
Wakil ketua Xu San yang khawatir dengan ucapan Pai Lung yang bisa membuka rahasia Xu San Pai.
Segera kembali batuk-batuk kecil dan mengedipkan mata kepada Pai Lung.
Pai Lung pun mengerti dan menyadari, di sana bukan cuma ada mereka saja, di sana juga ada Wu Song Lu Ping Cun Ming dan Hong San.
Yang bukan merupakan anggota Xu San, jadi tidak boleh sembarangan bicara,. apalagi sampai membuka rahasia partai mereka.
Pai Lung yang sadar telah kelepasan bicara segera pura-pura beralih menawarkan minum.
Akhirnya mereka tiba di kaki Gunung Xu yang terjal dan menjulang tinggi ke langit.
Karena tidak ingin kedatangan mereka di ketahui oleh ke 5 keponakan murid mereka.
3 tetua Xu San mengajak rombongan yang mengikuti mereka mengambil jalan memutar, melewati bagian belakang Xu San Pai.
Yang medan jalannya jauh lebih sulit, mereka harus memanjat tebing terjal yang licin dan sulit dipanjat.
Ketiga tetua mereka tidak masalah dan bisa bergerak dengan sangat ringan.
Begitu pula dengan Wu Song dan istrinya Lu Ping mereka biasa-biasa saja.
Tapi berbeda jauh dengan Cun Ming dan Hong San yang kini sudah menjadi orang biasa yang tidak memiliki kemampuan silat lagi.
Wu Song terpaksa harus turun tangan membantu Cun Ming, sedangkan Hong San akhirnya di gendong oleh In Su Nio.
"Sayang maaf aku hanya menjadi beban bagi mu saja." ucap Hong San tidak enak hati.
Su Nio melirik Hong San dan berkata,
"Ucapan macam apa itu ? aku ini istri mu tentu saja aku harus membantumu."
Hong San pun tersenyum dan mencium kepala istrinya sambil berbisik,
"Terimakasih sayang..."
Su Nio hanya mengangguk kecil tanpa berkata apa-apa dia terus bergerak berlompatan dengan ringan mendaki tebing yang tinggi dan curam didepan nya.
__ADS_1
Akhirnya tiga. tetua membawa rombongan itu sampai di depan sebuah dataran yang sekelilingnya di kelilingi oleh jurang yang sangat dalam.
Mereka bahkan bisa melihat awan yang berarak dibawah mereka.
Salah satu dari tiga tetua bersiul keras sebanyak 3 kali dengan 3 irama berbeda, tak lama kemudian dari dalam jurang muncul sebuah tali baja.
Yang menghubungkan puncak gunung yang satu dengan yang lainnya, Setelah rantai di rentangkan dengan kencang tiga tetua itu.
Satu persatu melompat keatas tali baja itu, dan menggunakan nya untuk menyeberangi menuju puncak gunung yang lain.
Setelah mereka bertiga tiba diseberang, In Su Nio dengan hati-hati berlompatan sambil menggendong Hong San menyeberangi jurang yang lebar dan dalam menggunakan tali baja yang tersedia di depan nya.
Wu Song tanpa kesulitan sudah mendarat di seberang gunung tanpa perlu menggunakan tali baja tersebut.
Karena dia bisa menyeberang dengan terbang sambil menenteng kerah baju Cun Ming.
Begitu pula Lu Ping begitu dia mengaktifkan baju Zirah pelindung nya, dengan mudah dia terbang ke seberang menyusul suaminya.
Ketiga tetua diam-diam sangat kagum dengan kemampuan Wu Song dan Lu Ping, dalam hati mereka berpikir bila harus bentrok dengan kedua suami istri ini, mereka ragu apakah mereka mampu menandingi kesaktian kedua orang tersebut.
Terutama Wu Song, mereka bahkan belum tahu biksu Hui Neng sekalipun bukan tandingan Wu Song.
Menyeberangi jurang menggunakan rantai ternyata bukan cuma satu kali, ternyata perlu tujuh kali.
Dan setiap kali nya, salah satu dari tiga tetua harus mengeluarkan suara siulan yang berbeda-beda sebagai. kode rahasia.
Baru tali baja bisa muncul dan membentang keluar dari dalam jurang.
Wu Song sendiri berpikir ternyata untuk menuju Xu San begitu rumit, bila ada musuh yang ingin diam-diam memasuki Xu San dari sisi lain.
Itu tingkat kesulitannya melebihi kesulitan untuk naik keatas langit.
Wu Song berpikir ada untungnya mereka secara kebetulan berjumpa dengan Ketiga tetua ini.
Bila tidak mereka tentu akan sangat repot bila ingin berkunjung dan bertemu dengan ketua Xu San Pai.
Mungkin mereka harus melewati nya dengan kekerasan yang bisa menimbulkan salah paham yang tidak perlu dengan pihak Xu San.
__ADS_1
Akhirnya mereka telah menyeberangi gunung ke tujuh lalu melewati jalan yang kecil dan berliku-liku.
Kiri kanan diapit batu gunung yang terjal, sampai bertemu dengan sebuah dinding yang tercipta dari sebuah tebing terjal yang tinggi menjulang keatas.
Sampai disini jalan pun buntu, salah satu tetua berjongkok memutar sebuah batu gunung kecil.
Segera tebing bergetar kemudian berderit-derit sebuah lubang yang hanya bisa di lewati oleh dua orang muncul di hadapan mereka.
Rombongan Wu Song kembali mengikuti ketiga tetua berjalan memasuki lubang pintu itu.
Setelah berjalan sepanjang 100 meter,salah satu tetua kembali berjongkok memutar sebuah batu gunung kecil.
Sebuah pintu batu kembali terbuka, di sini cahaya dari luar pun langsung masuk menyilaukan mata begitu pintu batu perlahan-lahan mulai terbuka.
Mengikuti langkah ketiga tetua mereka semua keluar dari dalam pintu batu, begitu keluar dari dalam gua.
Mereka semua kecuali In Su Nio dan Ketiga tetua Xu San, menatap kagum takjub dan terpesona oleh pemandangan di depan mereka.
mereka dapat melihat langit biru dan awan putih yang berarak di atas kepala mereka.
Bahkan awan putih bukan hanya berada diatas mereka saja, sekali-sekali awan putih akan melewati sisi dan di hadapan mereka seakan-akan mereka bisa bebas menyentuh kapas putih di sekitar mereka itu.
Disebelah depan di bawah mereka, dapat terlihat bangunan yang lebih kecil dan berderet-deret.
Di depan nya ada beberapa lapangan luas yang terpisah, dan terlihat setiap lapangan terisi murid Xu San yang sedang berlatih ilmu pedang.
Di beberapa kawasan yang sedikit terpisah terlihat di sebuah lapangan puluhan murid Xu San sedang berlatih tehnik pengendalian pedang dari jarak jauh menggunakan tenaga Chi.
Di puncak gunung ini kepekatan Chi nya sangat tebal bahkan menurut Wu Song kepekatan Chi ditempat ini.
Hanya bisa ditandingi oleh tebing tinggi di alam penebus dosa dimana pohon bodhi tua tumbuh.
Kini mereka sedang berjalan menuju sebuah bangunan yang tinggi dan besar sangat megah dan indah.
Bangunan besar dan megah ini ternyata adalah sebuah kuil aliran Tao.
Karena lewat pintu utama yang terbuka lebar setelah melalui undakan tangga y cukup tinggi.
__ADS_1
Dapat terlihat sebuah ruangan yang sangat luas dengan pilar-pilar penyangga bangunan yang besarnya dua kali pelukan manusia dewasa.
Di bagian paling ujung depan terlihat Tiga buah patung besar yang terdiri.dari patung Yu Se Thian Cun ditengah, sebelah kiri nya Patung Ling Bao Thian Cun dan sebelah kanan nya terisi patung Thai Sang Lao Cin