
Melihat Wu Song dan Lu Fan masih terus mengerubutinya.
Mahluk itu sengaja menangkis Pedang Naga Siluman Semesta yang selalu di waspadai nya.
Sedangkan Suling dan senjata legenda Lu Fan dia terima dengan bahu dan punggungnya yang terlindungi oleh sisik kulit daging dan otot.
Setelah itu dia membalasnya dengan semburan kabut hijau beracun dan bola api berwarna hijau yang juga mengandung racun.
Melihat hal itu Lu Fan dan Wu Song terkejut, mereka menarik serangan dan bergerak mundur menjauh.
Mahluk itu dengan gerakan aneh berhasil menyarangkan cakar kiri ke dada Lu Fan.
Cakar kanan ke perut Wu Song.
Lu Fan menerimanya dengan tenang bahkan balas menusukkan senjata Dewanya ke leher mahluk itu.
Tubuh Lu Fan di lindungi ilmu Cing Kang Pu Huai Ce Sen, jadi tubuhnya keras bagaikan baja tidak bisa ditembus oleh senjata apapun.
Wu Song yang tidak memiliki ilmu seperti Lu Fan terpaksa menggunakan Wu Xiang Sen Kung menipiskan tubuhnya menjadi setipis kertas.
Sehingga cakar mahluk itu hanya merobek baju bagian perut Wu Song tanpa berhasil melukai Wu Song sama sekali.
Melihat tusukan senjata Lu Fan, mahluk itu mengibaskan kedua sayap nya mundur menjauh.
"Fan er gunakan ini, gabungkan kekuatan kita lepaskan pukulan terdahsyat mu."
ucap Wu Song kehabisan akal menahlukkan mahluk itu.
Lu Fan mengangguk, dia menyimpan senjata Dewa nya lalu menerima pedang Naga Siluman Semesta.
Begitu pedang tersebut berada di tangan Lu Fan, pedang tersebut seperti bertemu dengan tuannya.
Pedang tersebut mengeluarkan cahaya terang kehijauan yang menyilaukan mata, pedang juga mengeluarkan Auman dahsyat seperti naga mengamuk.
Aura kematian yang di pancarkan oleh pedang itu semakin mengerikan, tubuh Lu Fan bergetar hebat seperti sedang dirasuki oleh tenaga super dahsyat.
sepasang matanya yang merah bersinar semakin terang sepasang tanduk naga di kepalanya juga bertambah besar.
Bahkan tubuhnya yang sudah besar kini semakin bertambah besar hampir menyamai mahluk itu besarnya.
Tubuh Lu Fan juga mengeluarkan cahaya hijau terang sama seperti pedang nya.
__ADS_1
Lu Fan dan Wu Song mulai melayang di udara, Wu Song menempelkan kedua tangannya kepunggung Lu Fan sambil mengerahkan kekuatan kekekalan semesta miliknya.
Dimana seluruh kekuatan semesta tersedot kedalam tubuh Wu Song kemudian disalurkan ketubuh Lu Fan.
Tubuh Lu Fan seperti tersengat setrum, dia mengeluarkan Geraman dahsyat yang kembali menggetarkan seluruh alam semesta.
Orang-orang yang sedang asyik bertempur, terpaksa menghentikan Pertempuran mereka untuk sementara.
Mereka semua kembali terjatuh diatas tanah. bahkan kini selain Bun Houw Lu Sun Xue Yen Si topeng besi dan Yi Yi.
Semua orang tidak ada yang sanggup berdiri lagi.
Mahluk itu melihat perubahan yang di tunjukkan oleh Lu Fan dia kelihatan agak sedikit gentar.
Firasatnya mengatakan bahaya besar sebentar lagi akan menimpa dirinya.
Dia pun bersiap menerima gempuran dahsyat tersebut dengan menghimpun seluruh kekuatan nya untuk melepaskan pukulan dahsyatnya menghalau serangan yang bakal di lepaskan oleh Lu Fan
Lu Fan melepaskan tebasan pemusnah Buddha dengan kekuatan penuh kearah mahluk itu.
Sebuah cahaya hijau keemasan melesat kearah mahluk itu, ditengah udara energi itu berbenturan dahsyat dengan kekuatan dahsyat mahluk itu yang terdiri dari 3 warna hijau merah dan kuning.
Ledakan dahsyat terjadi di udara seperti bom nuklir yang meledak menggetarkan seluruh alam semesta.
Seluruh formasi yang di buat oleh Lu Sun hancur berantakan tidak ada yang kuat menahan efek dari dua kekuatan besar yang berbenturan di udara.
Cahaya hijau keemasan Lu Fan tidak terhalau oleh kekuatan tiga cahaya mahluk itu, dan terus melesat dengan cepat menghantam mahluk tersebut yang masih terlindungi oleh perisai cahaya 3 warna yang menutupi dirinya.
"Fan er ikutin rapalan ku..!"
teriak Wu Song.
Lu Fan mengangguk tubuh Lu Fan kini menyedot energi alam Semesta dalam jumlah yang sangat besar, lalu dia mulai mengikuti rapalan jurus ke 10 pedang Naga Siluman Semesta yang Wu Song ajarkan.
Tubuh Lu Fan mengeluarkan 12 bayangan yang masing-masing memainkan satu jurus dari kitab Naga Siluman Semesta ajaran Wu Song.
Tapi mulai dari bayangan ke-sepuluh sampai ke 12 Lu Fan seperti keserupan memainkan jurus yang dia sendiri tidak tahu dan mengerti.
Wu Song juga menatapnya dengan sepasang mata terbelalak tak mempercayai yang dia lihat di depan matanya.
Setelah ke 12 bayangan menyatu ketubuh Lu Fan. tubuh Lu Fan berubah menjadi seekor Naga Hijau Raksasa .
__ADS_1
Wu Song terpental mundur oleh kekuatan dorongan Lu Fan yang tak terkendali.
Naga itu langsung menerjang kearah mahluk itu, mahluk itu yang sedang dalam kesulitan menahan serangan pertama Lu Fan.
Kini mendapat terjangan Naga raksasa' hijau tersebut.
Seluruh perisainya hancur berantakan, tubuhnya tertembus oleh Naga Hijau Tersebut.
Mahluk tersebut meledak hancur berkeping-keping.
Dua butir batu merah dan kuning jatuh diatas tanah dengan cahaya redup.
Hanya batu hijau yang melesat keatas langit kemudian menghilang.
Lu Fan jatuh terduduk lemas diatas tanah, tubuhnya sudah kembali normal, pedang Naga Siluman tergeletak tidak jauh darinya.
Tapi meski dalam keadaan tergeletak pedang tersebut masih tetap mengeluarkan aura mengerikan.
Wu Song bertindak cepat mengambil pedang tersebut meneteskan darah nya,
lalu memasukkan pedang tersebut kedalam sarung dan menyimpannya kedalam cincin dimensi.
Suasana menjadi hening setelah Lu Fan dan Wu Song akhirnya dengan susah payah berhasil melenyapkan mahluk tersebut.
Tapi masih ada satu janin iblis yang melarikan diri, tetapi baik Wu Song maupun Lu Fan tidak ada yang sanggup mengejarnya.
Mereka berdua sudah kehabisan tenaga dan sangat letih, Lu Sun tidak bisa membantu karena dia sendiri sedang berada di puncak Pertempuran melawan Bun Houw.
Sedangkan si Topeng Besi, tidak bergeming.
Dia lebih memilih melindungi Yi Yi istrinya daripada mengejar mahluk yang tidak jelas itu.
Kini Pertempuran kembali di lanjutkan, tapi kelihatannya sebentar lagi pasti akan berakhir.
Pasukan Rajawali Merah mulai tidak sanggup menahan gempuran Pasukan Naga Hitam.
Terutama dengan hadirnya Naga Hitam di sana kondisi Pasukan Rajawali Merah semakin tertekan.
Pertarungan Bun Houw melawan kedua gurunya juga telah mencapai titik puncak.
Di mana Bun Houw terpaksa menyambut kedua tangan gurunya yang melakukan pukulan dahsyat dari atas dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Keempat tangan menempel jadi satu saling dorong adu tenaga sakti pun terjadi.
Lu Sun di kelilingi 20 bola matahari kecil disekitar tubuhnya, sedangkan Xue Yen di kelilingi 18 bulan.