiri dengan wajah kusam menemaninya.
Lu Sun sedikit tertegun mendengar kata-kata gadis itu yang ketus dan tajam.
Untuk sesaat Lu Sun terdiam, setelah beberapa saat hening Lu Sun kembali bertanya,
"Apakah anda ada melihat wajah pelakunya? dan dia ada meninggalkan sesuatu atau apa yang menunjukkan indentitas pelaku."
__ADS_1
Gadis itu tidak mau kalah dia mengedikkan kepalanya menatap Lu Sun dan berkata,
"Aku tidak melihat wajahnya, karena dia memakai topeng."
Lu Sun tersenyum tenang dan berkata,
"Kamu tidak melihat wajahnya, atas dasar apa anda mengatakan itu perbuatan mantuku
Wu Song."
Gadis itu matanya mulai berkaca-kaca dan berkata dengan suara bergetar,
"Dia memiliki ilmu silat yang tinggi dan ilmu meringankan tubuhnya juga hebat.
Dia juga menggunakan suling sebagai senjata."
"Setiap gadis yang dia nodai dia akan meninggalkan tanda ini di lengannya." ucap gadis itu bercucuran air mata dan menyingkap lengan baju yang menampilkan lengannya yang putih dihiasi sebuah ukiran huruf Song disana.
Kakek di samping gadis itu segera merangkul gadis itu kedalam pelukannya untuk menenangkan kesedihan cucunya .
Kakek itu kemudian berkata,
"Semua orang di sekitar sini tahu, di seluruh daerah yang dekat dengan lembah yang memiliki ilmu silat tingkat tinggi adalah orang yang berasal dari dalam lembah."
"Apalagi pelaku menggunakan suling dan selalu meninggalkan ukiran huruf Song disetiap aksinya."
"Ku rasa bukti ini sudah cukup jelas menunjukkan menantu anda Wu Song lah pelakunya."
Lu Sun perlahan-lahan berkata,
"Meski ada tanda huruf Song dan pelaku menggunakan suling sebagai senjata serta kejadian ini terjadi disekitar lembah."
"Tapi bukti ini tidak cukup kuat untuk serta merta langsung menuduh Wu Song sebagai pelaku, aku berjanji akan menyelidiki kasus ini dan secepatnya menangkap pelakunya."
"Untuk memberikan keadilan kepada gadis-gadis yang menjadi korban perbuatan tidak bermoral ini."
"Aku berharap pengertian anda-anda yang hadir di sini, coba kalian berpikir dari sisi
Wu Song ."
"Aku bisa saja langsung menghukumnya dan memintanya bertanggung jawab."
"Aku yakin dia akan menurut, tapi bagaimana bila pelakunya bukan dia, dan pelaku asli masih berkeliaran bebas."
"Bukankah kita semua disini telah melakukan ketidakadilan terhadap Wu Song dan berdosa terhadap gadis-gadis lain yang akan menjadi korban pelaku yang masih berkeliaran bebas diluar sana?"
Kumpulan orang itu menjadi terdiam, mendapatkan penjelasan Lu Sun barusan, mereka mulai berpikir bila mereka salah menuduh.
Bagaimana mereka semua harus mengganti ketidakadilan yang Wu Song alami bila pelakunya bukan dia.
__ADS_1
Tiba-tiba seorang pria berumur 40 am bertanya,
"bila pelaku tidak muncul lagi atau tidak berhasil di tangkap bagaimana?"