LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
DISKUSI DI KEDIAMAN SHI MA ONG,


__ADS_3

"Aku sengaja tidak kembali ke lembah Selaksa obat karena tidak yakin kalian berada di sana."


"Lagipula dari Jiang Nan menuju lembah ini lebih dekat, jadi aku putuskan Kembali ke lembah menunggu kalian."


"Dalam perjalanan setiap pagi aku sering merasa mual, sehingga aku mampir ke tabib yang ada di kota yang saya lewati untuk diperiksa."


"Inilah hasilnya.." ucap Se Se sambil mengelus perutnya dan tersenyum lucu menatap Wu Song.


Wu Song tersenyum canggung tidak menyangka, setelah nikah bertahun-tahun tidak punya anak.


Sekarang malah punya dua anak datang dari dua istri secara hampir bersamaan.


Wu Song menatap ke Se Se dengan penuh rasa bersalah,


"Maaf... Se er aku telah menyusahkan mu, membiarkan kamu sendirian menempuh perjalanan jauh dengan kondisi seperti ini."


Se Se tersenyum dan menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ini bukan salah mu, semua terjadi di luar kehendak mu, aku mengerti kok.. tenang saja."


Setelah Se Se selesai bercerita Wu Song juga menceritakan semua perjalanan nya sampai kembali ke lembah bersama ke tiga mertuanya.


Sementara itu di tempat lain Pangeran Shi Ma Ong yang kembali ke istananya bersama rombongan yang membantunya mengeroyok Wu Song.


Mereka semua terlihat sedang berdiskusi dengan serius mengenai langkah selanjutnya yang akan mereka ambil.


Shi Ma Ong yang terlihat berjalan kesana kemari, dengan kedua tangan dibelakang punggung sambil mengerutkan keningnya.


Seperti sedang berpikir keras langkah yang akan mereka lakukan, untuk menghadapi


Wu Song sebagai langkah antisipasi mulai sekarang.


Akhirnya Shi Ma Ong berhenti melangkah dan menatap kearah Koai Lau Jen dan Ouw Yang Kok sambil berkata,


"Kedua senior apakah kalian berdua punya ide untuk menghadapi Pendekar Suling Hitam.?"


Ouw Yang Kok mengerutkan keningnya dan berkata,


"Aku pernah bentrok dengan pemuda itu di lembah Selaksa Obat, tapi saat itu rasanya, dia tidak sesakti ini."


"Aku bahkan masih bisa berhasil melukainya dengan berat, bila bukan karena ada gadis bodoh yang menghadang pukulan ku dengan tubuhnya."


"Pasti pemuda itu sudah mampus saat itu juga."


"Kelihatannya pemuda tersebut menemukan suatu keajaiban sehingga kekuatan nya bisa berkembang sepesat ini."

__ADS_1


Ucap Ouw Yang Mo heran dan masih tidak percaya dengan peningkatan kemampuan Wu Song, yang sangat pesat dalam waktu singkat.


"Kalau hal itu anak kecil juga tahu, saat ini apakah ada solusi untuk mengatasinya itu yang paling penting," jengek Koai Lau Jen sinis dan mengejek.


Melampiaskan kekesalannya atas sikap Ouw Yang Mo yang sombong dan arogan beberapa waktu yang lalu sebelum Wu Song datang.


Ouw Yang Mo tentu saja tersinggung dan marah atas ucapan Koai Lau Jen yang terang-terangan menghina dan mengejeknya.


Dengan sepasang mata melotot seluruh tubuh di penuhi hawa Katak hijau.


Ouw Yang Mo berkata, dengan geram,


Apa kau ingin menantang berkelahi.?!"


Koai Lau Jen yang tentu tidak mau kalah pun berdiri dan menatap Ouw Yang Mo dengan tajam berkata,


"Siapa takut, kamu boleh coba...!"


Melihat hal ini Shi Ma Ong buru-buru berdiri dari duduknya dan berkata,


"Kita semua berada dalam satu perahu, semua hal bisa di bicarakan dengan baik-baik."


"Jangan sampai melukai jiwa kedamaian kedua belah."


ucap Shi Ma Ong berusaha mencegah bentrokan kedua senior yang kini berada di pihaknya.


Karena memandang wajah Pangeran Shi Ma Ong, Koai Lau Jen yang pertama kali duduk kembali.


Baru di susul dengan Ouw Yang Mo yang mengibaskan jubah hitam nya dan mendengus kesal kemudian duduk memunggungi Koai Lau Jen.


Koai Lau Jen setelah berdehem beberapa kali membersihkan tenggorokan dia pun berkata,


"Di dalam gua di taman Terlarang yang pernah pangeran datangi, ada dua gua Terlarang lainnya."


"Kekuatan kedua mahluk yang berada di dalam nya sangat besar, aku akan mencoba memanfaatkan kedua penghuni didalam gua tersebut untuk membantu kita."


"Tapi untuk gua kedua aku memerlukan seorang pemuda yang pintar membawa diri, untuk berpura-pura sebagai anak dari kakak seperguruan ku Fu San yang telah meninggal."


"Anak kakak seperguruan ku bernama Fu Lang , sedangkan ibu dari anak itu bernama Ling Mei." ucap Koai Lau Jen menjelaskan.


Si Ma Ong menatap Yi Dao dan berkata,


"Yi Dao bukan kah kamu memiliki adik tukang tipu begajulan yang tak berguna.?"


"Bawa dia kemari, biar dia ikut dengan Senior Koai Lau Jen, menjalankan misi tersebut, kalau berhasil aku akan berikan dia hadiah besar." ucap Shi Ma Ong serius.

__ADS_1


Yi Dao mengangguk, setelah memberi hormat kesemua yang hadir dia langsung pergi menjalankan tugas yang diberikan oleh Shi Ma Ong .


Shi Ma Ong kemudian bertanya,


"Senior bagaimana anda akan menangani kedua monster yang berada di gua pertama."


Koai Lau Jen sambil tertawa berkata,


"Tenang saja aku akan menggunakan ilmu Mi Hun Ta Fa ( Ilmu Pembetot Sukma) untuk menjinakkan kedua monyet tersebut.


"Agar bisa di gunakan untuk membantu kita, bila diperlukan."


Ucap Koai Lau Jen bangga sambil melirik kearah Ouw Yang Mo dengan senyum mengejek.


Ouw Yang Mo tentu menyadarinya, dan kini dia sedang berpikir keras, siapa yang kira-kira memiliki ilmu tinggi yang bisa membantunya berhadapan dengan Wu Song dan Lu Sun nanti.


"Setelah berpikir cukup lama akhirnya dia buka suara, aku akan kembali ke gurun, mencari teman lama ku yang kini sedang bertapa."


"Beliau bernama See Thian Lau Mo, ( Iblis Tua Langit Barat) orang-orang dunia persilatan jarang ada yang mengenal nya, mungkin hanya orang-orang yang berumur 200 tahun lebih yang pernah mendengar dan melihat wajahnya."


ucap Ouw Yang Mo tidak mau kalah.


"Bagus kalau begitu kita putuskan begitu saja." ucap shit Ma Ong kemudian dia melanjutkan berkata,


"Aku sendiri akan berangkat ke selatan mengajak raja pedang selatan dan Roda Maut untuk membantu pihak kita."


ucap Shi Ma Ong semangat.


Pai Hu Lao Jen tiba-tiba berkata,


"Aku pernah dengar cerita dari guru ku, bahwa di Gunung Fuji di negara Tai Yang (negara Matahari ) yang terletak disebelah timur laut."


"Di sana ada seorang sakti seperti dewa, berdiam di atas puncak gunung Fuji."


Shi Ma Ong mengangguk dan berkata,


"Siapa kira-kira yang paling cocok pergi menarik bala bantuan nya untuk berpihak pada kita."


Thie Mien Cin Jin Kemudian maju dan berkata,


"Aku akan pergi mencobanya Susiok Couwsu!"


Biksu Hong Sin juga menyumbangkan pendapat bahwa di daerah Utara sana juga terdapat seorang sakti bernama,


Raja Tinju Bintang Utara (Bei Xing Quan Wang).

__ADS_1


Dia mengetahui hal ini lewat cerita Biksu tua Hui Neng.


__ADS_2