LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
GADIS BERCADAR HITAM,


__ADS_3

Sedangkan Ular yang lolos dari tebasan dengan lincah langsung meloncat mengigit leher Ketua Wu Tang.


Secara reflek ketua Wu Tang menangkap dan hendak memencet mati ular itu.


Tapi ketika di pencet ular berkulit merah itu selain licin juga berkulit sangat keras.


Ular itu berbalik mengigit jarinya lalu dengan lincah meloncat kabur kembali ke pemiliknya.


Ular yang tertebas meloncat menggigit paha ketua Wu Tang.


Sehingga ketua Wu Tang pun terjatuh tidak bergerak lagi, segera di tandu oleh para muridnya pergi meninggalkan arena.


Kedua ekor ular merah merayap jinak kearah pemuda itu, lalu masuk ke dalam lengan baju pemuda itu.


Dengan santai pemuda itu kembali berkipas-kipas sambil menunggu penantang berikutnya.


Lu Fan yang sangat kesal melihat kelicikan dan kesombongan pemuda itu ingin maju kedepan menantang nya.


Tapi baru dia mau berdiri, bahunya di tahan oleh Wu Song dan Wu Song memberi kode dengan menggelengkan kepalanya.


Lu Fan yang selalu menurut dengan Wu Song, kembali duduk tidak membantah juga tidak bertanya hanya melihat kearah pemuda itu dengan tatapan kesal.


Tak lama kemudian seorang pria berusia 30an yang menggendong sebatang pedang di punggungnya maju menghadapi pemuda itu.


Begitu maju pria yang menggendong pedang di punggung memperkenalkan dirinya sebagai sebagai murid Xu San.


Lalu pedang di punggungnya keluar dari sarung pedang dipunggungnya dan bergerak sendiri menyerang pemuda itu.


Pemuda itu bergerak sambil menangkis pedang yang terus mencecarnya.


Pemuda yang kesal dengan pedang yang bis bergerak sendiri itu mengebutkan kipasnya dengan keras menangkis pedang itu sampai terpental.


Pedang itu tiba-tiba berubah menjadi tujuh lalu terbang kembali menyerang Pemuda itu.


Pemuda itu sedikit terdesak tapi dia bisa menghindari dan menangkis serangan tujuh pedang itu.


Pria dari Xu San memanggil balik pedangnya, kemudian pedang membelah diri menjadi ratusan dan berputar-putar mengelilingi dirinya.


Lalu kembali terbang kearah Pemuda itu yang terkejut dan terbelalak tidak tahu harus melakukan apa menghadapi jurus aneh dari Xu San.


Tapi ketika pedang hampir menyentuh dirinya, tiba-tiba semua pedang menghilang.


Dan pria dari Xu San terlihat jatuh berlutut dengan muka pucat dan pedangnya jatuh tergeletak di depannya.


Semua orang menatap kaget hanya panitia acara yang tampak tenang.


Wu Song pun berbisik pada Lu Fan dan Lu Ping, "sejak awal memasuki tempat ini aku sudah curiga dengan lokasi ini."

__ADS_1


"Kini terbukti kecurigaan ku," ucap Wu Song sambil melirik kearah pria asal Xu San itu.


"Kalian tahu kenapa dia tiba-tiba jatuh berlutut?"


"Kehabisan Chi" jawab Lu Ping dan Lu Fan serentak.


Sambil menatap mereka berdua Wu Song bertanya, "Kenapa bisa..?"


Lu Ping dan Lu Fan saling pandang dan menggeleng-gelengkan kepalanya, sebelum menatap Wu Song meminta penjelasan.


"Di dunia kita Chi memang tipis, tapi dibeberapa puncak gunung yang tinggi biasanya Chi alamnya cukup tebal."


"Tapi ditempat ini, sedikitpun tidak memiliki Chi."


"Apa kalian tidak merasa heran...? aku sudah perhatikan di sini, disekelilingku di sekeeliling kita ditumbuhi oleh Pohon Iblis yang bisa menyerap Chi orang dan alam."


"Siapa yang berani menggunakan Chi untuk bertanding, secara tanpa sadar Chi nya akan diserap habis oleh tempat ini."


"Makanya ketika kamu tadi hendak maju, aku melarang mu. ucap Wu Song menjelaskan.


Lu Gan dan Lu Ping menatap kagum pada ketelitian Wu Song, terutama Lu Fan dia sangat bersyukur Wu Song mencegahnya bila tidak mungkin saat ini dia yang akan kehabisan Chi.


Meski kondisi nya tentu tidak akan separah pria itu, karena dia masih memiliki banyak macam ilmu dahsyat lainnya.


Mereka kembali melihat ke arah arena di mana Pria umur 30an itu sekarang sedang di siksa ditendang kesana kemari oleh Pemuda itu.


Tiba-tiba gadis bercadar yang duduk dekat podium tidak tahan melihat tindakan pemuda berkipas itu.


Dia melayang maju menggunakan sebuah senjata cambuk yang terikat dipinggang rampingnya untuk menangkis tendangan pemuda itu .


Pemuda itu terpaksa menarik kembali kakinya yang terulur.


Karena tidak mau kakinya menjadi sasaran cambuk yang digerakkan oleh gadis bercadar itu.


Pemuda tampan yang duduk disebelah gadis bercadar sebenarnya ingin menghentikan temannya, tapi terlambat.


Kini dia hanya bisa menatap cemas tanpa daya kearah arena.


Pria tinggi besar yang memakai seragam militer juga ikut menatap khawatir.


Sambil tersenyum ceriwis Pemuda itu menatap tubuh gadis bercadar seakan-akan ingin menelanjanginya diapun berkata,


"Kenapa kamu melindunginya..? Kamu lebih tertarik ya sama pria berumur? , kamu jangan salah pilih meski dia lebih dewasa tapi kalau soal pengalaman dia pasti masih kalah dengan ku."


Ucapan Pemuda itu yang punya maksud kotor, membuat wajah hadir bercadar menjadi merah.


Meski tertutup cadar tapi masih dapat terlihat dari dahi sampai ke telinganya memerah.

__ADS_1


Sambil melotot gadis bercadar berkata,


"Jaga mulut kotor mu, rasakan ini...!"


"TAR...TAR..TARR...CTARRRR...!!"


Suara cambuk meledak-ledak seperti petir sebelum menyambar kearah Pemuda itu.


Sedangkan Pria dari Xu San memanfaatkan kesempatan gadis bercadar dan pemuda jahat itu sedang terlibat pertempuran.


Dia dengan tubuh terhuyung-huyung cepat berjalan meninggalkan arena pertandingan.


Pemuda itu awalnya meremehkan serangan gadis bercadar itu, tapi semakin lama dia mulai menghadapinya dengan serius.


Dia tahu dia harus ambil jarak dekat untuk mengalahkan gadis itu.


Tapi gadis itu tidak memberinya kesempatan mendekati nya.


Cambuknya bergerak seperti hidup mengejar kemanapun Pemuda itu bergerak.


Beberapa kali cambuk mengenai lantai arena menimbulkan garis Yang cukup dalam.


Ini menandakan kekuatan Cambuk gadis itu sangat kuat.


Tidak boleh di pandang enteng, Pemuda itu kehabisan akal dia tidak dapat menyerang gadis itu, sebaliknya gadis bercadar dengan bebas mengincar dirinya.


Pemuda itu mengolah otaknya bagaimana cara dia mendekati gadis itu.


Akhirnya dia memutuskan mengorbankan kipasnya yang penting bisa menang.


Kipas pemuda itu terlilit cambuk dan mereka sedang saling tarik kipas mulai robek-robek tidak kuat menahan tarik menarik dengan cambuk yang bergerigi tajam.


Tapi ganggang dan batang-batang kipas masih kokoh karena terbuat dari baja khusus.


Tiba-tiba Pemuda jahat itu membiarkan dirinya tertarik maju, malah dia menambah kecepatan majunya.


Dia melesat maju seperti anak panah yang dilepaskan dari busur sambil melempar dua cahaya merah yang melesat meliuk-liuk kearah gadis bercadar.


Wu Song yang bermata tajam sejak pemuda jahat itu saling tarik menarik dengan gadis bercadar, dia sudah menyadari niat Pemuda itu.


Jadi dia telah menyiapkan suling nya begitu dua titik merah melesat kearah gadis bercadar.


Wu Song meniup suling nya yang mengeluarkan bunyi melengking tinggi membuat sepasang ular itu gelisah dan bingung.


Mereka jatuh keatas tanah dan meringkuk ketakutan dan bingung.


Gadis bercadar sempat menoleh sambil menganggukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih pada Wu Song.

__ADS_1


Lalu melanjutkan serangan cambuknya pada Pemuda itu.


__ADS_2