
Wu Song tahu bila dia tidak membuat pasukan ini takut, mereka tidak akan mundur, mungkin ini saat yang tepat baginya untuk mencoba kekuatan Pedang Naga Siluman Semesta yang belum pernah dia gunakan selama ini.
Tubuh Wu Song perlahan-lahan melayang ke udara, melihat bocah kerdil berkulit kuning itu ternyata bisa terbang.
Hati Rakana sedikit tergetar, dia tidak menyangka Wu Song memiliki kesaktian seperti itu.
Tapi kini mundur sudah bukan pilihan, sebagai ksatria lebih baik mati terhormat di Medan perang dari pada melarikan diri seperti binatang yang ketakutan.
Seumur hidup dia hidup pun tidak punya harga diri untuk mengangkat kepalanya menatap orang.
Wu Song mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin, tanpa kesulitan Wu Song mencabut pedang tersebut.
Begitu pedang tercabut langit langsung menjadi gelap petir sambar-menyambar,
Wu Song langsung menebaskan jurus pertama.
Sesosok sinar kehijauan memanjang mengeluarkan suara raungan yang dahsyat dan menggetarkan melesat kedepan.
Melewati Rakana yang tubuhnya terbelah dua, gada yang digunakan menahan serangan Wu Song juga terbelah dua dan jatuh tergeletak diatas tanah.
Tidak cukup sampai disitu, cahaya hijau tersebut menembus barisan pasukan Chedi seperti kilat menyambar.
Ratusan ribu pasukan Chedi terpental kehilangan nyawa, bumi bergetar hebat akhirnya tanah yang di lewati garis hijau tersebut terbuka lebar membentuk jurang tak berdasar.
Ratusan ribu pasukan Chedi baik yang bernyawa ataupun yang sudah tidak bernyawa semua terjatuh kedalam jurang tersebut.
Tidak berapa lama tanah yang terbuka tadi kembali menyatu membentuk garis tipis seperti retakan kecil.
Pasukan Chedi yang tadinya berjumlah 500.000 orang kini mungkin hanya tersisa setengahnya mungkin tidak sampai.
Sisa pasukan Chedi tanpa aba-aba mereka semua melarikan diri meninggalkan lokasi pertempuran dengan sangat ketakutan tanpa perlu di komandoi.
Sedangkan Wu Song sedikit menyesal dia tidak menyangka dengan pedang naga siluman jurus yang dihasilkan menjadi begitu mengerikan.
Wu Song langsung menyimpan pedang tersebut kedalam sarung nya lalu memasukkan nya kedalam cincin.
Saat ingin di masukkan pedang tidak menolak tapi mengeluarkan suara raungan yang sangat keras dan menggetarkan nyali orang yang mendengarnya.
Wu Song berjanji dalam hati dia tidak akan pernah lagi mencabut pedang Naga Siluman Semesta lagi bila tidak dalam keadaan sangat terdesak.
Di atas bukit Utara dan seluruh pasukannya melihat dengan mata terbelalak dan mulut terbuka lebar.
__ADS_1
Mereka tidak menyangka Wu Song hanya perlu satu jurus saja seluruh pasukan Chedi langsung lari ketakutan.
Melihat Wu Song sudah sedang berjalan kearah bukit, Utari segera menarik tangan kakaknya dan berkata,
"Kakak tunggu apalagi, cepat ikuti permintaan Kakak Song sebelum pergi tadi, ayo kak jangan sampai terlambat."
"Ya..ya...ya...!"
Jawab Utara dengan sangat gugup, lalu buru-buru pergi membawa pasukan nya kearah hutan dengan pakaian compang-camping, berlari terbirit-birit kearah hutan.
Tapi sebelum mereka sampai sederetan Pasukan bersenjata lengkap berlompatan keluar dari dalam hutan.
Di pimpin oleh seorang pria berbadan besar dan berotot yang berlari paling depan sambil mengangkat gada nya tinggi-tinggi mengejar kearah Utara.
Dia lah kacika paman dari Utara dan Utari, dia berteriak,
"Utara serahkan nyawa mu...!!"
Utara dan pasukannya memutar arah dan berlari kembali kearah bukit.
Wu Song tiba-tiba muncul menghadang di depan kacika.
Kacika yang tidak menyadari kesaktian Wu Song menjadi sangat marah melihat Wu Song yang bertubuh kecil.
Tapi Wu Song dengan tehnik membaca gerakan dan langkah ajaib dengan mudah menghindar dari serangan kacika.
Lalu menotok beberapa bagian tubuh kacika yang membuat nya terkulai lemas.
Wu Song yang khawatir kacika kembali berbuat onar setelah dia pergi.
Wu Song memutuskan beberapa nadi penting ditubuh kacika yang membuat nya seumur hidup akan menjadi orang lumpuh yang cacat dan tidak bisa menggunakan kekuatan nya lagi.
Keempat pengawal setia kacika maju mengeroyok Wu Song dengan golok panjang melengkung yang sangat tajam di tangan kanan dan tameng ditangan kiri mereka.
Mereka bekerja sama dengan kompak serangan sabetan golok dan tangkisan tameng mereka sangat teratur.
Tapi bagaimana pandainya mereka berkelahi menyerang dan bertahan, mereka tetap bukan lawan Wu Song.
Hanya dengan satu jurus Kang Lung You Hui dari Hang Lung Se Pa Cang, mereka berempat langsung jatuh tunggang langgang dengan pedang dan tameng terlepas dari pegangan mereka.
Wu Song kemudian menyusul nya dengan totokan jari matahari yang membuat 4 orang tersebut tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
Pasukan pimpinan kacika yang melihat pengawal raja dan raja junjungan mereka kini di kalahkan dan terkulai lemah tak berdaya.
Mereka segera melepaskan senjata mereka dan berlutut ketakutan di hadapan Wu Song Utara dan Utari.
Utara maju kedepan dan berbicara,
"Kalian semua berdirilah, kalian sudah di maafkan aku tahu kalian semua hanya bekerja menjalankan perintah saja."
"Semua ini adalah kesalahannya, jadi aku sudah membebaskan kalian semua dari hukuman, hanya dia lah yang akan menjalani hukuman."
Ucapan Utara di sambut gembira oleh seluruh pasukan yang dipimpin oleh Kacika.
Setelah mengucapkan terima kasih, semua pasukan itupun kini berdiri dan bergabung dengan pasukan Utara.
Untuk kembali ke kerajaan Wirata, sampai di kerajaan Wirata tanpa mengalami perlawanan karena Kacika sendiri sudah tertangkap.
Utara dan Utari dapat mengambil alih Kembali kerajaan mereka dan membebaskan kedua orang tua mereka.
Selama semua proses itu Wu Song hanya mendampingi mereka berdua saja, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Tapi meski tidak berbicara, tapi semua pasukan yang ikut dalam rombongan pangeran Utara sangat takut dan menghormati nya.
Putri Utari sendiri juga tidak banyak terlibat dia lebih memilih menggandeng tangan Wu Song dengan mesra sambil tersenyum bahagia.
Seakan-akan ingin memberitahu seluruh rakyatnya bahwa Wu Song adalah miliknya.
Hal ini membuat Wu Song menjadi canggung dan tidak enak.
Wu Song ingin melepaskan pegangan Utari tapi bila hal itu dilakukan didepan ramai-ramai itu akan sangat memalukan bagi Utari.
Dan akan membuatnya kehilangan muka didepan rakyat dan kedua orang tuanya.
Sehingga Wu Song hanya bisa beberapa kali berbisik pada Utari agar melepaskan rangkulan tangannya.
Tapi Utari pura-pura tidak mendengarnya, sementara Utara yang melihat kelakuan saudarinya itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Kerajaan Wirata mengadakan pesta perayaan atas kembalinya raja Wirata Kembali memimpin kerajaannya.
Seluruh Mentri dan pejabat juga bangsawan dan orang penting hadir dalam pesta perjamuan yang di adakan di istana.
Wu Song juga terlihat hadir dalam acara tersebut.
__ADS_1
.