
Keempat jendral berusaha membujuk dan menariknya pelan-pelan naik keatas kapal.
Di atas kapal dia kembali berteriak sambil melambaikan tangannya,
"Kakak Bun Houw aku akan selalu mengingat mu, dan menunggu mu,... Sarang Hae kakak Bun Houw....!!!"
Bun Houw membalikkan badannya dan melambaikan tangan kearah putri Kim sambil tersenyum pahit, sambil bergumam.
"Jaga dirimu baik-baik, sampai bertemu di kehidupan berikutnya."
Kapal pun pelan-pelan bergerak meninggalkan dermaga kota Xiang Ping.
Bun Houw kemudian berpesan pada semua anak buahnya,
"Kejadian hari ini adalah murni tindakan aku seorang, kalian tidak boleh terlibat."
"Apapun hukuman yang aku terima nanti kalian harus pura-pura tidak tahu."
"Kalian semua mengerti.!!"
Dengan berat hati mereka semua berlutut dan menjawab,
"Kami mengerti...!!'
"Bagus...bagus...bagus... kalian sungguh adalah saudara ku yang paling bisa kuandalkan.... terimakasih.."
Ucap Bun Houw sambil tertawa kemudian berjalan menuju kediaman gubernur.
Bun Houw langsung masuk kedalam kediaman gubernur, Kembali ke lokasi penjara di mana di sana terlihat semua orang sedang sibuk berusaha menolong Jendral Bai.
Melihat kedatangan Bun Houw keempat perwira langsung berteriak,
"Tangkap Penghianat...!!"
Pasukan di sana agak bingung tapi mereka tidak berani membantah perintah atasan.
Mereka dengan ragu-ragu tetap mencabut golok mereka mengepung Bun Houw.
Bun Houw menanggapinya dengan santai dan berkata,
"Kalian boleh menangkap ku, aku tidak akan melawan.'
"Tapi ijinkan aku menolong Jendral Bai dulu, atau dia akan benar-benar mati nantinya."
Mendengar kata-kata Bun Houw para pasukan menjadi semakin ragu dan bingung.
Keempat perwira juga tidak berani bertindak sembarangan takut ancaman Bun Houw bila menjadi kenyataan mereka bisa dipersalahkan.
Keempat perwira tersebut dengan ragu-ragu berkata,
"Benarkah kamu jangan pernah berani menipu kami?"
Bun Houw mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Percayalah padaku.."
Akhirnya mereka semua mundur menjauh meninggalkan Bun Houw bersama Jendral Bai.
Bun Houw melepaskan totokan yang membuat Jendral Bai mulai bisa bergerak dan membuka matanya.
Tapi dia belum bisa berbicara, dia menatap Bun Houw dengan marah bercampur rasa takut.
Bun Houw mendekatkan mulutnya ke telinga Jendral Bai dan berbisik,
"Kamu boleh menghukum ku sesuka hati, tapi jangan pernah berani mengusik bawahan ku."
"Mereka mampu menghancurkan 50.000 Pasukan Goguryeo, bukan hal sulit bila mereka ingin menghancurkan diri mu."
"Jadi ku sarankan padamu jangan membangkitkan harimau tidur, atau tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka ,
Untuk memusnahkan kamu beserta pasukan mu."
Jendral Bai menjadi pucat dan segera mengangguk.
Bun Houw melepaskan syaraf gagu nya, Jendral Bai pun bisa bergerak dan bersuara Kembali.
Dengan suara keras dia berteriak
"Tangkap orang ini segera,! dia berani melawan atasan dan membebaskan tahanan perang."
Bun Houw tidak melawan dia membiarkan para pasukan menelikung kedua tangannya kebelakang dan mengikat nya.
Karena semua pasukan Goguryeo telah Bun Houw lepaskan, maka tiada gunanya juga Jendral Bai berlama-lama di Xiang Ping.
Jendral Bai hanya menghukum Bun Houw seorang, dia tidak begitu bodoh berani mengusik bawahan Bun Houw.
Dia akan menyingkirkan Bun Houw dulu, baru pelan-pelan menyingkirkan bawahan yang setia pada Bun Houw. satu persatu.
Setiba di Chang An Bun Houw di jebloskan ke penjara.
Kemudian melalui sidang militer yang direkayasa oleh Jendral Bai, Bun Houw di jatuhi hukuman pencopotan jabatan dan di usir dari Chang An.
Jendral Bai tidak berani menjatuhi hukuman mati pada Bun Houw, dia takut Bun Houw memberontak dan membunuhnya.
Bagaimana pun Kekuatan Pasukan bentukan Bun Houw harus dia perhitungkan dengan cermat.
Bun Houw setelah menemui bawahan nya dan mengucapkan salam perpisahan sambil memberikan pesan terakhir nya.
"Kalian semua dengar kan aku, berlatihlah dengan giat dan bersabarlah."
"Jalankan semua misi kalian dengan hati-hati dan selalu bertindak dengan cerdas, usahakan berpikir dulu sebelum bertindak agar tidak ada penyesalan."
Tiba-tiba dari arah pasukan Bun Houw ada yang berteriak,
"Ketua bawalah kami bersama mu, kemana pun anda pergi kami akan selalu bersama mu."
Yang lain pun berteriak,
__ADS_1
"Benar ketua, tanpa kamu di sini kami tidak mungkin betah di sini."
"Benar ketua, tanpa mu kami seperti pasir yt berserakan tidak berguna."
Bun Houw memejamkan matanya terharu dengan kesetiaan bawahan nya, Bun Houw perlahan-lahan berkata,
"Saudaraku dengan kan aku, aku juga memiliki pemikiran yang sama dengan kalian.
Berjuang bersama sehidup semati bersama."
"Tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat, kalian bersabarlah dan bertahan dulu di sini."
"Aku janji bila sudah mendapatkan tempat bernaung yang baru yang lebih baik, aku pasti akan kembali mengajak kalian semua berkumpul bersama lagi." ucap Bun Houw berusaha meyakinkan pasukannya.
Tapi Bun Houw sendiri paham, itu semua hanya ucapan khayalan yang menipu anak buahnya dan dirinya sendiri.
Tanpa modal dan dukungan dari penguasa bagaimana dia mau mengumpulkan semua anak buahnya.
Bagaimana cara dia untuk memberi mereka makan dan mendanai kekuatan militernya.
Lagipula bila dia membentuk pasukan independen dia hanya akan menjadi target pemerintah dan selamanya hanya akan di anggap pemberontak.
Tapi Bun Houw tidak punya pilihan lain selain memberikan mereka harapan palsu itu.
Agar mereka tidak putus asa dan tetap bertahan.
Setelah minum arak perpisahan, Bun Houw pun keluar dari kamp militer, berjalan dengan lesu tanpa arah dan tujuan.
Tapi Bun Houw tidak pernah menyesal menentang Jendral Bai dan menolong Putri Kim.
Justru dia akan lebih hidup dalam penyesalan, bila dia hanya berpangku tangan melihat tidak memberikan pertolongan di saat orang membutuhkan pertolongannya.
Lu Sun yang termenung dan berjalan tanpa arah tujuan tanpa sadar melangkah masuk kesebuah kedai arak.
Bun Houw memesan beberapa guci arak, minum seorang diri sambil melamun.
Kini mau pulang menemui Yi Yi pun Bun Houw segan dan tidak punya muka.
Yi Yi sudah berkorban begitu banyak untuknya, tapi yang dia dapatkan hanya seorang pria gagal dan tak berguna.
Bun Houw menggunakan arak untuk melupakan rasa malu kecewa dan putus asanya.
Bun Houw minum sampai kedai tutup, dia terpaksa berjalan sempoyongan meninggalkan kedai.
Dia hanya terus melangkah dan melangkah tidak punya arah tujuan.
Bun Houw terus melangkah meninggalkan Chang An,
Tanpa di sadari langkah nya menghianati dirinya membawanya menuju tempat yang paling ingin dia jauhi dan hindari.
Yaitu bukit di mana wanita yang paling dia cintai tinggal.
Bun Houw jatuh terkapar setengah sadar di depan pondok.
__ADS_1
Yi Yi yang mendengar suara berisik di depan rumah, segera keluar melihat apa yang terjadi.
.