
Pagi-pagi di hutan dekat air terjun, terlihat 3 orang pemuda bertelanjang dada sedang menebang pohon.
Mereka bertiga adalah Wu Song Bun Houw dan Lu Fan, yang paling banyak menebang pohon adalah Lu Fan sedangkan Wu Song dan Bun Houw lebih banyak membantu menebas dahan-dahan pohon.
Dari mereka bertiga meski usia Lu Fan paling kecil tapi ukuran tubuhnya paling besar dan paling berotot.
Tenaga nya juga paling besar pohon-pohon besar dan tua seukuran lingkar tangan pria dewasa hanya sekali tampar langsung roboh.
Wu Song dan Bun Houw mengangkat sebatang pohon berdua, sedangkan Lu Fan mengangkat 4 batang pohon yang diikat dengan akar pohon menjadi satu seorang diri. Semua pohon yang ditebang,
mereka pindahkan kedekat lokasi pondok yang akan mereka dirikan.
Lu Fan hanya bisa membantu sampai semua batang pohon dipindahkan kelokasi tempat akan didirikan pondok.
Karena Lu Fan harus pergi melawan siluman kerbau menjalankan perintah Lu Sun semalam.
Wu Song dan Bun Houw berdua bahu membahu membuat pondasi, menggergaji balok menjadi potongan kayu yang lebih kecil untuk mendirikan pondok mereka.
Lu Ping dan Yi Yi juga ikut membantu membawakan air minum dan makanan untuk mereka. Dan menggunakan akar pohon untuk mengikat potongan kayu sesuai permintaan Wu Song dan Bun Houw.
Menjelang sore sebuah pondok sudah berdiri tinggal memasang atap.
Akhirnya menjelang makan malam sebuah pondok berhasil mereka dirikan.
Kemudian Wu Song, Bun Houw, Lu Ping dan Yi Yi melepaskan tenda yang dipinjamkan Lu Fan ke mereka.
Setelah tenda terlipat rapi, Wu Song dan Lu Ping membawanya untuk ditaruh di pondok Lu Sun.
Bun Houw terlihat sangat kelelahan dia berbaring dan tertidur dalam pangkuan Yi Yi.
Melihat hal itu Wu Song menggoda Lu Ping berkata, "aku mau juga dong seperti itu."
Lu tersenyum lembut melirik Wu Song kemudian mengangguk dan mengajak Wu Song mencari tempat teduh.
Lu Ping duduk bersandar di pohon Wu Song langsung berbaring di paha kiri Lu Ping.
Wu Song menciumi perut Lu Ping membuat Lu Ping tertawa manja karena geli.
Mereka berdua bersenda gurau karena Wu Song sebenarnya tidak lelah sama sekali dia hanya ingin bercanda dan menggoda Lu Ping saja.
Tapi Wu Song menikmati kemesraan yang diberikan Lu Ping padanya.
Wu Song menatap manja Lu Ping, kemudian berkata,
"Sayang aku haus ingin minum," Lu Ping memberikan tempat minum dari kantung kulit, Kepada Wu Song.
Wu Song minum sambil tiduran alhasil air tumpah membasahi celana Lu Ping.
__ADS_1
Lu Ping sedikit terkejut, tapi dia tidak terlalu menganggap nya.
Wu Song berkata untuk menggoda Lu Ping,
"Sayang... baru aja dicium sedikit perutnya udah ngompol, gimana kalau malam pertama nanti."
Lu Ping tidak menanggapi serius candaan Wu Song dia balas bertanya,
"Emang masih ada malam pertama? bukankah sudah kamu ambil duluan waktu di Hang Zhou."
Mendengar Lu Ping berkata seperti itu, Wu Song langsung bangkit dari tidurnya celingukan melihat sekitarnya.
Mirip pencuri yang takut ketahuan.
Lu Ping tertawa menutup mulutnya dengan tangan, kemudian berkata,
"Kenapa harus panik seperti itu seperti maling ayam saja..?"
Wu Song tersenyum bodoh sambil menggaruk kupingnya yang tidak gatal,tidak tahu mau bilang apa.
Wu Song akhirnya mengangkat tangan didepan bibirnya dan berkata,
"Jangan keras-keras bicara nya nanti terdengar orang."
Tiba-tiba terdengar suara Lu Fan dari atas,
"Hayo ada apa ngaku kalian, kenapa takut didengar orang? Hah.. aku tahu kak Lu Ping pasti sedang hamil..."
Aku harus beritahu ayah aku ingin lihat wajahnya yang konyol itu...
"HA...HA..HA..HAHAHA....!"
"Lu Fan kembali jangan macam-macam...!" teriak Wu Song panik sambil mengejar untuk menangkap Lu Fan.
Lu Fan sangat terkejut karena Wu Song bisa tiba-tiba muncul disampingnya dan menjewer telinga nya.
Sedangkan Lu Ping meski wajahnya merah karena malu, tapi dia tertawa-tawa melihat aksi Wu Song yang panik.
Dia tidak pernah melihat Wu Song begitu ketakutan dan panik seperti itu, sehingga membuatnya tertawa geli.
Lu Fan tidak berkutik dan berkata,
"Ampun..ampun kak Wu Song lain kali tidak berani lagi."
Kedua tangan Lu Fan terlihat memegang dua cula besar, kelihatannya dia telah berhasil membawa dua tanduk siluman kerbau pesanan ayahnya semalam.
Wu Song di dalam hatinya kagum dengan kesaktian bocah yang baru berumur 17 tahun ini.
__ADS_1
Sedangkan Lu Fan juga mengagumi ilmu muncul dan menghilang yang ditunjukkan Wu Song barusan.
Bun Houw yang mendengar suara ribut-ribut Lu Fan akhirnya terbangun.
dan melihat kearah Wu Song dan Lu Fan dengan ekspresi bingung.
Yi Yi mendengar dan melihat semuanya, tapi dia adalah gadis lembut yang tidak suka ingin tahu dan membicarakan urusan orang lain.
Dia hanya menanggapinya dengan tersenyum lembut saja.
Wu Song sudah melepaskan jeweran nya tadi, karena dia paling tidak tega menghukum Lu Fan se nakal apapun bocah itu.
Tadi adalah reaksi panik, dia khawatir Lu Fan yang nakal benar akan memberitahu gurunya dan akan membuat kesalahpahaman.
Bun Houw setelah bangun tidur merasa tubuhnya lebih segar.
Dia menatap Wu Song dan Lu Fan lalu berkata,
Kakak Song, Fan Fan aku sedikit gerah mau pergi mandi kalian berdua mau ikut.
Lu Fan langsung menjawab "aku ikut, tapi aku mau menyerahkan benda ini ke ayah dulu tunggu aku sebentar."
Tanpa memperdulikan jawaban Bun Houw Lu Fan langsung melesat kearah Pondok Xue Yen.
Setelah memberikan sepasang tanduk siluman kerbau kepada Lu Sun, dia langsung kembali ketempat Bun Houw dan Wu Song.
Kemudian mereka bertiga pergi ke kolam air terjun untuk mandi.
Lu Ping dan Yi Yi tidak ikut mereka berdua duduk santai didepan pondok yang baru selesai dibangun Wu Song dan Bun Houw.
Cukup lama mereka berdua duduk dan ngobrol-ngobrol, sampai akhirnya Wu Song dan Lu Fan kembali tapi tidak terlihat Bun Houw.
Dengan heran bercampur khawatir Yi Yi bertanya, dengan suar khasnya yang lembut.
"Bun Houw ke ke kemana? kenapa kalian cuma berdua..?"
Ooh jawab Wu Song cepat-cepat sebelum Lu Fan menjawab aneh-aneh yang akan membuat Yi Yi sedih dan panik,
"Bun Houw sudah pulang duluan membawa 10 ekor ikan besar, katanya mau masak untuk kita semua. Kemungkinan saat ini dia lagi sibuk di dapur."
Mendengar jawaban Wu Song wajah Yi Yi terlihat lega lalu diapun dengan lembut berkata,
"Aku mau melihatnya ke dapur.."
Lu Fan tiba-tiba berteriak "Kak Yi Yi kamu sungguh manis, kalau kak Bun Houw tidak mau lagi padamu, aku bersedia menikahi mu...!"
"HA..HA..HA..HAHAHA..!"
__ADS_1
Kemudian dia langsung tertawa terbahak-bahak.
Yi Yi yang sedang berjalan menuju dapur mematung sejenak, kemudian dengan wajah tertunduk kuping dan leher terlihat sangat merah seperti terbakar, dia berlari meninggalkan lokasi Wu Song dan Lu Fan.