LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBICARAAN DI PONDOK XUE YEN,


__ADS_3

Untungnya Lu Fan sedang termenung, jadi tidak memperhatikan reaksi Lu Ping saat ini.


Bun Houw dan Yi Yi hanya duduk diam tidak berani bersuara.


Siau Ching mengangguk senang dan berkata, "memang sudah seharusnya seperti itu, aku pada dasarnya sangat setuju dan turut berbahagia bila kalian berdua menikah."


"Tapi masalah ini sebaiknya kamu bicarakan dengan gurumu dan Xue Yen."


Siau Ching kemudian menatap Wu Song dan bertanya,


"Song Er kamu belum mengenalkan kedua temanmu padaku."


"Aah maaf sampai lupa, mereka berdua adalah temanku, ibu guru."


"Yang pria adalah teman masa kecilku, secara kebetulan kami kembali bertemu saat sedang berada di Hang Zhou."


"Namanya Sie Bun Houw."


"Sedangkan yang wanita disebelahnya bernama Yi Yi dia adalah pacar sekaligus calon istri temanku."


"Mereka berdua saling mencintai tapi karena perbedaan status, ayah Yi Yi tidak setuju.


Sehingga mereka ikut denganku mencari perlindungan di sini."


Sambil tersenyum lembut, Siau Ching. berkata,


"Aku tidak masalah mereka akan tinggal di sini karena mereka adalah sahabatmu, lagi pula lembah ini sangat luas mereka bisa memilih tinggal di manapun mereka suka."


"Cuma saran ku kalian segera pergi menemui Guru mu di pondok Ibu Xue Yen."


"Ibu tadi ayah masih marah dengan ku apa sekarang waktu yang tepat untuk menemuinya..?" tanya Xue Yen ragu.


"Kamu tidak tahu, ayahmu hanya pura-pura galak saja, sebenarnya dia sangat menyayangi mu."


"Selama kamu meninggalkan lembah yang paling dia khawatirkan ya, cuma kamu."


"kedua adalah Wu Song, dia sering bersedih merasa bersalah pada mendiang Alok dan Dian Sin Lan. "


"Karena tidak menjaga anak mereka dengan baik, sehingga Wu Song harus menanggung berbagai kepahitan hidup di usia mudanya."


"Bila dia mendengar kalian akan menikah tentu dia akan sangat gembira bagaimana mungkin dia akan memarahi kalian." ucap Siau Ching memberi penjelasan.


"Ibu kenapa ayah begitu pilih kasih, dia cuma mengkhawatirkan mereka berdua," ucap Lu Fan sambil menunjuk Wu Song dan Lu Ping. dengan kurang puas.


Kemudian dia melanjutkan berkata sambil tertawa nakal,


"Atau jangan-jangan aku bukan anak kandung nya? aku adalah anak orang yang berhasil memberinya topi hijau."


"Bajingan cilik kamu omong apa?" ucap Siau Ching marah sambil melotot dan mengangkat teko seakan mau menimpuk anaknya yang kalau bicara tanpa dipikir.


"Ayahmu tidak mengkhawatirkan mu karena dengan kemampuan mu, ayahmu yakin tidak ada yang bisa mengganggumu."

__ADS_1


"Ayahmu pernah berkata, justru dia takut kamu si anak nakal ini membuat kekacauan yang melebihi kakek gurumu sehingga kamu nanti bisa mengalami hukuman yang lebih berat dari kakek gurumu."


"Makanya ayahmu tidak pernah mengijinkan mu meninggalkan lembah seorang diri."


Setelah memberi penjelasan Siau Ching menatap anaknya dengan tajam dan bertanya,


"Sekarang kamu katakan kamu belajar dari siapa kata-kata tidak beradab itu? cepat katakan..?" tanya Siau Ching emosi.


Lu Fan tertawa nakal kemudian berkata,


"Kenapa ibu begitu marah jangan-jangan tebakan ku benar ya..?"


Siau Ching berdiri gemetaran menahan marah sambil berkata,


"Kau...kau..."


Wu Song segera menengahi dan menegur Lu Fan.


"Kamu bicara apa Fan Er cepat minta maaf pada ibu mu jangan bercanda kelewatan lagi ."


Sambil tertawa nyengir Lu Fan berkata,


"Ibu maafkan Lu Fan Bu."


Siau Ching sedikit mereda kemarahannya, dia kembali bertanya,


"Katakan siapa yang mengajari mu kata-kata kurang ajar dan biadab itu."


Lu Fan sambil tersenyum nakal bertanya pura-pura bodoh,


Siau Ching menjadi bingung dan serba salah..


Wu Song melihat hal itu kembali menegur Lu Fan,


"Fan Er jangan main-main lagi jawab pertanyaan ibu mu segera."


Lu Fan mengangguk kemudian berkata,


'Kakek Paman Siluman kerbau yang memberitahu ku, katanya suatu hari dia akan membuat ayah menikmati rasanya menggunakan topi hijau."


"Dia tidak mengenali ku dia berpikir aku dan dia sama-sama siluman. Jadi kami makan-makan sambil ngobrol-ngobrol bersama."


"Ibu kenapa begitu panik dan ingin tahu tentang Kakek Paman siluman kerbau itu? jangan dia dan ibu memang sempat punya hubungan?" tanya Lu Fan curiga sambil menatap ibunya.


"Tak ada waktu menjelaskannya padamu bocah tengik, aku sekarang harus pergi menemui ayahmu kalian semua sekalian ikut bersama ku."


Dengan panik Siau Ching berkelebat menuju pondok Xue Yen dan menggedor pintu memanggil Lu Sun.


Lu Sun cepat-cepat membuka pintu, dan memperhatikan Siau Ching dengan khawatir tidak seperti biasanya. Istrinya yang lembut sabar dan bijak ini bersikap demikian.


Lu Sun cepat-cepat membawa Siau Ching masuk kemudian bertanya,

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kamu terlihat begitu panik dan ketakutan sayang."


Siau Ching duduk disamping Xue Yen yang sedang menuangkan teh untuknya dan menatap nya dengan khawatir.


Setelah menarik nafas panjang Siau Ching pun berkata, "Siluman kerbau sudah mulai menampakkan diri lagi, katanya dia akan memberimu topi hijau, aku sangat takut Sun ke ke."


Lu Sun tersenyum kemudian menyentuh tangan Siau Ching dengan lembut, dan berkata jangan takut aku akan menjaga mu.


Kalau kamu takut kita bisa tidur bertiga bagaimana kalian mau kan tanya Lu Sun genit.


Lu Sun langsung mendapat cubitan gemas di pinggang kiri kanannya.


Lu Sun langsung menjerit tertahan dan minta ampun.


Xue Yen dan Siau Ching tersenyum melihat tingkah laku suami mereka ini.


Sesaat kemudian Xue Yen berkata,


"Selain hal ini, tadi Wu Song mengatakan dia ingin meminta restu kita agar dapat segera menikah dengan Ping er."


"Mereka sekarang sedang menunggu diluar dan Wu Song juga datang membawa temannya yang katanya akan menumpang tinggal disini."


Lu Sun menatap Xue Yen kemudian berkata,


"Sayang tolong minta mereka masuk kemari," Xue Yen mengangguk, kemudian berdiri dan berjalan kearah pintu pondok untuk memanggil rombongan Wu Song agar masuk kedalam Pondok.


Begitu rombongan Wu Song sudah duduk didalam pondok, Lu Sun menatap mereka semua dengan serius kemudian berkata,


"Wu Song aku sudah dengar dari Ibu Ching ching, soal permintaan mu."


"kami bertiga sudah memutuskan kami setuju dan merestui pernikahan kalian, bagaimana bila kita adakan acaranya 3 hari lagi?"


Wu Song dan Lu Ping saling pandang dan mereka tersenyum gembira.


Wu Song kemudian berkata,


'Terima kasih guru dan kedua ibu guru yang mempercayakan Ping er padaku, aku akan menjadikan guru sebagai contoh dalam mencintai dan menyayangi Ping er."


Tiba-tiba Lu Fan kembali menyelutuk nakal,


"Kalau begitu kakak ku siap-siap lah, ketika kamu hamil dia akan pergi.


pulang lagi tangannya tinggal satu.


Sambil membawa istri lagi.


Gak tahu kakak mau jadi yang pertama kedua atau malah menjadi yang ke 3 menggunduli kepala menjadi biksuni. "


Lu Ping wajahnya menjadi merah menahan kesal sambil memelototi Lu Fan, yang tersenyum nakal menggodanya


Siau Ching dan Xue Yen menutup mulut mereka menahan tawa mendengar celutukan Lu Fan si pengacau.

__ADS_1


Lu Sun sangat keki dia membuka sepatu menimpuk Lu Fan sambil berkata,


"Kamu bajingan kecil, kalau tidak bicara, tidak ada yang akan menganggap mu bisu."


__ADS_2