
Pria bertopeng besi membuka matanya, tubuhnya melayang turun duduk kembali diatas batu.
Ketujuh energi pedang yang mengelilinginya juga lenyap, Pria bertopeng mengulurkan tangannya menangkap merpati putih di dekatnya yang jinak.
Mengambil tabung yang terikat di kaki merpati putih itu, kemudian melepaskan merpati putih tersebut dan memberinya makan.
Baru pria bertopeng membuka gulungan surat di dalam tabung, membacanya sejenak kemudian mengangguk-angguk.
Kemudian menulis sepucuk surat balasan memasukkan kedalam tabung kecil, mengikat nya kembali ke kaki burung tersebut.
Selesai makan burung itupun terbang meninggalkan tempat pria bertopeng,
yang kembali memejamkan mata melanjutkan meditasinya.
Saat sore menjelang matahari tenggelam,
si Topeng besi akan bersembunyi di tempat yang jauh, diam-diam mengamati Yi Yi
Yang berdiri termenung seorang diri dengan wajah sedih dan kesepian, menunggu seseorang yang entah kapan baru akan pulang.
Sampai matahari terbenam suasana menjadi gelap dan dingin, Yi Yi pun masuk kedalam pondoknya.
Si topeng besi dengan wajah sedih kembali ke depan gua nya melanjutkan meditasi.
Bun Houw akhirnya tiba di Xiang Ping bersama seluruh pasukannya, gubernur dan jenderalnya sangat terkejut.
Saat mengetahui bahwa bala bantuan Jendral Bai baru akan tiba 4 bulan lagi.
Saat ini hanya ada 5000 pasukan yang dipimpin oleh seorang perwira muda pula.
Setelah semua berkumpul Bun Houw akhirnya mendapatkan informasi lengkap tentang kekuatan musuh saat ini.
Menurut laporan ke 5 komandan pasukan nya, jumlah musuh adalah 20.000, sekarang sudah menguasai dermaga.
Mereka sedang bersiap-siap menyerang benteng kota Xiang Ping.
Yang hanya memiliki 10.000 Pasukan yang sebagian besar sedang terluka.
Sedangkan Pasukan musuh yang diatas kapal mencapai 30.000 Pasukan, mereka adalah pasukan cadangan.
Yang akan di gunakan untuk melakukan serangan terakhir dan merampas Xiang Ping.
Ada 6 kapal perang besar yang setiap kapalnya di isi 5000 Pasukan, setiap kapal juga dilengkapi 3 buah meriam kuno.
Bila mereka menggunakan meriam kuno ini menyerang gerbang kota.
__ADS_1
Di khawatirkan kota Xiang Ping tidak dapat dipertahankan lagi.
Bun Houw juga mendapatkan informasi lengkap mengenai informasi dari Alung dan Yue Fei.
Bun Houw melakukan perundingan tertutup setelah membagi-bagi tugas, malam itu semua pasukan Bun Houw bergerak keluar dari kota Xiang Ping.
Bun Houw hanya berpesan pada gubernur Xiang Ping, agar menjaga gerbang kota Xiang Ping baik-baik, bagian luar kota dia yang akan mengurusnya.
Bun Houw membagi pasukannya menjadi tiga, sebanyak 1000 orang akan membaur menjadi rombongan penari dan penyanyi yang ingin meninggalkan Xiang Ping melalui jalan air .
Rombongan kedua terdiri dari 500 orang yang membawa arak dari kota Xiang Ping yang juga akan menempuh jalan air.
Rombongan ketiga di pimpin oleh Bun Houw sendiri bersama ke 5 komandannya yang berjumlah 3500 orang bersembunyi dalam kegelapan malam di sekitar dermaga.
Rombongan pertama dipimpin oleh Alung berbaur dengan para penari penyanyi dan wanita penghibur di kota Xiang Ping.
Alung dan pasukannya mengenakan pakaian wanita, saat mucikari sedang bernegosiasi dengan Pasukan penjaga Goguryeo.
Rombongan kedua pun datang di pimpin oleh Yue Fei yang membawa kereta berisi arak.
Awalnya rombongan mereka dilarang lewat, tapi melihat ada arak dan wanita, para pasukan Goguryeo lupa daratan.
Mereka membiarkan rombongan itu lewat, masuk kedalam wilayah kekuasaan mereka.
Besok pagi mereka baru diijinkan pergi melalui dermaga.
Malam itu seluruh pasukan Goguryeo berpesta pora termasuk beberapa jendral mereka.
Menjelang subuh saat mereka mabuk dan terlelap. Alung dan Yue Fei beraksi membunuh 4 orang jendral musuh.
Kemudian menembakkan kode kembang api di udara, Pasukan pimpinan Bun Houw melakukan serangan mendadak dalam keheningan.
Saat pasukan Goguryeo menyadarinya, semua sudah terlambat sebagian dari teman mereka sudah terikat.
Jendral mereka telah tewas, senjata mereka pun entah hilang ke mana, di bawa kabur para gadis penghibur.
Akhirnya mereka yang tersisa memilih menyerah, dari mulut mereka di peroleh informasi bahwa pimpinan tertinggi Pasukan cadangan mereka, adalah putri bungsu kaisar Goguryeo.
Putri Kim terkenal dengan keberanian kecerdikan dan memiliki ilmu beladiri yang tinggi.
Dia juga di kawal 4 orang jendral yang juga memiliki ilmu tinggi dan berpengalaman dalam berbagai pertempuran.
Setelah menguasai dermaga, Bun Houw memerintahkan semua anak buahnya menyiapkan balok kayu besar dan runcing di kedua ujungnya.
Kemudian balok-balok itu di tanamkan di dalam air di sekitar dermaga.
__ADS_1
Pasukan Bun Houw kini mengenakan seragam pasukan Goguryeo, agar terlihat bahwa dermaga masih di bawah kuasa Pasukan Goguryeo.
Menjelang malam pekerjaan menanam kayu di sekitar dermaga baru selesai.
Bun Houw memerintahkan pasukannya kini melepaskan seragam Goguryeo.
Membakar dermaga serta bendera Goguryeo, sambil bersorak-sorak merayakan kemenangan.
Tentu hal ini mengejutkan Pasukan cadangan Goguryeo, beberapa pasukan pengawasnya, segera memberikan laporan kepada putri Kim dan ke 4 jendral nya..
Putri Kim dan keempat jendral nya berunding, sejenak kemudian mereka memutuskan harus maju mengambil kembali dermaga.
Ke 6 kapal mereka bergerak mendekati dermaga, saat kapal mereka mendekat, panah dari dermaga berhamburan kearah kapal mereka.
Putri Kim memerintahkan agar menembakkan meriam kearah dermaga.
Meriam pun berdentuman menghantam dermaga.
Terdengar jeritan panik dan ketakutan dari arah dermaga, sesaat kemudian saat tidak terdengar suara lagi.
Putri Kim dan ke empat jenderalnya saling pandang dan tersenyum puas.
Lalu mereka mengarahkan kapal mendekati dermaga ,kini tidak ada panah lagi dari dermaga yang berhamburan kearah mereka.
Putri Kim dan ke empat jenderalnya tersenyum lebar penuh kepuasan.
Tapi saat jarak mereka semakin mendekati dermaga, tiba-tiba terdengar suara dari lambung kapal yang pecah menabrak sesuatu.
Kapal menjadi oleng , perlahan-lahan mulai tenggelam, para pasukan mulai berlarian panik tidak tahu harus berbuat apa.
Tapi putri Kim menunjukkan kelasnya, dengan tenang dia memerintahkan agar menurunkan perahu kecil ke air, mereka akan mendarat dengan perahu kecil menuju daratan.
Kepanikan pun mulai terkendali, mereka semua meninggalkan kapal besar menggunakan perahu kecil yang jumlahnya mencapai 1500 perahu kecil.
Setiap perahu memuat sekitar 20 orang, mereka menggunakan perahu kecil untuk menepi.
Tapi sebelum perahu bisa menepi, panah berhamburan kearah perahu mereka.
Perahu yang sempit membuat mereka menjadi sasaran empuk, buat panah-panah yang dilesatkan kearah mereka.
Dalam sekejap lokasi tersebut menjadi merah airnya dan mayat-mayat banyak yang mengapung.
Dari arah semak belukar mulai bermunculan buaya, karena mencium bau amis darah.
Hal ini membuat keadaan diatas perahu menjadi panik.
__ADS_1