
Bun Houw dan seluruh pasukannya kini beristirahat menyerahkan pertahan benteng lapis kedua kepada Si Ma Ong dan pasukannya.
Pasukan bar-bar itu seperti tidak mengenal lelah merekai terus menggedor pintu gerbang lapis dua berusaha membobolnya.
Bahkan mereka mulai berusaha memanjat tembok dengan tangga yang mereka bawa.
Untungnya Pasukan Si Ma Ong menang posisi dan stamina mereka masih penuh, ditambah dengan pertempuran berlangsung dalam gelap.
Penerangan hanya di dapur dari panah api yang berhamburan dari atas tembok ke arah Pasukan bar-bar.
Tapi Pasukan bar-bar juga tidak bodoh, mereka menggunakan perisai untuk melindungi diri dari panah.
Terutama Pasukan yang bertugas membobol gerbang mereka di lindungi oleh pasukan perisai secara ketat.
Sehingga panah tidak bisa menyentuh mereka, melihat kondisi ini, Si Ma Ong memerintahkan agar minyak ditumpahkan ke mereka.
Obor pun dilemparkan menyusul, untuk sementara waktu api yang berkobar-kobar membuat pasukan bar-bar harus menjauh dari gerbang.
Pertempuran berlangsung semalam suntuk, gerbang lapis kedua hampir hancur, setelah diserang selama semalam suntuk.
Saat pagi terlihat Pasukan Bar-bar masih banyak, bahkan sebagian dari mereka masih menunggu di luar bersama pimpinan mereka.
Pasukan Si Ma Ong mulai terlihat lelah dan banyak di antara mereka mengalami luka-luka, Bun Houw sudah pulih tenaganya begitu juga pasukannya.
Bun Houw mendatangi Si Ma Ong yang terlihat sibuk mengatur pertahanan, Bun Houw berkata,
"Yang mulia, aku akan memimpin pasukan ku keluar diam-diam lewat pintu air."
"Yang Mulia tetaplah bertahan selama mungkin." pesan Bun Houw.
Yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Si Ma Ong yang sedang sibuk.
Bun Houw pun memutar badan meninggalkan tempat tersebut diikuti sisa pasukan nya yang meski sudah pulih kini hanya tersisa 30.000 personil.
Bun Houw memimpin mereka keluar dari pintu air, mengambil jalan memutar.
Kemudian melakukan penyergapan terhadap pimpinan pasukan bar-bar .
Yang berada di bagian paling belakang Pasukan sedang memberi aba-aba dan arahan kepada pasukannya.
Serangan mendadak dari Bun Houw dan pasukannya benar-benar membuatnya terkejut.
Pasukan pengawal berusaha melindungi raja mereka dari serangan yang dipimpin langsung oleh Bun Houw.
__ADS_1
Tapi mereka tidak dapat menahan Bun Houw,
Raja bar-bar yang memakai baju kulit beruang yang ingin kabur diam-diam.
Terkena tebasan jarak jauh Bun Houw
Sehingga kepalanya menggelinding diatas tanah, terlepas dari tubuhnya yang masih berdiri.
Kemudian tubuh tersebut perlahan-lahan tumbang, para pasukan pengawal menjerit histeris memanggil raja mereka.
Mereka lalu menerjang kearah Bun Houw dan Pasukan nya dengan nekad ingin mengadu nyawa.
Tapi yang mereka hadapi hanya pasukan Bun Houw saja, Bun Houw Sudah menghilang dari tempat tersebut .
Muncul di tempat kepala raja mereka menggelinding. Bun Houw mencekal rambut raja mereka.
Dan membawanya terbang ke udara dan berkata,
'Raja kalian sudah tewas, ku sarankan menyerah lah, buang senjata kalian dan berlutut lah ."
"Bila tidak kalian akan bernasib sama dengan raja kalian ini." Bun Houw berbicara sambil menunjukkan sebuah kepala ditangannya.
Darah menetes-netes dari leher kepala tersebut, sedangkan wajahnya menyiratkan ketakutan dan ketidak percayaan dengan sepasang mata melotot lebar-lebar.
Menghentikan serangan mereka, mereka terlihat ragu-ragu.
Bun Houw Kembali berkata,
"Lihatlah sebelah timur dan selatan bala bantuan kami telah datang, bila mereka datang dan kalian belum menyerah."
"Kalian pasti akan di bantai tanpa sisa, jadi cepat lah menyerah selagi sempat."
Pasukan bar-bar semakin ragu-ragu melihat asap debu yang mengepul datang dari sebelah timur dan selatan.
Terdengar derap langkah kuda yang ramai, samar-samar terlihat panji-panji kebesaran negara Jin, di sertai bunyi terompet dan genderang perang yang dipukul bertalu-talu.
Si Ma Ong dan pasukannya langsung bersorak-sorai penuh semangat, sebaliknya Pasukan bar-bar semakin pias wajah mereka.
Sebagian dari mereka telah melemparkan senjata mere dan berlutut tanda menyerah.
Beberapa pasukan bar-bar dengan penuh emosi mau menebas teman mereka sendiri yang menyerah.
Tapi sebelum niatnya terlaksana, dadanya sudah tertembus anak panah.
__ADS_1
Dia langsung roboh tanpa sempat bersuara.
Semakin banyak yang melemparkan senjata dan berlutut menyerahkan diri.
Kini hanya tinggal Pasukan pengawal raja yang dengan nekad menyerang pasukan Bun Houw
Tanpa perlawanan berarti semua pengawal itu tewas di bantai oleh pasukan Bun Houw.
Pasukan bar-bar akhirnya semua menyerah melepaskan senjata dan berlutut.
Pasukan Si Ma Ong keluar dari dalam gerbang dan mulai mengikat mereka, di bantu oleh pasukan Bun Houw.
Setelah mengikat semua pasukan bar-bar, dari balik kepulan asap hanya terlihat ratusan orang personil Pasukan Bun Houw yang muncul membawa kuda yang masing-masing menarik sebuah cabang pohon berdaun lebat.
Masing-masing Pasukan juga membawa terompet genderang dan beberapa Panji negara Jin.
Pasukan bar-bar menatap dengan tidak percaya, ternyata mereka telah di tipu mentah-mentah oleh Bun Houw yang banyak akal.
Sekarang ingin memberontak juga terlambat, tangan mereka telah terikat tidak bisa melawan lagi.
Bukan hanya Pasukan bar-bar saja yang terkejut, Pasukan kerajaan dan Si Ma Ong juga berkeringat dingin.
Mengingat bila tadi Pasukan bar-bar nekad menolak menyerah, rencana Bun Houw gagal.
Maka mereka semua tentu akan tewas di bantai oleh pasukan bar-bar, yang jumlahnya masih 4 x lipat lebih banyak dari pasukan mereka.
Si Ma Ong memberi kode kepada Pasukan nya, Tombak langsung ditusukkan ke arah Pasukan bar-bar yang menyerah .
satu persatu Pasukan bar-bar tumbang ditusuk oleh tombak Pasukan Si Ma Ong, caci maki sumpah serapah dan jeritan pilu langsung terdengar dari arah Pasukan bar-bar yang sedang di bantai.
Bun Houw terkejut, tapi dia tidak berdaya mencegah pembantaian tidak manusiawi ini, tapi dia juga sadar bila Pasukan bar-bar ini di lepaskan.
Kelak mereka akan menjadi ancaman bagi mereka, dan saat itu mungkin mereka tidak seberuntung sekarang.
Bila kekuatan mereka tidak sangat mengerikan tidak mungkin kaisar Si Ma Hui Sudi menikahkan adik paling kecilnya kepada Raja bar-bar dari bangsa Tar-Tar.
Bun Houw memilih meninggalkan tempat tersebut sambil menggelengkan kepalanya dengan wajah sedih.
Pasukan Bun Houw juga mengikuti di belakang Bun Houw bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Bun Houw kehilangan Pasukan cukup banyak, dari 50.000 personil kini tinggal 30.000 saja.
Bun Houw bertekad untuk lebih meningkatkan kekuatan mereka agar tidak mengalami nasib seperti hari ini.
__ADS_1
Di pertempuran-pertempuran berikutnya yang masih menanti mereka.