LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PESTA KECIL DI KAMAR PERMAISURI


__ADS_3

Selir Mimi pura-pura terkejut dan berkata,


"Ahh yang mulia ada di sini maaf saya tidak memberi hormat."


Selir Mimi pura-pura ingin bangun memberi hormat.


Tapi raja Sanggha langsung mencegah nya dan berkata,


"Sayang kamu jangan banyak bergerak dulu jaga kesehatan mu lebih penting."


"Ayo berbaring lah.."


"Maaf Yang Mulia aku membuat mu khawatir, dan jadi repot harus menjaga ku disini dan tidak bisa beristirahat dengan benar."


ucap Selir Mimi pura-pura sedih.


Kaisar sangat tersentuh dengan sikap Selir Mimi yang berubah menjadi sangat mesra dan memperhatikannya.


Padahal selama ini selir ini selalu bersikap dingin kepada nya.


Sejak ikut dengan nya ke istana, dia bahkan tidak pernah melihat senyum dari selir kesayangan nya ini.


"Tidak apa-apa, kamu istirahat lah dengan tenang sayang ku, biar aku duduk disini menjaga mu."


ucap raja Sanggha lembut sambil menggenggam erat tangan Selir Mimi.


Dengan wajah malu-malu selir Mimi berkata,


"Yang mulia, bila anda berkenan berbaringlah disebelah Mimi, Mimi agak sedikit dingin tidur sendirian."


Mendengar ucapan selir kesayangannya tanpa membuang membuang waktu lagi, Raja Sanggha langsung melepaskan jubah kebesarannya dan pakaian luarnya.


Lalu buru-buru ingin naik keranjang mendekap istri kesayangannya yang sangat cantik dan wangi.


Tapi baru Raja Sanggha naik kek kasur, selir Mimi menahan dadanya dengan lembut, lalu berkata,


"Yang mulia kita tidur enak-enak sedangkan ke 4 Raja Langit diluar berdiri kedinginan kasihan mereka."


"Sayang kamu tidak perlu urus mereka, ayo kita tidur itu sudah tugas tanggung jawab mereka."


ucap Raja Sanggha kemudian kembali ingin mendekap Selir Mimi.


Tapi selir Mimi dengan senyum penuh arti dengan wajah merah berkata,


"Tapi aku risih dan malu, dengan kehadiran mereka Yang Mulia.."


"Ahh itu,Ha..ha..ha.. maafkan aku sayang aku jadi pikun kalau sudah melihat mu."


"Kalian berempat sudah bebas tugas, pergilah istirahat...!!"


teriak raja Sanggha tanpa meninggalkan kasurnya.

__ADS_1


Terdengar sahutan dari luar,


"Baik Yang Mulia terimakasih..!"


Kemudian terdengar langkah kaki menjauh.


Dengan sikap manja, selir Mimi menurunkan korden, kemudian dia berbaring manja dalam pelukan Raja' Sanggha.


Ketika raja Sanggha mulai terpancing nafsunya dan ingin melakukan lebih.


Terdengar suara Selir Mimi berkata,


"Yang Mulia maaf kondisi ku belum pulih, hamba takut nanti akan mengecewakan Yang Mulia.."


"Harap Yang Mulia bersabar sedikit, setelah Mimi pulih Mimi berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Yang Mulia."


"Agar bisa segera memberikan nadi naga (anak ) kepada yang mulia.."


Raja Sanggha tertawa gembira dan berkata,


"Baik-baik, maaf sayang aku terlalu tidak sabaran.. ayo kita tidur.."


Suasana di dalam kamar pun menjadi hening, hanya terdengar suara nafas halus orang yang sedang tertidur pulas.


Sementara itu 4 Raja Iblis mereka setelah di bebas tugaskan mereka buru-buru menghabiskan arak jatah mereka masing-masing.


Kemudian mereka berempat segera pergi ke istana kediaman Permaisuri, ketika tiba di gerbang istana mereka langsung di sambut oleh Ching Kuai yang sedang menanti mereka.


Setelah tiba di kamar Permaisuri yang pintunya tertutup, Ching Kuai dengan santai mendorong nya hingga terbuka.


Kemudian mempersilahkan ke 4 orang itu untuk masuk menikmati hidangan yang masih mengepulkan uap panas dan sangat wangi itu.


Setelah mereka masuk dan duduk, Ching Kuai pun buru-buru permisi dari kamar itu dan menutup kembali pintu kamar dengan rapat dari luar.


Setelah itu sambil tersenyum penuh arti Ching Kuai buru-buru meninggalkan tempat tersebut.


Ching Kuai sebelum pergi berpesan kepada semua orang,


"Atas pesan dari Permaisuri, siapapun dan apapun yang terjadi tidak boleh ada yang masuk ke kamar Permaisuri."


"Bila melanggarnya resiko tanggung sendiri.."


ucap Ching Kuai memberikan ancaman.


Yang langsung di sambut dengan anggukan kepala penuh ketakutan.


Mereka semua hapal sikap Permaisuri, mereka tidak ada yang mau mencari penyakit untuk diri sendiri.


Ching Kuai adalah tangan kanan kepercayaan Permaisuri, semua orang juga tahu, ucapan Ching Kuai sama dengan ucapan Permaisuri.


Jadi tidak ada yang berani menanggapinya dengan main-main.

__ADS_1


Sementara itu keempat orang itu makan minum sepuasnya, sambil tertawa-tawa senang.


Semakin makan mereka merasa tubuh mereka semakin panas dan bergairah.


Tiba-tiba terdengar suara erangan manja dari arah ranjang yang tertutup korden.


Keempat orang itu saling pandang, kemudian pimpinan yang biasa di panggil kakak pertama, bergegas berjalan kearah ranjang.


Lalu dia menyingkap korden melihat apa yang terjadi, dia sangat terkejut saat melihat siapa yang sedang terbaring disana dan mengeluarkan suara erangan aneh.


Dia sedikit terbelalak tak percaya sambil mengucek-ngucek matanya,


Ketiga saudaranya yang lain melihat sikap aneh kakak nya segera bergerak menghampirinya sambil bertanya,


"Kakak pertama apa yang terjadi.."


Tapi saat melihatnya mereka juga di buat ikut terpana.


Mereka ber 4 melihat Permaisuri yang terlihat sangat cantik luar biasa sedang menatap kearah mereka dengan tatapan sendu penuh bir*hi.


Permaisuri terbaring dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun menempel ditubuhnya, kulitnya yang putih mulus kemerahan ditambah wajahnya yang merah merona.


Membuatnya terlihat sangat menggoda, meski sudah berumur 40 tahun, tapi karena selalu terawat dengan sangat baik.


Ditambah sewaktu mudanya, dia memang sangat cantik mempesona.


Sehingga kini meski sedikit berusia, tapi dia masih terlihat sangat mempesona dan menggoda.


Permaisuri terlihat menggelinjang lemah seperti cacing kepanasan, dengan wajah dan sekujur tubuh sedikit kemerahan.


Sebagai ahli silat, sekali lihat ke 4 orang itu juga tahu Permaisuri sedang dalam keadaan tertotok jalan darahnya.


Dengan jari gemetar orang pertama berusaha menahan gelora nafsunya yang hampir meledak.


Dia mengurut jalan darah di dada Permaisuri yang membusung indah dengan puncak yang kecil berwarna merah jambu.


Kakak pertama berusaha menahan diri mati-matian saat jarinya menyentuh kulit Permaisuri yang halus dan lembut.


Tapi begitu totokan terbuka, Permaisuri dengan gerakan liar langsung menarik dirinya kebawah dan melingkarkan sepasang tangannya yang putih halus dilehernya.


Dan memberikan ciuman berapi-api kepadanya, kali ini kakak pertama tidak bisa menahan diri lagi.


Dia langsung menerkam Permaisuri dengan sama ganasnya.


Melihat apa yang di lakukan oleh kakak pertama nya, ketiga saudaranya yang sebenarnya dari tadi juga hampir tidak kuat.


Kini langsung bergerak tanpa di komando, seperti serigala kelaparan langsung menyerbu tubuh Permaisuri.


Mereka bagaikan serigala kelaparan yang sedang kelaparan memperebutkan mangsa seekor domba putih yang terus merintih tak berdaya.


Sebenarnya Wu Song cuma menotok Permaisuri, dan memberikan nya obat, tapi dia tidak bisa melakukan perbuatan mesum menelanjangi Permaisuri.

__ADS_1


Yang melakukan semua ini adalah atas inisiatif pribadi Ching Kuai, Wu Song sama sekali tidak berpesan dia melakukan hal itu.


__ADS_2