LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
UTARI MULAI BERSEDIA MAKAN,


__ADS_3

"Apa kamu mau melihat aku juga menjadi kurus dan lemah seperti kamu sekarang ini ?"


"Atau kamu ingin melihat aku ibu ayah dan kakak mu bersedih sampai pergi duluan meninggalkan dunia ini kamu baru puas ?"


Ucapan Wu Song memang agak keras, tapi berhasil menyentuh perasaan Utari.


Sehingga Utari cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak..tentu aku tidak mau...!"


"Baiklah kalau tidak mau jangan membantah ku lagi, biarkan aku merawat mu sampai pulih." ucap Wu Song lembut.


"Aku berjanji sebelum kamu pulih seperti sedia kala, aku tidak akan pernah meninggalkan mu dan tidak akan membahas apapun tentang kita dengan mu, bagaimana setuju ?"


Utari tidak menjawab dia hanya mengangguk dan terus menatap Wu Song lekat-lekat, seakan-akan ingin mengukir wajah Wu Song di hatinya.


Wu Song tentu menyadari hal itu, tapi dia pura-pura tidak tahu dan berkata,


"Aku akan menggendong mu kedalam kamar mu untuk istirahat kamu tidak berkeberatan kan ?"


Utari menggeleng kecil dan sepasang matanya yang indah tetap menatap Wu Song lekat-lekat.


Wu Song tahu cara seperti ini telah berulangkali melanggar pesan Lu Ping.


Agar tidak memberi harapan dengan bersentuhan mesra dengan Utari.


Tapi saat ini Wu Song tidak punya cara lain lagi, yang penting saat ini adalah memulihkan kondisi Utari dulu, seperti janji Wu Song pada Sang Ratu.


Setelah Utari sembuh hal di belakang baru di bicarakan lagi dengan sebaik-baiknya.


Wu Song membaringkan Utari dengan lembut di kasurnya, lalu menekan beberapa syaraf di lehernya sehingga membuat Utari langsung tertidur pulas.


Wu Song meminta para dayang menjaganya dengan baik, sementara Wu Song sendiri langsung pergi ke dapur menyiapkan bahan-bahan bergizi yang bisa cepat memulihkan kondisi tubuh Utari.


Wu Song sengaja masak agak banyak toh bahan di dapur tidak ada masalah apapun bahan yang dia butuhkan tinggal bilang saja pasti akan di cari sampai ketemu oleh Sang Ratu.

__ADS_1


Sedangkan Wu Song bisa memanfaatkan situasi ini, membuatkan makanan bergizi untuk Lu Ping yang sedang hamil yang juga membutuhkan makanan yang bergizi tinggi.


Wu Song yang pernah ikut belajar masak dengan Bun Houw ditambah lagi pernah membaca buku masakan obat di tempat dewa obat.


Sehingga bukan hal sulit baginya untuk memasak 3 macam sup bergizi yang lezat buat Utari.


Selain tiga macam sup Wu Song juga membuat pangsit rebus kering kesukaan Lu Ping.


Wu Song diam-diam lebih dulu menyajikan makanan ke kamar Lu Ping, Wu Song cuma meletakkan nya diatas meja.


Tidak membangunkan Lu Ping yang sedang tidur, Wu Song tahu Lu Ping yang sedang hamil lebih banyak tidurnya karena akan mual bawaannya bila terlalu banyak bergerak.


Setelah menaruh makanan di meja Wu Song langsung kembali ke dapur menyiapkan sarapan buat Utari.


Lu Ping yang sedang berbaring di kasur bukan nya tidak tahu, tentu saja dia tahu Wu Song datang, apalagi sebagai wanita yang menguasai ilmu bela diri.


Kepekaan nya tentu cukup tinggi meski tidak sehebat Yi Yi dan ibunya Xue Yen tapi Lu Ping juga termasuk jagoan wanita yang sulit di cari tandingan nya.


Lu Ping tersenyum bahagia, karena dia tahu betul Wu Song sangat memperhatikan dan mencintai nya dan itu tidak pernah berubah.


Semuanya terjadi begitu saja di luar kemauannya, wajah Wu Song yang sangat tampan ditambah dengan postur tubuhnya yang sedang dan padat atletis.


Memang adalah daya tarik tersendiri bagi para wanita, di tambah dengan sifatnya yang welas asih dan tidak sombong.


Selalu bersedia memberikan bantuan dengan tulus kepada siapapun tanpa pamrih dan mudah mengasihani orang lain.


Semua hal baik yang jadi kelebihan nya, malah selalu membuatnya terlibat dalam urusan dengan para wanita yang salah paham dengan maksud baiknya.


Lu Ping sendiri juga jatuh cinta kepada Wu Song karena semua hal baik yang ada di diri Wu Song, jadi dia tidak mungkin menyuruh Wu Song menghilangkan nya.


Lagipula itu adalah bawaan dari sifat alaminya, yang tidak mungkin bila disuruh berubah terus langsung berubah.


Lu Ping hanya bisa mempercayai Wu Song suaminya pergi menangani masalah ini.


Dia tidak mau lagi terlibat seperti masalah Se Se dulu, yang malah membuat dirinya, Suaminya dan Se Se tidak bahagia.

__ADS_1


Wu Song Kembali kekamar Utari membawa sebuah nampan berisi 3 mangkuk sup dan 5 biji pangsit kuah kesukaan Ceng Ceng istrinya yang pertama.


Wu Song setiap menyiapkan pangsit buat Lu Ping dia tetap selalu membuat seporsi kecil pangsit kuah.


Yang biasa nya akan dia nikmati seorang diri sambil mengingat semua kenangan nya bersama Ceng Ceng.


Lu Ping juga tahu hal itu, tapi dengan penuh pengertian dia tidak pernah mengganggu Wu Song bila Wu Song sedang dalam kondisi seperti itu.


Kini pangsit kuah yang biasa dia nikmati sendiri, dia akan coba tawarkan ke Utari siapa tahu Utari cocok dan menyukai nya.


Wu Song duduk ditepi ranjang, sebuah meja kecil sudah di siapkan oleh para dayang Utari agar Wu Song dapat meletakkan masakan yang dia buat khusus untuk Utari.


Wu Song mengurut beberapa syaraf di dekat belakang leher Utari, perlahan-lahan Utari membuka matanya.


Rasa ngantuk dan lesu nya mulai hilang terganti rasa segar dan sedikit lapar, Wu Song dengan hati-hati membantu Utari untuk duduk bersandar di bantal yang di letakkan diujung ranjang.


Lalu Wu Song perlahan-lahan menyuapi sup buatan nya ke bibir Utari yang sedikit terbuka meneraktirnya.


Utari sangat senang mendapat perhatian seperti ini dari Wu Song dia terus minum sup yang disiapkan Wu Song sesendok demi sesendok sambil terus menatap Wu Song dengan tatapan mesra.


Tak terasa 3 mangkuk sup porsi kecil telah berpindah ke dalam perut Utari.


Utari bisa merasakan hawa hangat yang mulai menjalar di dalam tubuhnya, tangan dan kakinya yang tadinya dingin dan gemetaran.


Sekarang sudah tidak lagi, Utari mulai merasa tubuhnya kini lebih segar dan bersemangat.


Wu Song melanjutkan dengan menyuapi sebutir pangsit yang sudah dia tiup-tiup terlebih dahulu agar tidak kepanasan saat di makan Utari.


Utari membuka mulutnya lebih lebar dan memakannya dengan patuh.


"Bagaimana rasanya ?" tanya Wu Song sambil menyedok sesendok kuah dan menyuapi Utari.


Utari tersenyum senang memberikan tanda jempol, sambil berkata.


"Aku tidak pernah makan masakan seperti ini, tapi rasanya benar-benar sangat enak aku sangat menyukainya."

__ADS_1


__ADS_2