LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
SONIA DARI PERSIA


__ADS_3

Melihat gadis itu menatap nya dengan alis berkerut seperti marah, Lu Fan meleletkan lidahnya.


Kemudian dia cepat-cepat mengalihkan parhatiannya kearah lain.


Secara kebetulan makanan pesanannya telah tiba, sehingga Lu Fan kini melupakan rombongan orang aneh yang sedikit menarik perhatian nya tadi .


Kini dia beralih ke makanan yang ada di hadapannya, Lu Fan yang sudah lapar akibat pertarungan yang menguras tenaga dan pikirannya.


Kini dia langsung menyambar seekor ayam kukus , memakan bagian pahanya dengan sangat lahap.


Saat dia mengangkat kepalanya, secara kebetulan dia kembali bertemu pandang dengan gadis Persia yang marah dengan kelakuannya tadi.


Gadis itu ternyata diam-diam sedang memperhatikan Lu Fan yang wajahnya memang sangat tampan, sangat berbanding terbalik dengan tubuhnya yang tinggi besar dan kekar penuh otot.


Melihat gadis itu sedang memperhatikannya, Lu Fan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar dia mengacungkan ayam kukus ditangannya untuk menyapa gadis itu.


Tapi gadis itu malah mendengus dan membuang muka.


Lu Fan hanya menanggapi sikap gadis itu dengan acuh sambil mengangkat kedua bahunya.


Setelah itu dia mulai membantu mendorong daging yang memenuhi mulutnya dengan arak yang langsung dia tegak dari guci nya langsung, tanpa menggunakan cawan lagi.


Cara makannya yang brutal dan asal-asalan membuat kedua gadis lainnya yang menjadi pelayan dari si gadis Persia yang marah-marah.


Tertawa kecil dan saling berbisik-bisik melihat kearah Lu Fan


Gadis Persia itu, tanpa sadar kembali mencuri pandang melihat apa yang kini sedang di lakukan Lu Fan.


Melihat jakun Lu Fan yang sedang turun naik menegak arak, gadis itu tanpa sadar ikut menelan ludahnya sendiri sehingga berbunyi,


"Gleekk..!"


Melihat sikap Putri Persia itu,salah satu dari 9 pria berhidung bengkok berambut emas segera angkat bicara,


"Yang Mulia tuan Putri Sonia ingat status dan jaga sikap mu di muka umum.."


Mendengar ucapan dari salah satu 9 pria itu,


Putri Sonia mengerutkan alisnya dan berkata,

__ADS_1


"Sikap ku urusan ku, apa sudah ada hak nya kamu mengatur ku ?"


"Maafkan kelancangan Yosef, Yang Mulia Ratu Sonia."


"Yosef tidak bermaksud mengatur Yang Mulia dia hanya berusaha mengingatkan saja."


ucap pria yang paling tua diantara ke 9 orang itu yang bernama Ishak.


Sonia menghela nafas dan berkata,


"Sudahlah lupakan saja tetua Ishak, saya sedang malas berdebat."


Lalu Sonia menegakkan badannya memejamkan sepasang matanya yang indah berwarna kebiruan teduh seperti air laut yang tenang.


Lu Fan meski sedang asyik makan tapi pendengarannya yang tajam dapat mendengar semua yang sedang mereka perdebatkan.


Tapi itu bukan urusan nya pikir Lu Fan, kalaupun gadis asing itu benar tertarik padanya.


Lu Fan juga tidak mungkin menanggapinya dengan serius, karena di hatinya sudah ada Lin Lin.


Setelah menghabiskan seekor ayam kukus, kini Lu Fan melanjutkan dengan seekor bebek panggang.


Kini Lu Fan mulai fokus dengan nasi putih, Mun tahu, dan beberapa macam sayuran Cha yang ada dihadapannya.


Setelah menghabiskan semangkuk nasi putih, Lu Fan pun memanggil pelayan meminta bon makanan nya, dan membayar nya.


Saat hendak meninggalkan restoran terdengar suara berisik dan ramai dari arah depan restoran, Terlihat 30 orang lebih orang dari negeri Tai Yang berjalan memasuki restoran dengan suara ribut dan berisik.


Sekilas lihat saja Lu Fan dapat menebak orang-orang kasar ini adalah bajak laut negeri Tai Yang yang terkenal seperti yang pernah dia dengar dari cerita ayahnya.


Lu Fan berpikir dalam hati, kelihatannya pengacau dari Goguryeo itu benar-benar sudah merusak tatanan kehidupan rakyat Bei Hai yang aman dan tentram .


Menjadi tempat berkumpulnya orang-orang asing yang sebagian besar adalah pengacau, yang datang ke daratan tengah dengan maksud tidak baik.


Melihat kedatangan orang-orang ini, sebagian besar pengunjung restoran memilih meninggalkan tempat tersebut.


Kini yang tersisa di restoran hanya rombongan Orang Persia, rombongan pasukan Goguryeo yang dipimpin oleh dua komandan mereka


Dan 2 meja terpisah yang masing-masing meja terisi pendekar pengembara dunia persilatan daratan tengah.

__ADS_1


Lu Fan yang tadinya ingin bangkit meninggalkan tempat itu, menjadi tidak jadi pergi.


Dia sengaja duduk kembali ingin menonton keramaian.


Dia yang dari kecil sangat ingin menjalani kehidupan bertualang dan mengembara memperluas pengalaman, tapi selalu tidak kesampaian karena selalu dilarang oleh ayahnya.


Kini dia melihat ada peluang di depan mata, dia tidak akan melepaskannya begitu saja.


Lu Fan yang sangat haus ilmu silat dan pertarungan ini, ingin mencuci mata melihat keributan yang terjadi.


Asal tidak mengganggunya, dia tidak akan turun tangan mencampurinya dan menghentikan siapa pun.


Sesuai dugaan Lu Fan begitu memasuki restoran melihat ada 3 gadis Persia, para perompak negeri Tai Yang yang terkenal cabul dan sadis.


Langsung berbicara dengan suara berisik dalam bahasa mereka sambil melihat kearah 3 orang gadis Persia itu dan tertawa-tawa cabul.


Ketiga gadis itu mengerutkan alis mereka, mereka terlihat marah dan kesal merasa sangat terganggu dengan sikap dan tatapan mata para perompak negeri Tai Yang tersebut.


Begitu pula dengan 9 pria berhidung bengkok, mereka juga menatap kearah 30 bajak laut negeri Tai Yang dengan tatapan penuh nafsu membunuh.


Puluhan orang Tai Yang itu langsung mencabut pedang panjang mereka dengan gerakan sangat cepat mereka segera menebaskan Pedang mereka yang tajam berkilauan tertimpa cahaya matahari.


Puluhan sinar berkilauan berkelebat cepat kearah 9 orang pria berhidung bengkok tersebut.


Tapi tebasan mereka tidak ada satupun yang mengenai sasaran, hanya bangku meja dan kursi yang terbelah dua terkena tebasan pedang panjang mereka.


Sasaran yang mereka incar sudah tidak berada ditempat, saat mereka sedang celingak-celinguk mencari.


Tiba-tiba tubuh mereka satu persatu terangkat dan terlempar kearah rekan-rekan mereka yang sedang berdiri menonton aksi teman-teman mereka yang sedang menyerang 9 orang Persia itu.


Terdengar suara teriakan umpatan dan makian silih berganti, para bajak laut negeri Tai Yang itu babak-belur saling tabrak dan jatuh tumpang tindih di lantai.


Setelah bangun berdiri mereka kini segera mengepung rombongan orang-orang Persia itu, dengan pedang panjang terhunus siap melakukan serangan mematikan.


Dalam satu teriakan sinar putih berkeredep, menyambar ganas kearah orang-orang Persia itu.


Tapi gerakan ke 12 orang Persia itu sangat indah dan ringan.


Mereka seperti kupu-kupu yang sedang berterbangan diantara Kilauan cahaya, hanya meninggalkan bayangan mereka yang tertebas.

__ADS_1


Tapi tidak ada satupun tebasan nyata yang berhasil mengenai tubuh mereka


__ADS_2