LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
SUSIOK COUW FENG YI LEI DIAN


__ADS_3

Waktu terus berjalan tak terasa kedua pasangan muda itu telah menikah dan hidup bersama selama sebulan.


Saat pernikahan mereka berjalan seminggu, Lee Yong suatu pagi secara tidak sengaja melihat istrinya berdiri seorang diri didepan jendela.


Wajahnya terlihat sedih, dan beberapa kali menghela nafas panjang.


Setelah berdiri diam selama beberapa waktu dia baru kembali keranjang menghampiri Lee Yong dan masuk kedalam pelukan suaminya berpura-pura tidur.


Lee Yong juga berpura-pura tidur dengan mata terpejam, tapi perbuatan istrinya ini terus menganggu pikirannya.


Sejak hari itu diam-diam setiap pagi Lee Yong selalu memperhatikan gerak-gerik istrinya setiap pagi.


Dia tidak mau bertanya pada So Soo, dia hanya memasang pendengarannya yang tajam, ingin mendengarkan suara gumam dari So Soo sendiri.


Dari suara gumam kecil inilah Lee Yong bisa mengetahui isi hati isteri nya yang sebenarnya, dan apa yang sedang membebani perasaannya.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu Lee Yong pun terungkap.


Pagi itu Kim So Soo Kembali berdiri di depan jendela, setelah menghela nafas panjang dia bergumam lirih,


"Bun Houw ke ke maafkan So Soo, So Soo tidak bisa bisa membantu banyak untuk membalas Budi baik mu dulu."


"Entah bagaimana nasib mu kini, musuh-musuh mu sangat hebat."


"So Soo benar-benar merasa tidak tenang untuk mu, So Soo hanya bisa berdoa setiap pagi untuk keselamatan mu, maafkan So Soo yang egois dan tidak bisa apa-apa."


Lee Yong memejamkan matanya, kemudian memutar tubuhnya tidur menghadap ketembok.


Pergerakan Lee Yong terdengar oleh So Soo, dia segera menghentikan aktivitas nya, menutup jendela.


Kemudian kembali berbaring di samping suaminya.


Lee Yong yang sepasang matanya terpejam rapat.


Dari sudut matanya mengalir sebutir air bening jatuh membasahi baju dilengannya yang di gunakan sebagai alas kepala.


Semua berlalu dengan hening, So Soo sama sekali tidak tahu, bahwa Lee Yong yang sangat cerdik, diam-diam telah mendengar semuanya dan mengetahui isi hati So Soo isterinya.


Pagi itu seperti biasa setelah menikmati sarapan pagi bersama isterinya, Lee Yong pun pamit dengan isterinya untuk pergi ke barak militer.


Tidak ada perubahan sikap sama sekali yang Lee Yong tunjukkan kepada isterinya.


Dia tetap terlihat sangat mesra seperti biasanya.


Lee Yong setelah keluar dari kediaman nya, dia tidak menuju barak militer, melainkan berjalan menuju kediaman kakeknya Panglima Tua Lee Kong.


Lee Yong tiba di kediaman kakeknya langsung berjalan melewati pintu samping menuju kearah taman bunga.

__ADS_1


Di sana terlihat kakeknya sedang memotong daun dari tanaman peliharaan nya, agar terlihat rapi.


Dari langkah kaki Lee Kong tahu yang sedang berjalan menghampirinya adalah cucunya, Lee Yong.


Tanpa mengangkat kepalanya sama sekali dia berkata,


"Yong er ada apa pagi-pagi bukan nya menemani Putri Kim, kamu malah berkeliaran ketempat kakek."


"Nenek mu telah tiada di sini tidak ada makanan enak untuk menyambut kedatangan mu."


ucap Lee Kong sambil fokus memotong daun yang tumbuh kurang rapi .


Kakek Lee Kong terlihat tersenyum sambil terus memotong ke sana kemari dengan sabar.


"Kakek aku datang bukan untuk cari makan, aku sudah sarapan bersama So Soo tadi."


"Aku datang ingin meminjam sesuatu dari kakek, tidak tahu kakek bersedia meminjamkannya pada cucu mu atau tidak."


Kakek Lee Kong menghentikan kegiatan memotong daun tanaman hias, dia mengangkat kepalanya menatap cucunya dan berkata dengan lembut.


"Kakek mu seumur hidup di habiskan di Medan perang sangat miskin, kamu kan tahu itu."


"Terus apa yang kamu kehendaki dari kakek miskin ini.?"


ucap kakek Lee sambil tersenyum.


Lee Yong menatap kakeknya dengan serius dan berkata,


Kakek Lee Kong mengerutkan alisnya dan menatap cucunya dengan tajam dan bertanya,


"Kamu menginginkan nya untuk apa ?"


"Aku membutuhkan Pasukan Dewa petir untuk mendukung misi ku."


"Apa misi mu, coba jelaskan ?"


ucap Kakek Lee Kong menatap cucunya dengan serius.


"Aku ingin kembali ke daratan tengah menyelamatkan nyawa seseorang."


Kakek Lee Kong menghela nafas panjang dia terlihat sangat keberatan tertekan dan sedih mendengar alasan Lee Yong meminjam plakat darinya.


"Yong er kamu tahu harta kakek yang tersisa setelah nenek mu pergi, kini hanya tersisa kamu cucu ku."


"Kamu beruntung bisa kembali dengan selamat kakek pun sudah sangat bahagia."


"Kenapa kamu kembali memilih pergi lagi ketempat berbahaya itu. ?"

__ADS_1


"Kakek bukan keberatan dengan plakat ini, kamu cucu ku tersayang, plakat ini cepat lambat memang akan ku wariskan pada mu."


"Yang kakek keberatan adalah kamu akan kembali mendatangi tempat yang sangat berbahaya itu."


"Kakek benar-benar tidak rela untuk kedua kalinya, orang berambut putih ini harus mengantar orang berambut hitam menuju pemakaman."


"Kamu mengerti kan maksud kakek ?"


Lee Yong langsung menjatuhkan diri berlutut didepan kakeknya dan berkata,


"Maafkan Lee Yong kek, Lee Yong tidak berbakti, selalu mengecewakan kakek dan membuat kakek khawatir dan cemas."


"Tapi tekad Lee Yong sudah bulat, mohon restui Lee Yong kek."


Kakek Lee Kong membelai, kepala cucunya dan menyerahkan sebuah plakat hitam kepada Lee Yong dan berkata,


"Ini bawalah mulai sekarang kakek wariskan pada mu, Kamu undang keempat kakek paman mu menyertai mu."


"Katakan pada mereka ini perintah dari kakek, mereka pasti mengerti."


"Berhati-hatilah kamu harus pulang dengan selamat.. !"


ucap Kakek Lee Kong tegas.


Lee Yong dengan sepasang mata basah memberi hormat kepada kakeknya,. dengan membenturkan dahinya sebanyak 3 kali di hadapan kakeknya.


Kemudian beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan tempat kediaman kakeknya.


Keluar dari kediaman kakeknya Lee Yong langsung terbang menuju Gunung Halla, mengunjungi Markas besar sekaligus merupakan perguruan rahasia Dewa petir.


Lee Yong terbang menggunakan Ilmu yang di wariskan oleh pertapa aneh untuknya.


Lee Yong mendarat ringan di halaman tengah di mana terlihat banyak murid-murid yang muda dan kekar sedang berlatih tapak petir.


Mereka yang ada disana sangat terkejut dengan kehadiran Lee Yong yang tiba-tiba.


Beberapa pelatih yang sedang melatih para pemuda itu, segera maju memberi hormat kepada Lee Yong dan berkata


"Maaf anak muda, anda siapa ? ada urusan apa anda mengunjungi tempat ini. ?"


Lee Yong membalas penghormatan mereka kemudian berkata,


"Nama ku Lee Yong, kakek ku Lee Kong meminta aku datang mengunjungi, Susiok Couw Feng Yi Lei Dian."


"Ini tanda pengenal ku.."


ucap Lee Yong sambil mengangkat plakat hitam Dewa petir di atas kepalanya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Lee Yong dan tanda pengenal yang di tunjukkan oleh nya.


Semua orang langsung menjatuhkan diri berlutut dengan kepala tertunduk.


__ADS_2