
Pasukan Rajawali Merah pimpinan Bun Houw dan Shi Ma Ong menguasai Luo Yang Meng Jin dan Hu Lao Kuan.
Tapi tak lama kemudian Hu Lao Kuan sudah direbut kembali oleh gabungan para pendekar dan Pasukan dari Shouchun dan Lu Jiang yang di pimpin oleh Topeng Besi Yi Yi dan Panglima Sie.
Karena baru saja mengalami pertempuran berat, Pasukan Rajawali Merah tidak bisa melakukan perlawanan yang berarti.
Terhadap serangan dadakan yang di lakukan oleh pasukan gabungan para pendekar yang rata-rata memiliki kesaktian tinggi.
Mereka hanya bisa mundur dan bertahan di Luo Yang.
Bun Houw dan Shi Ma Ong yang mendapati kota Luo Yang adalah kota kosong, mereka kini jadi paham siasat apa yang sedang Wu Song mainkan buat mereka.
Dengan jatuhnya Hu Lao Kuan ketangan Panglima Sie dan Pasukan gabungan para pendekar.
Kini kondisi Pasukan Rajawali Merah pimpinan Bun Houw, terkepung dari depan dan belakang.
Dalam kondisi terdesak ini Bun Houw mengumpulkan seluruh pasukannya, dan beberapa komandan pasukan yang sudah mengikutinya sejak lama.
Setelah memandang mereka semua dengan wajah sedih Bun Houw berkata,
"Saudara seperjuangan ku, maaf aku telah memimpin kalian ke kondisi seperti ini.!"
"Kini baik Alung dan Yue Fei mereka sudah mendahului kita..!"
"Aku sangat bersedih dan merasa bersalah dengan mereka, tapi aku tahu dengan jelas saat ini bukan waktunya bagi ku untuk larut dalam kesedihan..!'
"Karena masih banyak saudara-saudara setia ku yang lain nya bergantung dan mempercayakan nyawa mereka pada ku.!"
"Saudara-saudara ku kalian dengarlah baik-baik, saat ini bila di antara kalian ingin menyerahkan diri..!"
"Aku tidak akan melarang kalian, aku akan membiarkan kalian pergi dengan bebas.!"
Bun Houw mengedarkan pandangannya menatap wajah para bawahannya melihat reaksi para bawahannya.
Melihat mereka tidak ada yang bersuara maupun bergerak atau bereaksi dengan tawarannya tadi.
Bun Houw sangat terharu, sambil menghapus dua titik bening di matanya dia berkata,
"Saudara ku semuanya dengarlah, aku Xie Bun Houw sudah memutuskan..!"
"Aku akan mendukung Pangeran Shi Ma Ong yang telah begitu banyak berbudi kepada ku, !"
"Aku tidak akan pernah meninggalkan nya seorang diri dalam situasi apapun..!"
"Aku akan berjuang bersama nya hingga tangan dan kaki ini tidak bisa di gerakkan lagi..!"
"Itu sumpah ku...untuk sahabat ku Shi Ma Ong..!!!"
__ADS_1
"Wahai saudaraku bila kalian masih ingin berjuang bersama ku, marilah kita berjuang hingga titik darah penghabisan...!!!"
"You Nan Tung Tang You Fu Tung Siang (Ada kesulitan kita tanggung bersama ada kesenangan kita nikmati bersama, itulah sumpah ku untuk kalian saudara saudaraku...!!!"
teriak Bun Houw dengan suara membahana, karena dia mengerahkan chi nya dalam kalimat penutupnya.
Secara serentak 1.500.000 Pasukan Rajawali Merah bersorak,
"Hidup Panglima Xie....!!! Hidup Panglima Xie...!!!"
"Kami semua sampai matipun...akan mengikuti Panglima Xie ...!!!"
"Hidup Panglima Xie....!!! Hidup Panglima Xie...!!!"
Terdengar suara sorak gegap gempita dari pasukan Rajawali Merah penuh semangat sambil mengangkat senjata mereka.
Bun Houw menatap haru keseluruh Pasukan Rajawali Merah yang mengikutinya.
kemudian berkata,
"Terimakasih saudara ku semuanya...!! terimakasih...!!!"
Sorakan hidup panglima Xie terus berkumandang hingga terdengar sampai ke pasukan pihak Panglima Sie di benteng Hu Lao Kuan.
Begitu pula dengan Pasukan Naga Hitam yang menempati Han Gu Kuan.
Tapi Pasukan Naga Hitam tidak ada yang terlihat jeri, mereka menanggapi suara sorakan itu dengan tenang.
Ditengah malam yang pekat di sebuah kemah besar milik Si Topeng Besi dan Istrinya Yi Yi.
Terlihat Yi Yi sedang duduk menatap suaminya yang tampan sedang tertidur pulas.
Dia berkata setengah bergumam, lebih tepat nya berbisik kepada dirinya sendiri.
"Yang Ta Ke maafkan Yi Yi "
"Yi Yi sudah berusaha, tapi Yi Yi tetap belum bisa melupakannya..."
"Kini kondisinya sudah seperti ini, Yi Yi tahu ini salah.'
"Tapi tidak tahu kenapa Yi Yi sangat mengkhawatirkannya, Yi Yi tidak bisa melihat dia mati di hadapan Yi Yi.."
"Ijinkan Yi Yi pergi membujuknya untuk yang terakhir kalinya..."
"Maafkan Yi Yi Yang Ta Ke..."
Setelah Yi Yi bergumam dia bangkit dari tempat tidur mereka, lalu diam-diam dengan sangat ringan dia bergerak dengan ilmu ringan tubuh' Chou Sang Fei (berjalan di udara).
__ADS_1
Ilmu andalan yang Xue Yen wariskan padanya, Yi Yi terlihat melayang ringan meninggalkan perkemahan utama bergerak menuju Luo Yang.
Setelah Yi Yi meninggalkan kemah dari sudut mata Yang Jian mengalir dua butir air bening.
terdengar suara gumam dari mulut Yang Jian,
"Yang Jian...Yang Jian...kamu selamanya tetap tidak bisa mengalahkan Bun Houw.."
"Kamu hanyalah pecundang yang mendapatkan tubuhnya tapi kamu tidak pernah bisa mendapatkan hatinya.."
"Tapi mau gimana lagi, justru kesetiaan seperti inilah yang paling kamu sukai dari Yi Yi."
Yang Jian kemudian menyusul berkelebat meninggalkan perkemahan, dia terbang tinggi di udara mengawasi Isteri nya dari tempat ketinggian di balik awan.
Sehingga tidak ada yang bisa melihat atau menyadari kehadirannya yang tidak pernah jauh dari Yi Yi.
Yi Yi melayang cepat menuju Luo Yang, tak lama kemudian dia sudah mendarat ringan ditembok benteng kota Luo Yang.
Begitu Yi Yi mendarat dia langsung di kepung oleh pasukan Rajawali Merah.
Salah seorang komandan yang memimpin penjagaan di sana berteriak,
"Tahan senjata...!"
Para bawahannya meski bingung mereka tidak berani bergerak.
Komandan itu maju memberi hormat sambil berkata,
"Apa kabar Nyonya Xie ? lama tak berjumpa.."
"Maaf komandan Li aku sudah lama bukan nyonya Xie lagi, aku kini adalah istri Yang Jian..."
"Tolong sampaikan kepada Bun Houw, aku ingin berbicara dengan nya di sini.."
Komandan itu mengangguk hormat, dia sudah lama mengikuti Bun Houw tentu dia tahu dengan sangat jelas hubungan antara Bun Houw dan wanita di hadapannya.
Dia segera memberi kode ke bawahan nya untuk pergi melaporkan pada Bun Houw.
Tak lama kemudian Bun Houw terlihat datang dengan terburu-buru dengan tatapan tak percaya dia menatap Yi Yi.
Di tatapan mata Bun Houw terlihat menyimpan kerinduan mendalam, tapi juga terlihat ada kekecewaan dan kebencian yang bercampur aduk.
Melihat kedatangan panglima mereka semua pasukan Rajawali Merah mundur menjauh menghilang dari sana dengan sangat tertib.
"Ada apa kamu kemari ? bukankah kamu sudah punya anak dan hidup berbahagia dengan nya ?"
"Apa kamu datang kemari untuk melihat ku sebagai bahan tertawaan.."
__ADS_1
"Bila itu yang kamu inginkan, kamu boleh tertawa sepuasnya.."
ucap Bun Houw dingin menutupi perasaan rindunya