LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
WU KUAN ( BENTENG PERTAHANAN WU )


__ADS_3

"Agar tidak membantu Shi Ma Ong melakukan pemberontakan."


"Selain hal itu apalagi ?"


tanya Shi Ma Ling sambil masih menatap tajam kearah ayahnya penuh selidik.


Shi Ma Yi merasa ada yang tidak beres dengan putrinya dengan hati-hati dia bertanya,


"Ling er kamu kenapa ? tidak biasanya kamu' bersikap seperti ini pada ayah."


"Jawab dulu pertanyaan ku, ayah.!"


ucap Shi Ma Ling mulai sedikit berteriak.


Shi Ma Yi menghela nafas panjang kemudian berkata,


"Ayah hanya bertanya padanya apa hubungan kalian berdua, apakah dia serius dengan mu ?"


Ayah...!! kenapa ayah tidak berbicara dengan ku dulu !? ayah langsung menginterogasinya..!"


"Aku benci dengan ayah...!"


"Ayah kukatakan padamu, selain dia, aku tidak akan pernah Sudi menikah dengan siapapun.!"


"Bila ayah memaksa, aku akan menyusul ibu menutup diri di kuil kedamaian, Mencukur rambut ku menjadi biksuni.!"


Melihat kemarahan putrinya Shi Ma Yi mulai paham kelihatannya putrinya mengalami cinta bertepuk sebelah tangan.


Shi Ma Yi menjadi menyesal telah ikut mencampuri urusan anaknya.


Sambil menutup mulutnya Shi Ma Ling berkelebat meninggalkan Shi Ma Yi sambil terisak dan bercucuran air mata dia terus berlari tanpa arah dan tujuan meninggalkan istana.


Shi Ma Ling setelah keluar dari kompleks istana seperti anak ayam kehilangan induknya.


Dia mencari kesana kemari tanpa arah dan tujuan hanya mengikuti arah langkah kaki nya, yang tidak punya arah dan tujuan.


Setelah mengelilingi seluruh kota Chang An seharian penuh.


Menjelang sore dia berjalan seorang diri dengan langkah lesu kembali ke kompleks istana.


Saat ingin memasuki kompleks istana, seorang anak kecil berusia 6 tahun menghampirinya dan berkata,


"Kakak kamu akhirnya kembali, aku menunggu mu di sini hampir setengah harian."


Shi Ma Ling meski sedang sedih marah dan kecewa.


Tapi melihat anak perempuan yang masih kecil dan lucu ini, Shi Ma Ling berjongkok di depan nya sambil tersenyum lembut dan membelai kepala anak itu, Shi Ma Ling bertanya,


"Anak baik, ada urusan apa kamu menunggu kakak disini ?"

__ADS_1


Anak kecil itu mengeluarkan sepucuk surat dari kantongnya dan berkata,


"Ada seorang kakak tampan yang membawa suling hitam, meminta ku menyerahkan surat ini pada mu."


Shi Ma Ling sangat terkejut mendengar ucapan anak itu, dia cepat-cepat bertanya.


"Adik manis katakan pada kakak, di mana pemuda yang membawa suling itu sekarang ? kalau kamu bisa membawa kakak menemuinya, kakak akan berikan uang ini pada mu."


Shi Ma Ling memegang sekantung uang perak ditangannya.


Anak kecil itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak tahu, kakak tampan hanya menitipkan surat, setelah itu kakak tampan langsung pergi."


Shi Ma Ling menghela nafas panjang, kemudian memberikan kantung tersebut kepada anak kecil itu.


Shi Ma Ling sekali lagi membelai kepala anak itu dan berkata,


"Terimakasih banyak adik kecil, sekarang kamu udah bisa pulang, hati-hati di jalan."


Anak kecil itu menatap Shi t Ling dengan wajah polos, kemudian dia menganggukkan Kepalanya dan berkata,


"Terimakasih kakak cantik."


Setelah mengucapkan terima kasih, gadis kecil itu, langsung pergi sambil bernyanyi riang dan melompat-lompat kecil.


Mengeluarkan isinya dan membacanya dengan wajah cemas.


Begitu membaca surat dari Wu Song air matanya mulai mengalir kembali membasahi pipinya.


Adik Ling saat kamu membaca surat ini, aku sudah pergi jauh menuju Luo Yang.


Ayah mu minta tolong kepada ku agar membantunya mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di kerajaan saat ini.


Aku tidak bisa menolaknya, anggap saja ini sebagai balasan atas Giok putih yang pernah kamu berikan padaku di puncak Hua.


Aku akan menyimpan nya sebagai kenang-kenangan dari seorang teman baikku, yang cantik jelita.


Aku sudah berjanji pada ayah mu akan membantunya mengatasi semua masalah yang ditimbulkan oleh Shi Ma Hui dan Shi Ma Ong.


Misi ini sangat rahasia juga berbahaya, sehingga aku tidak bisa membawamu turut serta maaf..


Aku hanya bisa berpamit dengan Lewat surat ini.


Mengenai perasaan mu kepada ku, aku sangat menghargainya dan berterima kasih, tapi maaf aku tidak bisa menerimanya.


Di hidupku ini, aku hanya mencintai dua wanita pertama adalah Lu Ping kedua adalah Ceng Ceng.


Kamu sangat cantik pintar dan baik, aku yakin suatu hari kamu akan menemukan jodoh yang tepat untuk mu.

__ADS_1


Dan aku yakin, pria itu pasti akan jauh lebih baik dari ku, dan akan membahagiakan mu lebih dari yang bisa kuberikan.


Oleh karena itu belajarlah untuk melupakan diriku, jangan mengikat diri mu dengan masa depan yang tidak jelas.


Bersama ku kamu tidak akan menemukan akhir dan status yang jelas.


Kuharap kamu mau mengerti, jaga dirimu baik-baik.


Wu Song.


Selesai membaca surat dari Wu Song dia melipatnya kembali dengan hati-hati lalu memasukkannya kembali kedalam amplop.


Shi Ma Ling menengadah menatap langit sambil termenung, sesaat kemudian dia menghapus airmata yang membasahi pipinya.


Dan memasukkan amplop surat itu ke saku di dadanya, Kemudian dia berjalan dengan lesu menuju samping bangunan kompleks istana.


Di mana disana berdiri sebuah vihara yang sangat besar dan megah


,didepan pintu masuk terlihat tiga huruf Ping An Si (vihara kedamaian).


Shi Ma Ling melangkah memasuki vihara tersebut, dimana terlihat seorang biksuni tua sedang berdoa dengan khusyuk.


Dihadapan sebuah patung Avalokitesvara ( Patung Dewi Kwan Im ).


Shi Ma Ling ikut berlutut disebelahnya dan memejamkan sepasang matanya, sambil merangkapkan sepasang tangannya didepan dada.


Sementara itu ditempat lain Yue Fei dan Sin Yi sudah tiba di depan Wu Kuan Gerbang pintu menuju kota Wan.


Yue Fei berteriak,


"Heiii...! yang berjaga di atas sana, siapa pimpinan kalian keluarlah aku ingin berbicara dengan nya."


Prajurit penjaga di atas benteng , membalas teriakan Yue Fei dengan berkata,


"Kamu siapa ? cepat laporkan nama dan maksud kedatangan mu.?"


Nama ku Yue Fei aku pimpinan pasukan Rajawali Merah, aku hendak numpang melewati gerbang Wu.


Tak lama kemudian di atas gerbang pertahanan Wu muncul seorang pemuda yang berseragam lengkap.


Dia lah Putra Jendral He yang ditugaskan oleh ayahnya untuk menjaga Wu Guan.


Begitu muncul dan melihat siapa orang yang berteriak di depan gerbang.


Jendral muda He Sin sangat terkejut, karena saat menyerang Chang An tempo hari, mereka sempat.bertemu, bahkan sempat Bentrok.


Jendral muda He Sin tahu benar kemampuan orang yang di depan nya, bukan hanya berilmu tinggi, tapi juga sangat cerdik dan banyak taktik.


Jadi dia berulang kali mengingatkan dirinya harus berhati-hati.

__ADS_1


__ADS_2