
Lin Lin sendiri cuma makan sedikit, lebih banyak tersenyum melihat Lu Fan yang makan dengan lahap sampai dahinya berkeringat.
Lin Lin menggunakan sapu tangannya yang wangi, membantu mengeringkan keringat di dahi dan leher Lu Fan.
Lu Fan yang mendapatkan perhatian semesra itu dari gadis yang selalu dia mimpikan siang dan malam, hati nya berbunga-bunga senang bukan main.
Lu Fan menatap Lin Lin dan berkata,
"Lin Lin aku hari ini tidak sedang mimpi kan? Lin Lin aku hari ini benar-benar sangat bahagia."
Lu Fan terlalu bahagia dan senang Sampai tidak tahu, kata-kata seperti apa yang akan dia ucapkan untuk menggambarkan kebahagiannya.
Sebagai wanita yang perasaannya jauh lebih halus tanpa di ucapkan oleh Lu Fan, melihat gerak-gerik Lu Fan, Lin Lin pun sudah tahu apa yang Lu Fan rasakan saat ini.
Lu Fan berpikir bila dia dan Lin Lin sudah menikah atau bertunangan, dia pasti akan memeluk dan mencium Lin Lin.
Untuk menunjukkan seluruh Perasaannya saat ini yang sangat sulit dia ungkapkan.
Lin Lin pergi mengambil sebaskom air, dan membantu Lu Fan mencuci tangannya yang berminyak.
Karena di gunakan untuk makan Coi Pan buatan Lin Lin dengan penuh semangat.
Saat tangan Lin Lin yang halus dan lembut menyentuh tangan Lu Fan, bukan Lin Lin yang merah wajahnya, tapi sebaliknya Lu Fan lah yang wajahnya menjadi merah.
Sedangkan Lin Lin malah tertawa-tawa melihat reaksi Lu Fan.
Karena Lin Lin terus menggodanya dan menertawainya, Lu Fan akhirnya nekad meraih kepala belakang Lin Lin dan mendaratkan ciuman kedua kalinya.
Ciuman pertama kali Lu Fan, juga dia berikan pada Lin Lin, saat pertama kali mereka bertemu dan terjadi secara tidak sengaja.
Lin Lin tentu sangat kaget, sepasang matanya terbelalak tak percaya kaget dan ketakutan.
Tapi semua cuma sesaat saja, karena sesaat kemudian Lin Lin malah memejamkan matanya, menikmati ciuman Lu Fan sambil melingkarkan kedua tangannya dibelakang leher Lu Fan.
Saat kejadian itu terjadi, Yao Su secara kebetulan berjalan kearah dapur ingin pergi ke WC.
Melihat apa yang sedang di lakukan kedua anak muda itu, Yao Su langsung berteriak,
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan disani? Di tempat terbuka seperti ini, kalian berani melakukan hal memalukan ini,? kalian sungguh kelewatan..!!"
Lu Fan sangat terkejut dia tertunduk tidak berani bersuara, sedangkan Lin Lin tertunduk dengan wajah merah sebentar melrik ayahnya sebentar melirik Lu Fan.
__ADS_1
Tidak tahu mau ambil sikap seperti apa,
Yao Su kembali mengomeli Lin Lin dan berkata,
"Dulu waktu kecil kamu sangat penurut dan tahu aturan, kenapa setelah besar jadi begini.
Sering kurang ajar terhadap orang tua saya menelannya dan tetap sabar."
"Bergaul dengan pria brengsek saya juga bersabar, kini malah membawa pria pulang kerumah dan melakukan perbuatan memalukan itu."
"Hari ini kalau aku tidak memberi mu pelajaran, aku tidak akan punya muka lagi untuk menghadap ibu mu bila waktu ku tiba."
Yao Su yang emosinya sudah memuncak, langsung mengambil sebuah kayu pikulan dan menghajarnya sekuat tenaga kearah Lin Lin.
Lu Fan yang melihat hal itu, langsung maju menghalangi.
Tidak sulit baginya bila ingin membawa
Lin Lin menghindar ataupun menangkisnya.
Bahkan bila dia ingin menerima nya, kayu itu juga tidak bisa melukainya, tapi Lu Fan sengaja menerima hukuman itu agar Yao Su tidak semakin marah.
Lu Fan tidak ingin Lin Lin yang harus menanggung semua ini, dia yang berbuat tentu dia yang harus bertanggungjawab.
Yao Su sangat terkejut saat tongkatnya tanpa dapat di tahan, menghantam kepala Lu Fan Sampai berdarah.
Yao Su berdiri terkejut sambil memegang tongkatnya, dengan sedikit gemetar menyesali perbuatannya yang terlalu emosi.
Darah menetes mengalir dari dahi dan menetes di dagu Lu Fan, Lin Lin berteriak histeris,
"Fan ke ke... Oh Fan ke ke ...maaf kan Lin Lin yang selalu membuat mu susah."
Lin Lin ikut berlutut di depan Lu Fan dan menggunakan sapu tangannya untuk menutup luka di kepala Lu Fan, yang terus mengucurkan darah.
Sambil berusaha menghentikan pendarahan Lu Fan, Lin Lin berteriak pada ayahnya,
"Ayah lihat perbuatan mu, kamu telah melukai Fan Ke ke, puas kamu sekarang,? bila belum sekalian bunuh saja kami berdua."
Yao Su tidak bisa menjawab dia merasa menyesal.
Lu Fan dengan tenang menahan pundak Lin Lin dan berkata,
__ADS_1
"Lin Lin tenanglah aku tidak apa-apa, ayah mu dan kamu tidak bersalah, akulah yang bersalah aku pantas menerima nya."
"Dan aku sengaja menerimanya, agar paman Yao bisa lebih tenang dan tidak melukai mu."
ucap Lu Fan menghapus air mata di pipi Lin Lin.
Dengan menggunakan Chi nya sebentar saja luka Lu Fan telah sembuh tidak berdarah lagi.
Lu Fan tetap berlutut menghadap Yao Su kemudian berkata,
"Paman Yao ijinkanlah aku menjadi menantu mu, menggantikan mu menjaga dan menyayangi Lin Lin."
"Paman sudah sangat banyak berkorban dalam membesarkan Lin Lin, ijinkanlah mulai sekarang aku yang akan meneruskan tugas paman."
"Biarlah kami berdua yang akan berbakti untuk mu."
"Aku akan segera meminta ayah dan ibuku datang untuk mengajukan lamaran secepatnya."
Yao Su baru memperhatikan dengan baik wajah Lu Fan, dia pun teringat dengan wajah Lu Fan yang pernah ingin bekerja padanya. Dan pernah menolongnya di depan gerbang kota Xiao Pei.
Selain itu suara Lu Fan dia juga tidak mungkin lupa, Yao Su tidak memperdulikan ucapan Lu Fan.
Dia buru-buru pergi mengambil sebuah topeng mainan anak, kemudian dia kembali memasang nya di wajah Lu Fan dan berkata,
"Kamu kan Pemuda bertopeng misterius itu?"
Lu Fan masih tetap berlutut dan mengangguk kan kepalanya sambil menjawab,
"Benar Paman itu saya, maaf selama ini tidak bersikap jujur."
Yao Su sangat terkejut mendengarnya, tapi saat mendengar suara Lu Fan dari balik topeng dia semakin yakin.
Yao Su melepaskan topeng Lu Fan, kemudian segera memeluk Lu Fan mengangkatnya berdiri sambil berkata,
"Anak baik... anak baik... akhirnya kamu muncul juga, maafkan paman yang telah salah paham dan melukai kepala mu."
Lu Fan tersenyum senang dan berkata,
"Ayah jangan berkata begitu, aku memang bersalah jadi pantas menerimanya."
Yao Su terbelalak menatap Lu Fan sambil berkata,
__ADS_1
"Kamu memanggil ku apa barusan? aku tidak salah mendengar kan? anak baik anak baik, aku sungguh sangat bahagia hari ini."