
Yao Lin Lin sangat kaget dan langsung memberikan tamparan keras kearah wajah Lu Fan, sambil berkata,
Dasar sampah..!! bajingan cabul...!! aku..aku benar-benar membenci mu..!!"
Setelah berteriak begitu Yao Lin Lin langsung berlari meninggalkan tempat itu, menutup mukanya sambil menangis.
Meninggalkan Lu Fan yang masih berdiri bengong sambil mengusap-usap wajahnya.
Lu Fan merasa sangat menyesal kini kesan gadis itu kepada dirinya semakin buruk.
Mungkin gadis itu akan membenci dirinya seumur hidup, bagaimana baiknya ini.
Pikir Lu Fan sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.
Secara kebetulan ketika Lu Fan lewat di depan toko obat Yao Su, dia melihat Yao Su sedang menempel pengumuman mencari pegawai penjaga toko.
Lu Fan segera menghampiri Yao Su, kemudian bertanya,
"Paman, apakah paman sedang mencari pegawai..?"
Yao Si memutar kepalanya melihat kearah Lu Fan, dia langsung teringat anak muda ini yang menolong dirinya dan putrinya, didepan gerbang kota Xiao Pei tadi pagi.
"Anak muda terimakasih tadi pagi kamu sudah menolong ku dan putriku, maaf putriku sedikit salah paham pada mu."
Lu Fan mengangkat tangannya kedepan, sambil menggoyang-goyangkan tangannya berkata,
"Tidak paman tidak perlu berterima kasih apalagi meminta maaf padaku."
"Menolong Paman adalah kewajiban ku, sebagai manusia saling menolong melihat orang lain dalam kesulitan itu adalah hal wajar."
"Soal putri paman itu semua murni salahku, jadi paman tidak perlu minta maaf sama sekali." ucap Lu Fan memberi penjelasan.
Yao Su tersenyum kemudian berkata,
"Baiklah kamu memang anak muda yang baik,."
"Tadi sepertinya aku mendengar mu bertanya padaku apakah aku sedang mencari pegawai, bukankah begitu?" tanya Yao Su memastikan sambil menatap Lu Fan dengan serius.
Lu Fan mengangguk dan berkata,
"Benar Paman,"
Yao Su mengangguk kemudian bertanya,
"Anak muda apakah kamu memiliki teman yang sedang membutuhkan pekerjaan."
"Bukan temanku, tapi aku sendiri kalau paman tidak keberatan." jawab Lu Fan sambil menatap kearah Yao Su penuh harap.
Yao Su melihat Lu Fan dari atas sampai kebawah, kemudian bertanya tidak percaya,
__ADS_1
"Kamu serius anak muda? siapa nama mu? gaji disini tidak besar, dengan gaya dan kekuatan mu apa tidak sayang kamu bekerja di toko kecil seperti ini,?"
Lu Fan merasa ada harapan diterima dia dengan sangat senang berkata,
"Tentu aku serius paman, Nama ku Lu Fan, aku tidak keberatan dibayar berapapun."
Tiba-tiba terdengar suara merdu seorang gadis berkata,
"Ayah aku tidak setuju, dia bekerja di sini."
Yao Su mengerutkan dahi menoleh menatap putrinya, dia kemudian berjalan menarik putrinya kedalam untuk berbicara.
Lu Fan terkejut melihat kedatangan Lin Lin yang langsung menolak dia bekerja di toko obat ayahnya.
Kelihatannya gadis itu sangat membencinya, mengingat hal ini Lu Fan menjadi putus asa dan sedih.
Lu Fan hanya bisa mengutuki kesialannya, yang selalu menciptakan suasana yang sangat kacau.
Dalam setiap pertemuannya dengan Lin Lin gadis idamannya ini.
Dia bahkan curiga, ini semua karena kutukan dari ayahnya yang konyol itu.
Selagi Lu Fan sibuk dengan pikirannya sendiri, Lin Lin yang ditarik ayahnya kedalam kini terlihat sedang menatap ayahnya dengan serius.
"Ayah jangan pernah menerima bajingan cabul itu bekerja di sini." ucap Lin Lin sedikit emosi.
Yao Su menanggapinya sambil tersenyum, kemudian berkata,
Saat ini mencari pegawai sangat tidak mudah, apalagi yang jujur, baik,dan setia itu lebih tidak mudah lagi."
"Ditambah lagi dia tidak cerewet dibayar berapapun, ini adalah suatu keuntungan bisnis."
"Ayah juga melihat pemuda ini cukup baik, jujur, hanya sedikit bodoh dan lugu saja sehingga selalu menyinggung mu dalam setiap pertemuan kalian." ucap Yao Su sambil tersenyum.
Menurut ayah dibanding kakak misan mu yang sombong itu Lu Fan ini 100 x lipat lebih baik darinya.
"Ayah kenapa jadi membawa-bawa nama
Si Men Cing Ke ke yang tidak ada hubungannya dengan masalah ini." ucap Lin Lin bersungut-sungut tidak senang.
"Ayah kenapa sih selalu sentimen dan sinis dengan Si Men Ke ke ? padahal dia selalu menghormati mu dan tidak pernah menyinggung mu." ucap Lin Lin menambahkan sambil melihat ayahnya dengan tidak puas.
Yao Su hanya tersenyum menggelengkan kepala kemudian berkata,
"Ayah hanya tidak suka dengan wajah munafiknya yang bermuka dua itu.
Ayah sangat berharap suatu hari ayah bisa membuka topengnya agar kamu bisa lihat wajah aslinya."
"Menurut ayah anak muda ini jauh lebih baik dan cocok untukmu, apalagi kalian kan sudah... ucap Yao Su tertawa menggoda putrinya."
__ADS_1
"Sudah cukup jangan diteruskan lagi, aku jijik bila teringat dan melihat wajahnya."
"Cepat usir dia ayahhh...!" teriak Lin Lin dengan muka merah karena diingatkan soal pertemuannya dengan Lu Fan.
Yao Su menghela nafas kemudian berkata,
"Asalkan kamu bisa menemukan pegawai yang tidak bersedia di gaji, aku akan mengusirnya."
"Bila tidak masalah ini tidak ada perundingannya." ucap Yao Su tegas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan berbalik badan ingin berjalan keluar.
Lin Lin panik dia cepat-cepat meraih lengan ayahnya bergelayut manja sambil coba membujuk ayahnya,
"Ayah.. ayah... sejak kecil Lin Lin sudah ditinggal pergi oleh ibu, Lin Lin besar bersama ayah."
"Ayah selalu sayang dan memanjakan Lin Lin, kenapa saat ini ayah ngotot ingin mempekerjakan bajingan cabul itu disini?"
"Apa ayah tega, bila ayah pergi tidak ada dirumah, terus Lin Lin dilecehkan oleh bajingan itu?"
"Atau.. jangan...jangan... ayah tidak menginginkanku lagi."
"Ibu... kenapa... kamu harus pergi duluan, lihat ayah sekarang tidak menginginkanku lagi..!" teriak Lin Lin pura-pura menangis.
Yao Su berdiri mematung, dia memejamkan matanya teringat pesan istrinya sebelum meninggal agar menjaga anak mereka Lin Lin dengan baik.
Sudut matanya mulai basah.
Sambil menghela nafas panjang, Yao Su berkata,
"Baiklah kamu menang lagi, ayah menyerah."
Sambil menggelengkan kepala Yao Su mengomel,
"pegawai yang begitu baik, juga bersedia dibayar murah harus dilepaskan begitu saja.
Sungguh tidak sesuai prinsip bisnis."
Lin Lin tertawa gembira penuh kemenangan.
Kemudian berkata,
"Aku tahu ayah adalah ayah yang paling baik dan paling sayang denganku."
Selesai berkata Lin Lin mengandeng tangan ayahnya dengan manja dan mencium pipi ayahnya.
Yao Su hanya bisa mengeleng-geleng kepala melihat sikap putri satu-satunya ini.
Yao Su diiringi Lin Lin menghampiri Lu Fan yang sedang menunggu mereka sambil melihat-lihat daun-daun obat yang ada disana.
" Anak muda maaf membuat mu menunggu lama, aku tidak bisa menerima mu bekerja disini."
__ADS_1
"Alasannya tentu kamu paham kan jadi aku tidak perlu menjelaskan nya lagi." ucap Yao Su tegas sambil menggunakan tangannya sebagai isyarat agar Lu Fan dipersilahkan meninggalkan tokonya.
.