LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MEMBUJUK BUN HOUW


__ADS_3

Yi Yi menatap Bun Houw dengan hati hancur dan sangat terluka, inilah pria yang pernah mengisi hatinya.


Yang membuatnya telah berkorban semua nya untuk dirinya, tapi hanya kesedihan dan kepahitan yang dia dapatkan dari nya sebagai balasannya.


Tapi anehnya dia tetap tidak bisa melupakan nya begitu saja, dia setiap detik setiap waktu tidak pernah berhenti terkenang dengan berbagai masa lalu mereka yang indah.


Dia sudah berusaha melupakan orang yang seharusnya dia lupakan ini, tapi dia tetap tidak bisa.


Seperti hari dia jelas-jelas tahu kedatangannya, hanya akan menimbulkan luka baru bagi hatinya yang sedang berdarah dan belum kering sepenuhnya.


Tapi dia tetap nekad datang kesini, mengorbankan kepercayaan Yang Jian yang begitu tulus mencintainya, bahkan demi dirinya dan anak yang jelas-jelas milik orang lain.


Dia telah mengorbankan nyawa dan matanya yang paling berharga demi keselamatan Yi Yi dan anaknya yang jelas-jelas bukan anak Yang Jian.


Dengan berlinang airmata menahan kepedihan di hatinya, Yi Yi berkata.


"Bun Houw ke ke kedatangan ku hari ini sebenarnya bukan ingin menjelaskan hubungan ku dengan dia.."


"Tapi karena kamu sudah menyinggungnya aku akan katakan sejujurnya pada mu, terserah kamu mau percaya atau tidak aku tidak perduli."


"Aku tetap akan mengatakan nya pada mu.."


"Dari sejak kamu menikah dengan Tuan putri Shi Ma Yen, aku sudah mengandung anak mu Xie Thian San..."


"Ini adalah jam dan tanggal lahir Xie Thian San, bila tidak percaya kamu bisa cek ke tabib Huo di Chang An yang pertama memeriksa kandungan ku..."


"Xie Thian San adalah anak mu, hal ini tidak bisa kamu pungkiri sampai kapan pun.."


"Satu-satunya yang bukan dari mu dan datang dari Yang Jian adalah nama Thian San, karena selama kamu pergi meninggalkan ku."


"Dia lah yang pagi siang malam selalu menjaga dan melindungi kami ibu dan anak."


"Pernah rekan mu Koai Lau Jen dua kali ingin membunuh kami ibu dan anak ."


"Bila bukan karena Yang Ta ke aku tidak mungkin bisa berbicara lagi dengan mu di sini.."


"Dia jua lah yang menyamar sebagai seorang nenek agar bisa tetap menjaga kami, tapi juga menjaga nama baik dan kesucian ku.."


Wajah Bun Houw sebentar pucat sebentar merah dia tidak tahu harus berkata apa.


Di dalam hati dia berpikir apakah selama ini aku yang salah, apakah selama ini aku yang telah berdosa menyia-nyiakan mereka.


Perlahan-lahan tatapan mata Bun Houw yang dingin, kini berubah menjadi tatapan penuh rasa sesal yang mendalam.


Dia hanya bisa berdiri mematung menatap Yi Yi dengan penuh perasaan bersalah.

__ADS_1


Dia sangat mengenal Yi Yi wanita di hadapannya ini tidak pernah sekalipun berkata bohong dengannya.


Lagipula secara logika saja, bila dia ingin menipunya, buat apa dia datang ketempat berbahaya ini seorang diri.


Jelas-jelas posisi dirinya lah yang sedang sangat tidak baik, jadi Yi Yi sama sekali tidak perlu mengambil resiko ini.


"Bun Houw ke ke ku mohon padamu sadarlah jangan terus kan lagi cita-cita semu mu itu.."


"Sekarang bila kamu mau berubah pikiran masih sempat, kamu boleh gunakan aku sebagai sandera."


"Aku yakin ayah dan suami ku pasti akan melepaskan mu..demi keselamatan ku.."


Bun Houw menatap Yi Yi dengan tatapan bahagia, kemudian sambil menggelengkan kepalanya dia berkata,


"Maaf Yi Yi aku bukan pria yang pantas untuk kamu berkorban sejauh itu.."


"Aku juga tidak akan pernah meninggalkan sahabat dan saudara-saudara yang mempercayakan nasib mereka pada ku."


"Bagi ku asal mereka bisa selamat, biar tubuh dan tulang ku hancur menjadi butiran debu, aku tidak akan pernah menyesalinya."


"Mungkin hanya itu sedikit kebanggaan yang tersisa dalam hidup ku yang tidak berguna ini."


Bun Houw membalikkan badannya dan berkata,


"Aku tidak boleh menambah hutang ku lagi.."


"Di kehidupan ini aku tidak bisa membalas semua kebaikan mu dan rasa cinta mu yang tulus dan sangat besar"


"Mungkin di kehidupan berikutnya aku baru bisa membayar semuanya."


"Yang Jian adalah pria yang sangat baik, jauh lebih baik dari ku, aku yakin bersama nya kamu akan sangat bahagia.."


"Lupakan lah aku, aku bukan pria yang pantas untuk mendampingi wanita sebaik diri mu.."


"Dalam hal ini bukan kamu yang tidak setia, tapi akulah yang sejak awal menyodorkan anugrah terbaik ku kepada orang lain."


"Sampai jumpa di kehidupan berikutnya.."


Tanpa menunggu jawaban Yi Yi, Bun Houw langsung melesat pergi,


meninggalkan tempat itu dengan Wu Ying 72 Pian Pu.


Di mana Bun Houw seperti bisa hilang dan muncul ditempat yang dia inginkan.


Yi Yi berdiri mematung tidak tahu mau berkata apa, tubuhnya tiba-tiba terasa lemas, dia tentu akan terguling bila tidak muncul Yang Jian menopangnya.

__ADS_1


Yi Yi terbelalak kaget melihat siapa yang muncul menyanggah dirinya agar dia tidak roboh.


"Yang Ta Ke kamu...kamu .. kenapa ada di sini...aku...aku..."


"Tidak perlu di bahas lagi, aku sudah mengetahui semuanya.."


"Bila kamu ingin memaksa Bun Houw pergi dengan mu.. aku bisa menangkap nya sekarang untuk mu ."


"Dan membawa kalian pergi ketempat yang jauh untuk hidup bersama-sama dengan Thian San, sebagai keluarga yang lengkap dan bahagia.."


ucap Yang Jian lembut.


Tidak terlihat ada sedikitpun kemarahan kekecewaan dalam sikapnya.


Yang Jian terlihat sangat sabar menanggapi semuanya, tidak ada kesan menyalahkan sama sekali.


Yi Yi menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berkata,


"Maafkan aku Yang ke ke,...aku sudah sangat bersalah dalam hal ini.."


"Aku...aku.."


"Sudahlah sayang tak perlu di katakan dan di jelaskan lagi atau pun minta maaf, aku sudah mengerti semuanya.."


potong Yang Jian sambil menutup bibir Yi Yi dengan jarinya.


Yi Yi menghindar dan berkata dengan panik,


"Tidak Yang Ke ke aku harus menjelaskan semuanya, kamu harus percaya pada ku.."


Yang Jian mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau kamu ingin menjelaskannya, aku akan mendengarkan penjelasan mu nanti."


"Tapi bila ingin menolong Bun Houw dan menyelamatkan nya, sekarang lah saatnya."


"Bila menunggu besok dan pecah perang, aku tidak bisa menolongnya lagi."


ucap Yang Jian menatap Yi Yi dengan serius.


Yi Yi menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berkata,


"Kamu salah mengerti dengan maksud ku, kita kembali ke kemah aku akan jelaskan semuanya pada mu."


"Kamu harus percaya pada ku, aku tidak mungkin meninggalkan mu seorang diri.."

__ADS_1


__ADS_2