
Dalam kondisi terdesak kini Raja tinju Bintang Utara ikut maju mengeroyok Wu Song, dengan sepasang tinjunya yang bergerak tanpa menimbulkan suara angin pukulan.
Tapi setiap mengenai sasaran akan menimbulkan ledakan di benda yang terkena tinjunya.
Beberapa pohon yang terkena tinjunya,.meledak dari bagian dalam menimbulkan beberapa lubang membentuk garis rasi bintang Utara.
Wu Song semakin terkejut melihat hal itu, bila tubuhnya yang tadi terkena pukulan tersebut ada kemungkinan, tujuh nadi besar di tubuhnya akan mengalami ledakan seperti pohon tersebut.
Wu Song menjadi lebih hati-hati dalam menyambut serangan yang di lancarkan oleh si raja tinju ini.
Wu Song yang semakin kerepotan dan tertekan, akhirnya melesat ke udara, dia mengeluarkan sebuah baju dan mengikat nya di pinggang.
Menutupi bagian bokongnya yang terbuka, yang menghambat pergerakannya.
Setelah itu dia pun melepaskan jurus kedua, Naga Siluman menggetarkan langit.
Langit bergetar hebat saat jurus kedua ini, Wu Song Lesatkan kearah 4 orang pengeroyoknya.
Seekor Naga hijau turun dari langit melesat menyerang ke 4 pengeroyoknya, meliuk-liuk mengitari mereka berempat.
Masing melepaskan pukulan terbaik mereka mengantisipasi serangan naga siluman yang dilepaskan oleh Wu Song.
Koai Lau Jen melepaskan pukulan jutaan energi pedang menyerang naga tersebut.
Sedangkan Dewa Fuji melompat memberikan 4 buah tebasan mematikan kearah kepala Naga tersebut.
Si raja tinju melepaskan pukulan jarak jauh yang menciptakan cahaya berbentuk sepasang tinju mengarah ke tubuh Naga Siluman.
Zhou Ba tidak langsung melepaskan serangannya dia menunggu sampai naga hijau tersebut mendekati dirinya.
Dia baru melepaskan serangan kedua yang membentuk tebasan menyilang menyambut serangan jurus kedua Wu Song.
Satu jurus tebasan Wu Song melayani 4 buah serangan dari 4 arah, akhirnya penampakan serangan Wu Song berupa seekor naga hijau sirna tak berbekas.
Begitu pula dengan serangan antisipasi dari 4 arah, Wu Song yang merasa musuh-musuhnya sekali sangat kuat dan berat untuk di hadapi.
Tiada pilihan lain dia melepaskan terpaksa melepaskan jurus ke 9 nya Wu Song terlihat melayang menyerap kekuatan alam semesta.
Pukulan apapun yang dilepaskan ke4 orang itu kearah Wu Song akan diserap habis oleh Wu Song.
Wu Song seakan-akan adalah sebuah balon yang akan menyerap kekuatan apapun yang dilepaskan kearahnya.
__ADS_1
Fu San yang melihat hal ini, sangat terkejut dan berkata,
"Celaka...! hentikan serangan kalian semua...!
gabungkan kekuatan buat energi kalian.! .bentuk perisai pelindung...!"
Dia sendiri langsung muncul di hadapan mereka berempat membentuk sebuah pelindung berlambang Pat Kwa.
Melindungi mereka semua, Koai Lau Jen Dewa Fuji dan Raja tinju menghentikan serangan mereka.
Mereka segera menggabungkan energi membantu Fu San, membentuk pelindung yang lebih tebal dan kuat.
Hanya Zhou Ba yang Terlihat terus menerus menyerap berbagai kekuatan langit bumi dan berbagai roh kehidupan.
Tapi dia tidak melakukan serangan apapun, sejak Wu Song mengudara dan menyerap kekuatan alam semesta.
Zhou Ba seakan-akan berlomba-lomba dengan Wu Song menyerap kekuatan alam.
Cahaya biru merah kuning hitam silih berganti memasuki tubuhnya tiada henti, berputar-putar di sekelilingnya kemudian masuk ketubuhnya.
Urat-urat ditubuhnya sudah menggembung membesar, tapi tidak terlihat sedikitpun tanda-tanda dia akan melepaskan serangannya.
urat-urat di wajahnya pun menonjol, dia terlihat tersiksa dengan kekuatan dahsyat yang terus mengalir ketubuhnya.
Inilah jurus ke 10 dari pedang Penahluk Iblis yang asli, kekuatan yang di tunjukkan nya sangat mengerikan.
Langit dan bumi mengalami retakan besar, akibat pengerahan Kekuatan dahsyat kedua orang tersebut.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu Zhou Ba tiba, dia sudah hampir kehilangan kesadaran, menahan kekuatan dahsyat yang terus membanjir kedalam tubuhnya.
Wu Song melepaskan tebasan dahsyat nya yang meluncur dari atas bak meteor berwarna hijau, di mana di dalam cahaya meteor terlihat seekor Naga Hijau raksasa bersembunyi dalam cahaya energi tersebut.
Di saat bersamaan Zhou Ba sambil berteriak keras yang menggetarkan area disekitarnya, menebaskan Pedang hitamnya ke atas menyambut serangan Wu Song.
Sebuah bola energi dahsyat berwarna biru merah kuning hitam dan putih melesat menyambut serangan Wu Song.
Zhou Ba terduduk lemas dengan nafas ngos-ngosan setelah melepaskan serangan terakhir tersebut.
Terjadi benturan dahsyat di udara yang menimbulkan ledakan dahsyat seperti bom atom Hiroshima.
Dalam radius beberapa mil terkena imbas angin panas yang menghanguskan apapun yang di lewati oleh cahaya yang ditimbulkan oleh benturan tersebut.
__ADS_1
Tapi mereka ber 5 tidak mengalami kerusakan apapun karena mereka terlindungi energi pelindung, begitu juga dengan Wu Song yang berada diudara.
Tapi meteor yang dilepaskan oleh Wu Song belum berhenti masih terus menerjang dan menghantam perisai pelindung mereka berlima.
Akibat benturan kedua Fu San terbatuk-batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya,
sebagian organ dalam nya terluka cukup parah.
Dia sudah tidak sanggup melanjutkan pertempuran bila masih sayang dengan nyawanya.
Koai Lau Jen, dewa Fuji dan raja tinju mengalami luka yang jauh lebih parah, mereka bertiga jatuh terlentang tidak sanggup berdiri lagi.
Dengan nafas tersengal-sengal Senin Kamis, Wu Song perlahan-lahan melayang turun dari berdiri di hadapan mereka sambil tersenyum dingin bertanya,
"Bagaimana masih ingin di lanjutkan pertempuran ini..?"
Fu San dengan tubuh sedikit bergoyang-goyang berkata,
"Hari ini meski ku pertahankan nyawa tak berguna ini, aku juga akan membawa mu ikut menemui dan meminta maaf pada Ling Mei."
Kedua telapak tangan Fu San membentuk dua buah Pat Kwa siap menerjang ke arah Wu Song.
Wu Song mengerutkan alisnya, kakek keras kepala ini, tidak tahu ada salah paham apa dengan dirinya.
Sampai sebegitu nekadnya, Wu Song sedikit khawatir, kini kekuatannya hanya tersisa 20%.
Bila kakek ini benar-benar nekad, meski berhasil menewaskannya, Wu Song juga akan mengalami luka tidak ringan.
"Ayah...ayah...ayah...!" terdengar suara teriakan Yi Han yang sedang berlari cepat menghampiri tempat tersebut.
Dia memang belum menguasai tenaga sakti dan ilmu-ilmu Fu San yang dahsyat.
Tapi Fu San membekalinya dengan latihan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
Sehingga dia bisa melarikan diri bila bertemu bahaya.
Tak lama kemudian Yi Han sambil menangis memeluk kaki Fu San dan berkata,
"Ayah ku mohon jangan lakukan ini, aku tidak ingin kehilangan ayah.. ku mohon ayah.."
"Anak baik, kenapa kamu tidak dengarkan kata-kata ayah, cepat pergi tinggalkan tempat ini..!"
__ADS_1
"Jangan pernah kembali kesini..!"
ucap Fu San yang berusaha menahan runtuhnya airmata yang menggantung di pelupuk matanya, dengan memalingkan wajahnya.