LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERAYAAN SATU BULAN KELAHIRAN CIN HAI,


__ADS_3

Wu Song merangkul Ceng Ceng dengan mesra, Wu Song sudah sangat lama tidak bersentuhan secara intim dengan wanita.


Kini berada dalam posisi yang begitu dekat dan menempel menjadi satu dengan Ceng Ceng.


Yang berkulit halus lembut dan wangi, Wu Song dapat mencium wangi rambut istrinya yang sangat familiar baginya.


Tanpa dapat ditahan kejantanan nya berdiri menyentuh lembut bagian pinggul Ceng Ceng yang bulat dan padat.


Ceng Ceng wajahnya menjadi merah ketika merasakan benda suaminya yang sangat dirindukan nya menyentuh pinggulnya.


Ceng Ceng berkata pelan,


"Song ke ke apakah kamu menyesal memiliki istri yang lemah dan tidak berguna, sampai tidak dapat memberikan pelayanan selayaknya seorang istri padamu..?"


Wu Song yang mendengar kata-kata itu nafsunya langsung hilang seperti disiram air dingin.


Dia langsung sadar, perbuatan nya barusan menyakiti perasaan Ceng Ceng yang sedang sakit, tidak seharusnya dia seperti itu tadi.


Wu Song diam-diam mengutuk kelakuan dirinya yang tidak bisa melihat situasi dan mengontrol nafsunya.


Wu Song merasa lengannya yang digunakan Ceng Ceng sebagai bantal kini basah oleh airmata.


Kejantanan Wu Song yang berdiri tadi langsung lemas kembali.


Wu Song cepat-cepat berbisik menenangkan Istrinya.


"Sayang kamu jangan berpikir yang bukan-bukan, aku tidak pernah menyesal sedikitpun bersama mu, bahkan aku merasa aku adalah pria paling beruntung di dunia."


"Aku tidak menggombal ataupun menghiburmu, sekarang aku tanya padamu kalau kamu tidak memberikan pelayanan yang baik padaku selama 3 bulan kita di Hua San..?"


Bagaimana mungkin saat ini ada Cin Hai,? kamu bahkan mempertaruhkan nyawa mu demi melahirkan buah cinta kita dengan selamat."


"Yang barusan terjadi adalah kebodohan ku sebagai seorang suami yang tidak bisa melihat situasi dan bersikap egois."


"Jadi maafkan suamimu yang egois ini ya."


"Semua itu terjadi tidak sengaja, itu semua terjadi karena kamu begitu cantik, tubuhmu sangat menggoda meski baru melahirkan sekalipun."


"Ditambah lagi wangi tubuh dan rambut mu yang sangat familiar dan menggoda sehingga tanpa sadar aku jadi lepas kendali maafkan aku ya sayang."


Ceng Ceng terkikik geli mendengar penjelasan Wu Song, kesedihan nya hilang tersapu bersih oleh kata-kata Wu Song barusan.


Dengan suara pelan Ceng Ceng bertanya,

__ADS_1


"Song ke ke... apakah kamu sangat... menginginkan nya?... aku siap...mmm,"


Wu Song menutup mulut Ceng Ceng dan berbisik ditelinga nya,


"Tidak sayang, saat ini belum boleh. sekalipun aku sangat ingin aku juga tidak mau melakukan nya saat ini."


"Sekarang ayo kita tidur, kalau benda tidak tahu diri itu kembali mengganggumu, abaikan saja."


"Bila kamu risih dan terganggu biar aku kembali ke kursi panjang saja."


Ceng Ceng kembali terkikik geli mendengar kata-kata Wu Song barusan, hatinya sangat bahagia dan senang.


Dia malah mengulurkan tangannya menarik pinggul Wu Song untuk merapat.


Ketika merasakan benda suaminya kembali mengeras.


Sambil tersenyum dia memejamkan mata nya menikmati kemesraan yang diberikan Wu Song padanya.


Sesaat kemudian terdengar tarikan dan hembusan nafas halus dari Ceng Ceng pertanda dia sudah tertidur lelap.


Wu Song sendiri kesulitan tidur, baru menjelang subuh dia akhirnya tertidur.


Wu Song merasa baru tidur sebentar ayam sudah berkokok membangunkan nya.


Baru Wu Song bangun dan keluar dari kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat Ceng Ceng.


Setelah semua sarapan siap, Wu Song menutup masakan nya dengan rapat dan rapi baru pergi mandi.


Selesai mandi dan berganti pakaian bersih, baru dia membawa nampan berisi sarapan Ceng Ceng kekamar.


Dia sendiri dengan telaten menyuapi Ceng Ceng sampai selesai.


Selanjutnya baru diserahkan pada pelayan untuk mengelap dan membersihkan tubuh Ceng Ceng serta berganti pakaian baru.


Dalam sela waktu itu Wu Song gunakan untuk mendalami kitab ke 4 yang belum sempurna dia mendalaminya.


Selain itu dia juga coba baca-baca kitab kekosongan dan tidak memiliki kemampuan.


Sekilas baca kitab itu adalah kitab puisi dan syair-syair yang berisi nasehat jalan kebenaran.


Tapi bila diteliti lebih mendalam didalamnya terkandung rahasia dan misteri yang sulit di pecahkan.


Semakin sulit dipecahkan Wu Song menjadi semakin penasaran, Wu Song telah menghapal seluruh isi kitab tersebut.

__ADS_1


hanya pemahaman nya yang belum berhasil Wu Song pecahkan misteri nya.


Menjelang siang sehabis mandi Wu Song akan menjenguk dan melihat kondisi Ceng Ceng yang sedang tertawa bahagia bermain dengan Cin Hai bayi mereka berdua.


Wu Song akan ikut menemani sebentar kemudian dia akan kembali ke dapur menyiapkan makan siang untuk Ceng Ceng kemudian menyuapi Ceng Ceng seperti pagi hari tadi.


Baru dia sendiri akan makan setelah membereskan semua mangkok piring bekas makan dia akan menemani Ceng Ceng istirahat siang.


Menjelang sore sehabis Ceng Ceng membersihkan diri, bibi Hua akan mengantar Cin Hai kekamar Ceng Ceng.


Menjelang makan malam baru bibi Hua kembali menjemput Cin Hai kekamar nya.


Makan malam Ceng Ceng tidak menginginkan Wu Song menyiapkan untuknya, dengan alasan ingin di temani Wu Song.


Sehingga Wu Song tidak bisa menolaknya, Wu Song terpaksa pasrah membiarkan para koki yang menyiapkan makan malam untuk mereka.


Pada hari ke 4 Ceng Ceng sudah mulai bisa berjalan sedikit-sedikit di dalam kamarnya.


Pada hari ke 6 Ceng Ceng mulai bisa keluar dari kamarnya, tapi Wu Song masih terus merawat dan menjaganya.


Ceng Ceng kadang-kadang secara diam-diam menangis sedih sendirian, dia sangat menyadari kondisi tubuhnya yang kian hari kian lemah.


Dia tahu waktu kebersamaan nya dengan suami dan anaknya tidak lama lagi.


Dia tidak terlalu khawatir dengan Cin Hai yang memiliki bibi Hua dan kakeknya yang mengurusnya dengan sangat baik.


Hanya kasihan Cin Hai harus tumbuh tanpa kasih sayang dari dirinya.


Yang sangat dia khawatir kan dan tidak rela meninggalkan nya adalah Wu Song.


Dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Wu Song bila dia pergi nanti.


Siapa yang akan menjaga merawat dan menghibur Wu Song. yang pasti Wu Song akan terpuruk dalam kesedihan dan kesepian.


Hari ini adalah tepat satu bulan kelahiran Cin Hai, seluruh kediaman perdana menteri sangat ramai.


Banyak tamu yang datang memberi ucapan selamat kepada Si Ma Jian atas acara satu bulanan Cin Hai.


Pesta jamuan berlangsung meriah yang tidak kelihatan hanya Wu Song dan Istrinya Ceng Ceng.


Dalam beberapa hari terakhir ini kesehatan Ceng Ceng melemah, dia kini tidak dapat turun berjalan selalu tergolek lemah didalam dekapan Wu Song atau bersandar di kasur.


Wu Song menyadari waktu Istrinya sudah semakin dekat hati Wu Song sangat sedih dan sakit tapi dia tidak berdaya.

__ADS_1


Segala upaya telah dia lakukan dengan max, semua ini sudah takdir suka atau tidak suka dia harus menerimanya.


__ADS_2