LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PASUKAN KHITAN BERTAHAN DI DALAM KOTA PING YUAN


__ADS_3

Raja Sanggha tertawa mengejek dengan tatapan dingin dia berkata,


"Masih adakah putra mahkota ? setelah kejadian seperti ini ? dia benih siapapun aku tidak jelas ? masih berani bicara putra mahkota."


"Sebentar lagi nyawanya masih bisa dipertahankan atau tidak saja masih tanda tanya?, masih berpikir mau menjadi putra mahkota.."


ucap Raja Sanggha dingin.


Kemudian dia memeluk Mimi dan berkata,


"Mimi setelah ini kamu lah Permaisuri nya, kita harus bekerja sama dengan lebih giat, agar kamu bisa segera beri saya putra mahkota."


Mendengar ucapan raja Sanggha Mimi merasa muak dan ingin muntah, tapi tentu saja diluar dia menunjukkan sikap manja sambil tersenyum malu-malu dengan wajah merah.


Setelah kejadian besar menghebohkan istana tersebut, 4 pengawal sakti menghilang melarikan diri.


Dengan kesaktian yang mereka miliki, saat bahaya datang mengancam, secara reflek kesaktian mereka bergerak otomatis melindungi tubuh mereka.


Ketika ke 4 orang itu menyadari bahaya yang datang, dengan kesaktian mereka, bukan hal sulit untuk mereka meloloskan diri.


Hanya saja yang mereka sesalkan adalah kehilangan kesempatan hidup mewah di sisi kaisar Sanggha lagi.


Selain itu mereka juga tidak punya kesempatan menikmati tubuh Permaisuri yang aduhai.


Mereka terlalu asyik dan lengah sehingga masalah ini jadi terbongkar.


Bila mereka lebih waspada, mungkin saja mereka bisa bekerja sama dengan Permaisuri memaksa raja Sanggha mengundurkan diri.


Dengan demikian posisi mereka pun aman, tidak akan sampai terjadi seperti yang mereka alami sekarang.


Tapi menyesal juga percuma, semua sudah terjadi, sudah tidak mungkin ditarik mundur dan mengulangnya kembali.


Sedangkan Permaisuri mengalami di copot dari jabatannya dan dihukum mati dengan minum arak beracun.


Putra mahkota juga di copot jabatan nya, dan di jebloskan kedalam penjara, kemudian diracun sampai mati menyusul Permaisuri.


Akibat matinya Permaisuri dan putra mahkota, Keluarga besar bangsawan Siauw menarik diri dari kerjasama dengan Raja Yelu Sanggha.


Hampir setengah dari pasukan dan perbekalan milik raja Sanggha ditarik mundur oleh keluarga bangsawan Siauw, yang kecewa dengan sikap dan keputusan yang diambil raja Sanggha.


Raja Sanggha sedikit menyesal, tapi semua sudah terjadi, dia tidak bisa merubahnya kembali.


Sementara itu di saat suasana sedang kacau, Wu Song berhasil membawa Mimi keluar dari istana dan pergi meninggalkan Ping Yuan.

__ADS_1


Wu Song membawa Mimi kembali ke kota Ye,


Untuk sementara waktu Mimi masih harus tinggal di kota Ye, sampai masalah Wu Song dengan raja Sanggha beres, Wu Song baru bisa mengantarkannya kembali ke suku Hui.


Mimi sangat gembira dan berterimakasih kepada Wu Song, berkat bantuan Wu Song lah dia bisa terbebas dari kungkungan raja Sanggha.


Sebaliknya Raja Sanggha sangat marah, saat tahu Mimi telah pergi meninggalkan nya, dan menghilang dari Ping Yuan tidak tahu pergi kemana.


Dia ingin menyerang dan membumi hanguskan suku Hui mencari dan memaksa Mimi kembali ke sisi nya.


Tapi saat ini situasi sedang tidak tepat, Pasukan Wu Song di bawah pimpinan Jendral Wu dari kerajaan Jin.


Sedang bergerak mendekati perbatasan Ping Yuan.


Sehingga dia harus fokus menghadapi bahaya besar yang sedang menarget dirinya.


Raja Sanggha setelah mengadakan rapat dengan Panglima dan Jendral nya, akhirnya dia memutuskan berangkat menghadang pasukan kerajaan Jin.


Di suatu lapangan yang luas kedua belah pihak bertemu.


Kekuatan mereka hampir berimbang, karena Raja Sanggha telah kehilangan sebagian besar Pasukannya, akibat bangsawan keluarga Siauw menarik diri, tidak ingin mendukungnya lagi.


Bahkan sekalipun Raja Sanggha memenangkan pertempuran ini, saat kembali ke kerajaan pusat diujung timur.


Yang sebagian besar adalah pahlawan yang gagah perkasa di Medan perang, selama ini.


Tapi kini Raja'Sanggha sudah tidak punya pilihan lain, selain berharap keturunannya langsung, Shi Ma Ong berhasil dalam pergerakan kudeta nya menggulingkan Dinasti Jin.


Bila itu berhasil dia akan meminjam kekuatan Shi Ma Ong untuk menekan kekuasan keluarga Siauw.


Kedua Pasukan langsung bergerak maju saling menekan, Pasukan Jin yang biasanya selalu lemah kini terlihat sangat kuat dan gagah.


Ini semua berkat pendidikan militer yang Wu Song berikan.


Mereka dengan mudah bergerak dalam barisan yang rapat melakukan pembantaian kepada Pasukan khitan, yang meski gagah berani dan kuat tapi mereka bergerak sendiri-sendiri layaknya Pasukan bar-bar.


Tameng yang kuat ditambah dengan pergerakan teratur dan terencana, pelan-pelan berhasil mendesak Pasukan khitan bergerak mundur.


Tidak ada nya 4 orang sakti juga membuat mental Pasukan khitan semakin drops, karena di sisi Pasukan Jin terlihat Wu Song terbang bebas kesana kemari.


Wu Song terus melumpuhkan para perwira dan komandan pasukan khitan, beberapa Jendral Pasukan khitan pun menjadi korban Wu Song.


Kemanapun Wu Song bergerak aura lembut yang terpancar dari tubuhnya akan membuat Pasukan khitan kesulitan bergerak.

__ADS_1


Sehingga dengan mudah dibantai oleh Pasukan kerajaan Jin.


Wu Song tidak melakukan pembantaian dengan tangannya, dia hanya melumpuhkan musuhnya dengan totokan suling.


Itulah Wu Song dia selalu tidak tega dalam melakukan pembantaian masal, mungkin ini semua ada kaitannya dengan ilmu yang dia kuasai.


Padahal bila mau mencabut Pedang Naga Siluman, dalam sekejap mata akan


di hapusnya, setengah dari kekuatan Pasukan khitan.


Tapi meski Wu Song bergerak dengan caranya sendiri, Pasukan Khitan tetap bukan lawan Pasukan Jin.


Mereka terus bergerak terdesak mundur, mayat dari pihak mereka sudah tak terhitung yang berserakan di atas tanah.


Melihat hal ini Raja Sanggha dan Panglima nya memutuskan menarik mundur sisa Pasukan khitan, kembali ke benteng Ping Yuan dan bertahan di dalam benteng.


Mengandalkan tembok benteng yang tinggi dan tebal, untuk bertahan dari serangan pasukan jin.


Melihat Pasukan khitan mundur kedalam benteng, Wu Song memerintahkan Jendral Wu mendirikan perkemahan membuat pertahanan.


Wu Song tidak mengijinkan Pasukan Jin melakukan pengejaran dan berusaha menebus benteng pertahanan Kota Ping Yuan.


Pasukan kerajaan Jin tiap hari maju meneriakkan tantangan terbuka.


Tapi Pasukan khitan tidak bergeming, mereka tetap bertahan dan pura-pura tidak dengar.


Hari itu Jendral Wu dan beberapa komandanya datang menemui Wu Song, dan melaporkan situasi perkembangan Pasukan musuh dan pasukannya sendiri.


Jendral Wu melaporkan persediaan makanan mereka mulai menipis, bila terus seperti ini mereka akan dalam masalah besar.


Mereka bisa menghadapi dua situasi pertama pasukan mereka bisa terkena bahaya kelaparan.


kedua moril Pasukan mereka perlahan-lahan akan mengalami penurunan.


Wu Song berpikir sejenak kemudian berkata,


"Masalah kehabisan ransum kalian jangan khawatir."


"Sebaiknya kalian persiapkan strategi memancing harimau turun gunung."


"Maksud anda apa tuan Wu ?, tuan Wu mohon beri penjelasan kepada kami."


Wu Song berbisik kepada Jendral Wu dan Jendral Wu terlihat tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2