
Xie Bun Houw tidak menyerah setelah dikeluarkan dari kediaman Jendral Sie. Dia mencari segala macam cara untuk menemui Sie Yi Yi kekasihnya.
Akhirnya dia menemukan cara, dimana 3 hari menjelang perayaan ulang tahun Jendral Sie yang ke 45, Xie Bun Houw memanfaatkan situasi kediaman Jendral Sie yang sedang sibuk.
Sehingga pengamanannya menjadi longgar,
Xie Bun Houw yang sangat hafal seluk beluk kediaman Jendral Sie serta jadwal ronda dan pergantian shift petugas ronda.
Dia masuk kedalam kediaman Jendral Sie dengan memanjat tembok. Dengan mengendap-endap secara sembunyi-sembunyi menghindari petugas ronda.
Akhirnya dia sampai kekamar Sie Yi Yi kekasihnya, Xie Bun Houw berjongkok didepan jendela kamar Sie Yi Yi setelah memastikan situasi sekitarnya aman.
Xie Bun Houw memanggilnya,
"Yi Yi ini aku Bun Houw, aku didepan kamar mu saat ini."
Sie Yi Yi yang sedang duduk melamun didepan meja rias, terkejut mendengar panggilan kekasihnya.
Dia cepat-cepat membuka jendela membantu Bun Houw masuk kedalam kamar nya.
Mereka langsung saling berangkulan mesra melepas rindu.
Sesaat kemudian terdengar suara Bun Houw bertanya,
"Yi Yi apakah kamu percaya dan mencintai ku apa adanya ? maukah kamu ikut denganku meninggalkan tempat ini ? aku tidak akan memaksamu bila kamu keberatan aku bisa memakluminya."
Sie Yi Yi melepaskan pelukannya kemudian dia meraih wajah Bun Houw agar menatap nya, dengan tidak puas dia berkata,
"Bun Houw ke ke, kenapa kamu menanyakan pertanyaan bodoh seperti ini,? menurut mu bila aku tidak cinta dan percaya padamu.
"Akankah aku menyerahkan milikku yang paling berharga padamu,? aku Sie Yi Yi hidup hanya akan menjadi milik mu, bahkan matipun aku akan menjadi hantu milik mu. kemanapun kamu pergi aku akan ikut denganmu, "
Mendengar ucapan Yi Yi, Bun Houw langsung merangkul nya dengan erat dan berbisik,
"Yi Yi kamu jangan khawatir aku Xie Bun Houw bersumpah, suatu hari aku akan sukses.
Dan aku akan membahagiakan mu, dan akan memenuhi semua yang kamu inginkan."
Yi Yi menatap Bun Houw sambil tersenyum lembut dia berkata,
"Kalau kamu bisa sukses tentu lebih baik, tapi bila tidak kamu juga tidak perlu memaksakan diri, bagiku asal bisa hidup bersama dengan mu itu sudah merupakan anugrah kebahagiaan terbesar untuk ku."
__ADS_1
Bun Houw melihat kearah Yi Yi dengan sangat serius dia berkata,
"Yi Yi kita tidak boleh menundanya lagi, saat ini kita berpacu dengan waktu.
Setiap menit setiap detik sangatlah berharga buat kita, ayo kita segera tinggalkan tempat ini."
Yi Yi mengangguk dia berjalan kearah ranjang nya, dari kolong ranjang dia mengeluarkan sebuah bungkusan yang sudah lama dia siapkan untuk hari ini.
Xie Bun Houw membuka jendela setelah memastikan kondisi aman diapun keluar duluan dari dalam kamar.
Setelah itu dia membantu menggendong buntalan yang dibawa Yi Yi ternyata buntalan tersebut cukup berat.
Setelah itu dia baru membantu Yi Yi keluar dari kamarnya, kemudian menutup kembali Jendela kamar.
Baru Xie Bun Houw membawa Yi Yi pergi dari rumahnya.
Xie Bun Houw telah mempersiapkan sebuah kereta kuda yang menunggunya didepan gerbang timur.
Begitu masuk kedalam kereta Bun Houw langsung memacu kereta nya menuju gerbang timur.
Dengan memberikan sedikit uang pelicin Xie Bun Houw dapat meninggalkan kota XIANG YANG dengan aman tanpa melalui pemeriksaan.
Sedangkan ditempat kediaman nya Jendral Sie marah besar kepada para penjaga,
Yang membuat Jendral Sie sangat gelisah adalah 3 hari lagi disaat perayaan ulang tahun nya yang ke 45.
Saudara angkatnya Yang Su dan putranya Yang Jian akan datang mengunjungi nya.
Bila kabar kehilangan putri nya terdengar oleh mereka, ini akan sangat memalukan dan membuatnya merasa tidak enak dengan saudara angkatnya itu.
Selain itu Jendral Sie berencana saat pesta nanti dia akan mengumumkan perjodohan putrinya dengan putra ketua Thian San Pai secara resmi.
Kemudian secepatnya akan diselenggarakan pernikahan untuk mereka berdua.
Saat ini yang paling di khawatirkan oleh Jendral Sie adalah kaburnya Yi Yi dari rumah berhubungan erat dengan pemuda keparat tidak tahu diri bernama Bun Houw itu.
Jendral Sie segera memanggil ajudannya datang menghadap.
Tidak lama kemudian didepan nya berlutut seorang berpakaian militer lengkap, berwajah galak dengan kumis melintang menghiasi wajahnya.
Dengan wajah pucat menahan amarah, Sie Jin Kui memberi perintah,
__ADS_1
"Ajudan Gao kuperintahkan padamu dalam 3 hari bawalah Putri ku Yi Yi kembali, Ini token militer (Ping Fu) gunakan dengan baik kamu memerlukan berapa banyak orang kamu atur saja.!!"
Sambil memberi hormat ajudan Gao menjawab,
"Baik Jendral segera laksanakan.!"
Setelah menerima perintah ajudan Gao langsung bergegas mencari informasi dari setiap gerbang kota Xiang Yang.
Begitu mendapat kan informasi ajudan Gao membawa 100 orang pasukan elit menemaninya melakukan pengejaran terhadap kereta yang digunakan Xie Bun Houw dan Yi Yi.
Kembali ke situasi ditepi danau, Wu Song melihat sepasang muda-mudi itu mengambil sebuah perahu untuk melarikan diri dari kejaran rombongan pasukan yang hendak menangkapnya.
Rombongan pasukan itu juga mengambil semua perahu dipinggir danau, menghadapi pasukan kerajaan para tukang perahu tidak berani banyak bersuara.
Mereka segera membantu rombongan pasukan kerajaan melakukan pengepungan terhadap perahu yang di kendarai oleh Bun Houw.
Para tukang perahu jelas lebih ahli dalam mengendalikan perahu mereka dalam sekejab perahu yang dibawa Bun Houw telah terkepung.
Perahu Bun Houw digiring kearah perahu Wu Song, yang posisinya paling dekat dengan pulau yang ada ditengah danau.
Wu Song yang sedari awal memang berniat membantu pasangan muda-mudi ini, karena dia teringat dengan masa lalunya bersama Ceng Ceng yang situasinya mirip dengan pasangan muda-mudi ini.
Tapi Wu Song tidak mau gegabah mencampuri urusan orang, dia ingin memastikan dulu duduk perkara diantara mereka. Baru memutuskan akan membantunya atau tidak.
Wu Song mendarat dengan ringan diatas perahu Bun Houw.
Bun Houw terlihat menatap nya dengan curiga.
Bun Houw mengeratkan rangkulannya pada Yi Yi, Bun Houw maju setindak kedepan seperti ingin melindungi Yi Yi dibelakangnya.
Wu Song harus akui wajah Bun Houw sangat tampan dan gagah, mental dan nyalinya juga bagus.
Wu Song tahu Bun Houw tidak bisa ilmu silat dari cara berdiri dan sikapnya.
Untuk ukuran orang yang tidak memiliki ilmu silat dikepung tentara sebanyak ini masih bisa bersikap tenang ini menunjukkan nyali Bun Houw cukup besar.
Wu Song menatap Bun Houw kemudian bertanya,"Sebenarnya apa yang terjadi mengapa para pasukan kerajaan ini mengepung mu."
Bun Houw sebenarnya ingin menjawab apa perduli mu, tapi pikiran tenangnya tidak mengijinkan nya.
Dia berpikir mungkin pria didepan nya ini, adalah harapan satu-satunya untuk lepas dari kejaran pasukan kerajaan.
__ADS_1
Berdasarkan pertimbangan yang teliti dan penuh perhitungan Bun Houw menjelaskan secara singkat tentang dirinya dan Yi Yi kenapa bisa dikejar-kejar rombongan pasukan kerajaan.