
Wu Song menundukkan kepalanya memberikan ciuman lembut di bibir Shi Ma Sian yang sudah mulai dingin dan kering...
Shi Ma Sian tersenyum manis menatap Wu Song kemudian matanya perlahan lahan terpejam.
Kepala nya pun terkulai kesamping, gadis cantik itu telah menghembuskan nafas terakhir nya sambil tersenyum di dalam pelukan pria yang sangat dia cintai dan kagumi itu.
"Sian er...!! Sian er...!! Sian er...!!"
"Argggghhhh.....!!"
Teriak Wu Song melepaskan kepiluan hatinya, yang membuat seluruh Hua San bergetar hebat seperti hendak runtuh.
Setelah beberapa waktu hati Wu Song mulai tenang kembali dia teringat dengan Shi Ma Ling yang masih berada di tepi jurang menantinya.
Wu Song pun menggendong Jasad Shi Ma Sian yang masih hangat terbang menuju puncak tebing.
Wu Song mendarat ringan di samping Shi Ma Ling dan berkata,
"Ling Mei,...Sian er telah pergi,...mari kita kembali ke Chang An untuk urus pemakaman nya.."
Shi Ma Ling mengangguk tidak bisa menjawab karena dia harus menahan sedu sedan dan Isak tangisnya yang tertahan oleh tangan yang menutupi mulutnya sendiri.
Melihat kondisi ini, Wu Song langsung mengambil inisiatif merangkul pinggang Shi Ma Ling yang ramping.
Membawanya terbang menuju Chang An.
Kedatangan Wu Song yang membawa jasad Shi Ma Sian di sambut suara jeritan dan tangisan dari seluruh keluarga Shi Ma dan para dayang istana.
Wu Song tidak berkata apa-apa dia hanya memejamkan matanya, menahan airmata yang runtuh dari sudut matanya.
Wu Song teringat dengan jelas semua kebaikan dan perhatian yang besar dari gadis ini, kepada dirinya membuat dia sangat sedih menyesal dan merasa bersalah.
Setelah acara pemakaman selesai, Shi Ma Yan berjalan mendekati Wu Song dan berkata,
"Kakak Song Sian er pernah berpesan bila suatu hari dia tidak dapat mendampingi mu."
"Aku harus memberikan bungkusan ini kepada mu.."
ucap Shi Ma Yan penuh kesedihan dan airmatanya terus menetes.
Wu Song menerima nya dengan tangan gemetar bungkusan yang terbungkus rapi dengan kain sutera yang sangat lembut.
Wu Song memperhatikan nya sebentar kemudian memasukkan nya ke dalam cincinnya.
Setelah itu dia berkata,
__ADS_1
"Baginda saya tidak bisa berlama-lama di sini, mohon maaf garis depan sana masih memerlukan kehadiran ku."
"Aku sudah pergi beberapa hari tidak tahu apa yang terjadi di sana."
Shi Ma Yan mengangguk dan berkata,
"Terimakasih banyak kakak Song, tapi kakak Song tidak perlu terlalu khawatir.."
"Aku mendapat laporan bahwa, Shi Ma Ong dan Xie Bun Houw saat ini terperangkap di Luo Yang.."
"Hu Lau Kuan kini di bawah pimpinan Panglima Sie dan menantunya Yang Jian yang tak lain adalah si Topeng Besi yang sangat sakti."
"Sedangkan Han Gu Kuan kini di bawah pimpinan Sang Legenda Jendral Naga Hitam dan isteri nya dari pulau es yang perkasa."
"Beserta seluruh pasukan Naga Hitam..dan ke 7 pimpinan mereka.."
"Selain itu masih ada He Siong dan pamannya Ma Yen Lung, Jendral Kam dan Wu beserta Pasukan mereka."
ucap Shi Ma Yan menutup penjelasannya dengan gembira.
Wu Song mengangguk angguk mendengar penjelasan Kaisar Shi Ma Yan..
Sesaat kemudian dia berkata,
"Yang mulia Wu Song ada satu permintaan tidak patut, tapi demi teman Wu Song memberanikan diri memohon hal ini pada Yang Mulia..."
ucap Shi Ma Yan sambil menunggu penjelasan Wu Song lebih lanjut.
"Raja Sanggha sekarang bukan ancaman lagi, bisakah yang mulia mengampuninya dan melepaskan nya kembali ke suku Hui.."
"Ahh Raja Khitan itu, .. dia masih memiliki kekuatan yang besar di khitan, kalau melepaskan diri nya sama dengan melepaskan harimau kembali ke gunungnya..."
"Untuk masalah besar ini aku harus merundingkan nya dulu dengan kakek.."
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Terimakasih Yang Mulia itu sudah sepantasnya demi keamanan negara..."
"Baiklah kalau begitu sekarang saya pamit permisi dulu..."
Wu Song pun membalikkan badannya bersiap terbang kembali ke garis depan.
"Tunggu kakak Song...!!"
"Ya,..."
__ADS_1
"Kakak Song tidak mengunjungi bibi kecil, ? dia mungkin ingin berbicara dengan mu.."
ucap Shi Ma Yan tersenyum nakal..
Wajah Wu Song menjadi merah, dulu dia memang meninggalkan gadis itu tanpa pamit, kemarin kembali bertemu mereka juga tidak sempat berbicara.
Karena masalah kematian Shi Ma Sian dan pemakamannya.
"Saat ini belum bisa setelah semua masalah ini selesai aku baru bisa pergi ngobrol dengan nya.."
ucap Wu Song kemudian melesat terbang ke udara meninggalkan Chang An.
Wu Song tidak langsung pergi ke Han Gu Kuan menemui gurunya, dia mencari tempat yang sepi.
Wu Song duduk dibawah sebatang pohon yang teduh, dia sedikit penasaran dengan isi bungkusan dari Shi Ma Sian.
Wu Song membuka bungkusan tersebut ternyata berisi dua ukiran patung yang sangat halus satu adalah dirinya, satu lagi adalah ukiran patung Shi Ma Sian sendiri.
Selain itu terdapat sepucuk surat dan sebuah buku yang ditulis dengan sangat indah dan rapi.
Wu Song melihat isi buku itu ternyata adalah buku resep makanan tulisan tangan Shi Ma Sian sendiri.
Wu Song kemudian membuka surat tersebut dan melihat isinya.
"Kakak Song saat kamu membaca surat ini, berarti aku tidak bisa mendampingi mu lagi."
"Apapun itu alasannya yang jelas aku tidak bisa lagi bersama dan berdekatan dengan mu lagi."
"Aku sudah tahu dari kakak ku, Song ke ke sudah punya istri dan anak, aku tahu meski aku tidak berkeberatan menjadi yang ke 3 ataupun yang kesekiannya."
"Tapi kakak Song pasti keberatan, meski sedih tapi aku harus siap menerima nya."
"Karena sikap setia kakak Song ini justru membuat Sian er semakin kagum dengan kakak Song.."
"Sian er tahu cinta sejati bukan berarti harus memiliki, cinta sejati adalah bisa melihat orang yang kita kasihi bahagia, kita pun bisa turut bahagia itu barulah cinta sejati."
"Itu adalah teori, kenyataan akan sangat sulit, tapi Sian er akan berusaha mencobanya..."
"Sian er tidak akan pernah bisa melupakan Song ke ke, Sian juga berharap Song ke ke tidak akan pernah melupakan Sian er.."
"Meski tidak bisa bersama, setidaknya Song ke ke jangan pernah lupakan Sian er..ya.."
"Supaya Song ke ke bisa terus mengingat Sian er.."
"Sian er berikan buku resep masakan tulisan tangan Sian er sendiri, yang merupakan kumpulan semua kemampuan masak Sian er.."
__ADS_1
"Sian er harap Song ke ke bisa berikan buku ini ke istri Song ke ke, biar dia bisa menggantikan Sian er tiap hari masak untuk Song ke ke.."