LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PASUKAN RAJAWALI MERAH MUNDUR DARI KOTA WAN


__ADS_3

Yue Fei dan Sin Yi saling pandang mereka berdua mengangguk sependapat.


Seakan-akan mereka memiliki pertalian batin dan pikiran yang sama.


Yue Fei kini menatap Wu Song dengan serius dan berkata,


"Kemampuan kami berdua memang bukan tandingan anda tuan."


"Tapi misi yang ada di pundak kami adalah mempertahankan benteng ini, sampai titik darah penghabisan."


"Bila anda ingin mengambil alih kota ini, anda hanya bisa melangkahi mayat kami berdua."


ucap Yue Fei gagah.


Wu Song di dalam hati sangat kagum dengan keberanian dan bakat yang dimiliki Yue Fei.


Wu Song tidak ingin menyelesaikan dengan kekerasan bila tidak sangat terpaksa.


"Saudara Yue dan saudari Sin Yi, kalau kalian bersedia menyerah, aku akan menjamin keselamatan kalian dan semua orang di sini."


"Bahkan aku bisa mengusulkan jabatan dan kekuasaan yang lebih besar dari yang kalian miliki sekarang."


Yue Fei mengangkat tangannya menyetop bujukan Wu Song sambil menggelengkan kepalanya dia berkata,


"Tuan Bun Houw berbudi besar kepada ku, aku selamanya hanya akan mengabdi kepadanya."


"Aku Yue Fei meski miskin tidak berguna tidak punya apa-apa, tapi aku masih memiliki kesetiaan."


ucap Yue Fei menolak tawaran Wu Song.


Sin Yi mengangguk dan berkata,


"Benar Pendekar Besar Song, aku juga akan mengikuti dan mendukung pilihan suamiku tanpa penyesalan."


Wu Song semakin terharu dan merasa sayang dengan kedua orang ini.


"Saudara Yue tolong kamu pikirkan lagi tawaran ku ini, dengan menyerah kamu bukan berkhianat."


"Tapi kamu kembali ke jalan yang benar, tidak membantu orang yang berdiri di jalan salah."


"Kesetiaan bagus tapi tidak boleh membuta, dengan hati nurani kita harus bisa memilih mana sisi yang benar dan mana sisi yang salah."


"Apa kalian tahu siapa yang sedang kalian bela ? kalian bukan bela Bun Houw, tapi yang kalian bela adalah Shi Ma Ong."


"Keturunan bangsa khitan Liau Dong yang tidak tahu balas Budi."


"Demi kekuasaan dia rela melakukan pemberontakan menghianati orang tua yang telah memelihara nya dari kecil."


"Dan menimbulkan peperangan dengan ambisi pribadi, tapi menyusahkan rakyat kecil dimana-mana, tidak bisa hidup dengan tenang."

__ADS_1


"Satu hal lagi yang perlu kamu ingat, semua ilmu yang kamu gunakan itu, adalah ilmu dari ku."


"Dan ilmu dari mertua ku, Bun Houw bisa memiliki kemampuan seperti sekarang, semua karena dia adalah teman masa kecil ku."


"Bila bukan karena aku dan guru ku maukah Shi Ma Ong mendekatinya dan membantunya."


"Aku tahu kalian berdua adalah pasangan yang memiliki perasan cinta kebaikan dan kesetiaan."


"Makanya aku sangat menyayangkan bila kalian tersesat karena pilihan yang salah."


"Kini semua terserah kalian, kalian pikir dan rundingkan baik-baik."


"Aku tidak akan berbicara banyak lagi, aku beri kalian waktu berpikir dan memutuskan selama 3 hari."


Kalian bisa memilih menyerah dan aku yang akan menjamin keselamatan dan masa depan kalian."


"Atau Kalian boleh memilih membawa seluruh pasukan Rajawali Merah kalian meninggalkan tempat ini."


"Tapi tolong jangan bawa ransum persediaan rakyat dan persediaan yang menjadi hak kota Wan."


"Pasukan penjaga kota Wan milik Jendral He tidak boleh kalian bawa."


"Saat ini hanya ini yang bisa kulakukan kepada kalian."


"Tapi ingatlah pilihan kalian hari ini, akan menentukan masa depan kalian."


Setelah menyelesaikan kata-katanya Wu Song langsung terbang ke angkasa menghilang dari tempat tersebut.


Yue Fei menggandeng Sin Yi kembali kekediaman sementara mereka.


Yue Fei tahu Pasukannya hanya tertidur, dia tidak perlu khawatir.


Dia lebih khawatir apa yang akan dia pilih 3 hari berikutnya.


Apakah akan memilih Wu Song atau memilih Bun Houw.


Pikiran warasnya menyadari memilih mengikuti Bun Houw, dia hanya akan memaksa dirinya dan Sin Yi ke jalan buntu.


Memilih ikut dengan Wu Song hati nuraninya menyalahkan dirinya yang tidak setia, tidak tahu balas Budi.


Melakukan perlawanan mati-matian kepada Wu Song, itu hanya akan mengirim nyawa orang di sekitarnya mati sia-sia bersama nya.


Sementara Yue Fei dan istrinya sedang berdiskusi mengambil keputusan.


Wu Song terlihat duduk di bawah sebuah pohon besar di tepi sungai besar Yang The yang lebar dan berarus deras.


Wu Song duduk bersila memejamkan matanya.


Tubuh Wu Song di kelilingi oleh cahaya lembut yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Saat Wu Song kembali membuka matanya, waktu tiga hari yang di janjikan nya telah berlalu.


Wu Song merasa tubuhnya sangat segar, setelah melakukan meditasi penyatuan diri dengan alam selama 3 hari.


Ditempat yang sangat sepi dan tenang ini.


Wu Song dengan santai terbang kembali ke kota Wan.


Dari jauh Wu Song melihat kota Wan kini telah berganti bendera menjadi bendera kerajaan jin.


Di atas tembok tidak terlihat sama sekali Pasukan Rajawali Merah, yang ada hanya Pasukan penjaga kota.


Wu Song memejamkan matanya sejenak merasakan kesedihan, karena akhirnya kedua orang baik itu tetap memilih mempertahankan kesetiaan mereka.


Wu Song masuk kedalam kota Wan semua berjalan normal tidak terlihat perubahan sama sekali.


Rakyat terlihat tenang , seakan-akan tidak ada perubahan berarti yang terjadi.


Wu Song menghampiri sekelompok pasukan penjaga gerbang yang sedang duduk santai.


Wu Song memberi hormat kepada mereka kemudian bertanya,


"Apa yang terjadi di sini,? bukankah 3 hari yang lalu masih di kuasai oleh pasukan pemberontak Rajawali Merah tempat ini.? kenapa sekarang terlihat berbeda ?"


Para penjaga tidak mengenali Wu Song, tapi Wu Song membawakan sarapan pagi bakpao dan arak wangi.


Tentu saja mereka menyambutnya dengan gembira, dan mempersilahkan dia untuk duduk.


Kamu tidak tahu, beberapa hari yang lalu kota ini di datangi oleh orang sakti yang bisa terbang.


Semua pasukan kota ini di buat pingsan dengan suara sulingnya, termasuk Pasukan Rajawali Merah.


Keesokan paginya, pagi-pagi Jendral Yue Fei dan istrinya memimpin 20.000 Pasukan Rajawali Merah meninggalkan kota ini tanpa membawa apapun.


Kecuali bekal perjalanan mereka menuju kota Xu Chang.


Setelah mendapatkan informasi dari mereka, Wu Song pun pergi kerumah walikota setempat.


Untuk mengamati secara diam-diam kinerja walikota tersebut, pasca baru terjadi pergantian kekuasaan.


Walikota yang rumahnya di kelilingi oleh tembok tinggi dan dijaga ketat oleh preman-preman dari dunia hitam.


Terlihat kini dia sedang bersenang-senang bermain petak umpet dengan beberapa gadis cantik muda di taman pribadi miliknya.


Wu Song sangat jengkel dengan gaya kepemimpinan orang ini.


Yang sangat tidak kompeten, harusnya pasca terjadi masalah besar. Pergantian kekuasaan.


Harusnya dia harus lebih banyak bergerak memerhatikan rakyatnya.

__ADS_1


__ADS_2