LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
RAHASIA NENEK YANG


__ADS_3

Yang Jian memeluk mereka sambil tersenyum bahagia dia berkata,


"Kamu ngomong apa sayang, aku tidak mungkin bisa hidup sendirian lagi tanpa kamu dan San er di sisi ku."


"Kini dengan hilangnya penglihatan ku, seluruh otak dan pikiran ku hanya tersimpan wajah kalian berdua."


"Bagaimana mungkin aku bisa menjauh dari kalian."


Ucapan Yang Jian sangat masuk akal kini dia tidak bisa melihat kecantikan wanita manapun lagi, selain wanita terakhir yang dia lihat sebelum dia kehilangan penglihatannya secara permanen.


Dengan penuh haru Yi Yi menatap wajah tampan yang berada di hadapannya, baru kini Yi Yi menyadari Yang Jian mantan tunangan yang pernah ditolak oleh nya, adalah pria yang sangat tampan.


"Yang ke ke kamu begitu tampan, selama ini tentu banyak gadis yang jatuh cinta dan suka pada mu, kenapa kamu malah memilih diri ku yang..."


Sebelum Yi Yi menyelesaikan kata-katanya, Yang Jian telah menutup bibir Yi Yi dengan jarinya.


Yang Jian mengeluarkan sebatang permen dari cincinnya, permen itu warnanya sudah hitam bentuknya pun sudah peot tidak beraturan.


Jelas itu adalah sebatang permen yang sudah sangat lama dan tidak bisa di konsumsi lagi.


Sambil tersenyum Yang Jian menunjukkan permen tersebut kepada Yi Yi dan berkata,


"Semua karena permen ini, seorang gadis imut pernah memberikan sebatang permen ini untuk ku."


"Dia berpesan pada ku, tidak boleh berdekatan dan menyayangi gadis lain selain dirinya."


"Kelak dewasa hanya boleh menikah dan menjadi suami nya seorang."


"Sejak saat itu di mata ku hanya ada dia seorang, lama kelamaan semua gadis lain tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi dia di hati ku."


Mendengar ucapan Yang Jian, Yi Yi sudah tidak bisa bicara lagi, dia langsung memeluk Yang Jian dengan erat menyusupkan kepalanya bersandar di dada Yang Jian


Dengan airmata bercucuran dia berkata dengan terbata-bata,


"Yang Ke ke.. kenapa kamu begitu bodoh.. maafkan aku..Yang ke ke..aku telah mengingkari ucapan yang pernah kukatakan padamu.."


"Aku sungguh tidak pernah menyangka..kamu akan menganggap ucapan masa kecil kita.. dengan begitu serius.. maafkan aku .. Yang ke ke.."


Yang Jian tersenyum dan memeluk Yi Yi dan berkata,


"Semua sudah berlalu, yang penting saat ini, dewi kecilku sudah kembali ke sisiku."


"Jadi semua yang ku lakukan selama ini, terasa sangat pantas."

__ADS_1


"Ayah bolehkah aku minta permen itu..?"


tanya Thian San polos.


Yi Yi dan Yang Jian sama-sama tersenyum mendengar pertanyaan Thian San yang polos dan lucu.


"San er nanti bila ke kota, ayah akan belikan permen yang banyak dan enak-enak buat mu, yang ini sudah terlalu lama di simpan sudah rusak.


"Kalau kamu memakan permen ini, kamu bisa keracunan, sakit perut, sakit tenggorokan, jadi kamu tidak boleh memakannya."


ucap Yang Jian memberi pengertian dengan sabar


"Kalau sudah rusak kenapa ayah simpan ?"


tanya Thian San tidak puas.


"Ini..ini..ini kenangan dari ibu mu untuk ayah, makanya ayah simpan, kelak bila kamu dewasa kamu akan mengerti."


ucap Yang Jian yang awalnya sedikit gugup sambil menatap Yi Yi yang sedang menatapnya dengan linangan airmata.


Yang Jian seperti bisa merasakan Yi Yi wajah nya basah airmata dia menggunakan jari jempolnya dengan lembut menghapus airmata di wajah Yi Yi yang halus.


Yi Yi perlahan-lahan mengeluarkan sebuah kalung yang bandulan nya adalah sebuah gelang giok putih yang mungil dan cantik.


"Yang ke ke jawablah dengan jujur, kenapa gelang giok putih yang ku berikan pada Nenek Yang, bisa tergantung di leher mu.


Sambil tersenyum canggung dan menggaruk telinga nya yang tidak gatal Yang Jian kemudian berkata,


"Maafkan aku Yi Yi, sebagai topeng besi aku tidak leluasa menjaga dan memberikan perhatian sepenuhnya pada mu."


"Makanya aku menggunakan ilmu susut tulang dan otot, untuk menyamar jadi nenek Yang, agar aku lebih leluasa menjaga dan membantu mu."


"Aku..aku tidak punya maksud untuk mencuri kesempatan.. ataupun ingin melecehkan mu sama sekali..."


ucap Yang Jian gugup karena perbuatannya sedikit kelewatan.


Karena tidak menyadari dia adalah pria, Yi Yi yang kesepian dan takut tidur sendirian.


Sering memintanya tidur menemaninya, bahkan tak jarang mereka tidur berpelukan berdua sampai pagi.


Yi Yi tidak marah, dia dengan wajah sedikit malu berkata,


"Aissshh..!*

__ADS_1


"Yang Ke ke nakal...!"


"Jadi selama ini kita..."


ucap Yi Yi dengan wajah merah lalu menutup mukanya dengan kedua tangannya.


Yi Yi jadi teringat dimana hampir setiap malam dia selalu tidur dalam pelukan Nenek Yang, saat dia mimpi buruk terbangun tengah malam.


Nenek Yang juga lah yang selalu memeluk dan menenangkannya.


Saat perutnya sudah besar dan sering kesakitan ditendang oleh bayinya dari dalam, Nenek Yang juga yang selalu membelai dan mengelus perutnya menenangkan bayi di dalam kandungannya.


Belum lagi saat melahirkan Nenek Yang hadir di situ menemaninya dan sudah melihat semua miliknya.


Semakin pikir Yi Yi semakin malu sampai sampai tidak berani mengangkat kepalanya dan terus menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ibu..ibu.. ibu kenapa ?"


tanya Thian San cemas.


Yang Jian membelai rambut Thian San mencoba menenangkannya.


"San er ibu tidak apa-apa, ibu baik-baik saja, kamu jangan khawatir."


"Ibu hanya malu karena ayah nakal sama ibu.."


"Ini salah ayah telah membuat ibu mu malu."


Yi Yi cepat-cepat menggelengkan kepalanya, kemudian sambil menahan rasa malu, dia membuka kedua tangannya, sambil berkata,


"San er ibu tidak apa-apa, ibu dan ayah hanya sedang bercanda saja."


"San er anak baik..Ibu ingin berbicara berdua dengan ayah..San er main di depan rumah saja ya..?"


Thian San mengangguk cepat dan berkata,


"Baik ibu San er mau berlatih ilmu yang pernah di ajarkan ayah saja didepan rumah."


Lalu Thian San berlari keluar dari rumah meninggalkan ayah ibunya, pergi berlatih seorang diri.


Setelah kini mereka hanya berdua, Yi Yi dengan kepala tertunduk malu berkata


"Tidak ada yang salah dan perlu di maafkan, saat ini aku adalah istri mu jadi semua itu bukan masalah lagi."

__ADS_1


"Dulu Yang ke ke berbuat begitu juga karena ingin menjaga ku, berterimakasih saja rasanya masih kurang, apalagi menyalahkan mu, tidak Yang Ke ke aku..aku..malah semakin sayang dan mencintai mu."


ucap Yi Yi kemudian memeluk dan membelai dada Yang Jian yang atletis berkulit putih dan halus.


__ADS_2