
Tapi ketika melihat siapa orang yang datang, Yi Yi bernapas lega.
Bun Houw berjalan masuk dengan khawatir dan bertanya kepada Yi Yi
"Yi Yi apa yang terjadi? kenapa kamu bisa ada di penginapan Lai Fuk ini.?"
Yi Yi tidak menjawab dia menatap Bun Houw dengan agak heran dan bertanya balik.
"Bun Houw ke ke kenapa kamu bisa ada di sini? bagaimana kamu tahu aku sedang ada di sini?"
Bun Houw menghela nafas kemudian berkata,
"Kamu ini di tanya malah balik bertanya."
Tapi Bun Houw tetap menjawabnya,
'Tadi aku sedang bekerja di kemah ku, tiba-tiba dari arah luar melayang sebuah pisau kecil menancap didepan meja ku."
"Pisau kecil membawa sepucuk surat, aku mengejar keluar tenda."
"Tapi si pelempar pisau telah pergi, aku tidak tahu siapa pelakunya."
Saat aku melihat isi surat yang mengatakan "kamu ada di penginapan Lai Fuk, dan berharap agar aku bisa secepatnya datang menolong mu."
"Aku pun buru-buru datang kemari." ucap Bun Houw.
Kemudian Bun Houw kembali bertanya,
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Yi Yi meminta Bun Houw duduk di sisi nya, kemudian dia menceritakan semua nya kepada Bun Houw.
Kecuali tentang kejadian dia bersama si pria topeng besi Yi Yi menyimpan hal itu dari Bun Houw.
Yi Yi juga menceritakan nasehat si topeng besi kepadanya.
Bun Houw terlihat berpikir, kemudian berkata,
"Kalau begitu orang yang menyuruh ku kemari tentu si topeng besi itu juga."
"Kelihatannya dia memang tidak punya maksud buruk terhadap kita."
Bun Houw berpikir saran si topeng besi, sangat masuk akal.
Dia yang bekerja pada kerajaan, mana mungkin pergi melawan seorang pangeran yang berkuasa.
Tapi di sisi lain dia juga tidak mungkin membiarkan Yi Yi kekasihnya, di ganggu oleh pangeran brengsek itu.
Satu-satunya jalan adalah mereka segera pindah, keluar dari Chang An terutama Yi Yi.
Setelah berpikir bolak balik akhirnya Bun Houw memutuskan untuk segera membawa Yi Yi pergi dari Chang An, mencari tempat tinggal baru di luar kota Chang An.
Sementara Bun Houw sedang sibuk berpikir mengamankan posisinya dan posisi Yi Yi.
__ADS_1
Yi Yi sendiri sibuk memikirkan, siapa kira-kira pria bertopeng besi itu.
Beberapa kali bayangan saat mereka berciuman terlintas di pikiran Yi Yi.
Yi Yi berusaha keras untuk melupakannya, tapi bayangan tersebut terus muncul.
Akhirnya Yi Yi menghentikan pikiran nya me mikir dan mencari tahu, siapa pria bertopeng besi itu.
Di saat bersamaan Bun Houw berkata,
"Sayang aku terlalu sibuk dan sering meninggalkan mu sendirian, barulah hal ini bisa terjadi."
"Ini salahku, maafkan aku sayang.' ucap Bun Houw menyesal.
Yi Yi menggenggam tangan Bun Houw kemudian berkata,
"Tidak ini bukan salah mu, hal seperti ini bisa terjadi kapanpun."
"Saat ini yang paling penting adalah menghindari hal ini berulang kembali."
Bun Houw menghela nafas panjang kemudian berkata,
"Saran dari pria bertopeng itu kurasa adalah saran yang cukup baik."
"Kalau kamu tidak keberatan bagaimana bila kita pindah dari Chang An."
"Maksudku kita mencari tempat tinggal keluar dari kota Chang An saja."
"Kamu tidak perlu khawatir, aku tetap akan sesering mungkin pulang menemui mu."
Ying Ying tersenyum lembut dan penuh pengertian dia berkata,
"Baiklah kalau begitu kita sekarang pulang beres-beres, setelah itu kita bisa keliling mencari tempat yang cocok."
Bun Houw dan Yi Yi pun pulang membereskan barang mereka, lalu mulai pergi keluar dari kota Chang An mencari tempat tinggal baru.
Setelah mencari-cari sampai sore hari, akhirnya mereka secara kebetulan menemukan sebuah pondok yang sepi jauh dari siapapun.
Letaknya agak terpencil di sebuah bukit yang asri dan indah, hanya tempat itu sangat sepi.
Yi Yi tidak keberatan karena dia bukan gadis lemah dan penakut lagi.
Sedangkan untuk kebutuhan nya, Bun Houw yang akan mengurusnya, mengirim nya kemari.
Sehingga Yi Yi tidak perlu lagi sibuk-sibuk membelinya sendiri lagi.
Sebenarnya ada beberapa orang yang diam-diam memantau gerak-gerik Yi Yi dan Bun Houw.
Dari sejak mereka pindah keluar kota Chang An sampai mereka menemukan tempat tinggal yang baru.
Tapi sebelum mereka pulang melapor, mereka dihadang oleh seorang pria bertopeng besi.
Yang langsung menghabisi mereka semua tanpa sisa. lalu mayat mereka sumua ditumpuk jadi satu dan di bakar.
__ADS_1
Agar tidak ada jejak yang tertinggal, setelah semua beres pria topeng besi dengan gesit berkelebat meninggalkan tempat tersebut.
Menuju bukit lain, yang letaknya tidak jauh dari pondok tempat tinggal Yi Yi dan Bun Houw.
Si topeng besi duduk diatas sebuah batu, di depan sebuah gua.
Dia duduk menatap bulan beberapa saat kemudian, dia melepaskan topengnya meletakkan di sisinya.
Wajah nya ternyata sangat tampan sepasang alis matanya yang tebal hitam berbentuk golok menambah ketampanannya.
hidung nya mancung bibir sedang tidak tipis tidak tebal tapi menawan.
Rahangnya memiliki garisyang jelas bila di lihat dari samping.
Menunjukkan keteguhan hati dan sifatnya yang keras.
Dagunya ada sedikit belahan ditengahnya, mirip lesung Pipit yang terletak di dagu.
Matanya bersinar tajam mencorong mirip mata seekor naga.
Kulit wajahnya sangat putih dan halus tidak kalah yu dibanding kulit wajah wanita.
Tapi dari guratan di dahi dan di sudut matanya, menunjukkan, ada kesedihan mendalam di dalam hati nya.
Yang tidak pernah bisa diungkapkan nya.
Setelah menghela nafas beberapa kali dia memakai kembali topeng besi nya.
Menutup mata dan mulai bermeditasi.
Begitu meditasi di mulai, 7 batang energi pedang bercahaya warna-warni seperti pelangi berputar-putar dengan lambat mengelilingi tubuh.
Tubuhnya perlahan-lahan melayang keatas, meninggalkan batu yang sedang dia duduki tadi.
Kira-kira mengambang diatas batu, berjarak 20 centimeter dari permukaan batu.
Pagi-pagi terlihat Bun Houw bergerak menuruni bukit tempat tinggal Yi Yi.
Lalu berkelebatan cepat menuju markas militernya.
Bun Houw melihat markas militer dan pasukannya tidak mengalami perubahan apapun.
Meski hampir seminggu ini dia meninggalkan markas menemani Yi Yi, agar terbiasa hidup ditempat yang baru.
Bun Houw tidak melihat ada perubahan apapun, selain mereka semakin rajin berlatih dan semakin matang ilmu tombak mereka.
Bun Houw di sambut oleh Alung Yue Fei dan kelima komandannya yang sepertinya sedang berunding dengan serius di markas utama tenda Bun Houw.
Melihat kedatangan Bun Houw, mereka semua segera berlutut memberi hormat.
Tapi Bun Houw langsung membangunkan mereka semua sambil bertanya,
"Kalian sedang berdiskusi apa kenapa begitu serius.?
__ADS_1
Alung menyerahkan sepucuk surat dari Jendral Bai buat Bun Houw.