LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
DISKUSI DI RUANG KERJA SHI MA YAN


__ADS_3

Wu Song hanya tersenyum menanggapi jawaban Sonia, dia tahu Sonia hanya ingin menakuti Shi Ma Yan agar tidak mencoba mendekatinya.


Setelah pembicaraan dia dan Soni 3 hari yang lalu, Wu Song melihat pelan-pelan Sonia mulai bisa menerima kenyataan.


Bahwa hubungan yang di inginkan oleh nya tidak mungkin berhasil.


Cinta yang dia paksakan hanya akan membawa luka berkepanjangan bagi dirinya.


Wu Song sudah memutuskan bila masalah dengan Shi Ma Ong beres, dia akan membawa Sonia ke lembah.


Wu Song akan mendidiknya hingga dia bisa melindungi dirinya sendiri dari pihak kuil terang yang akan mengejar dan menangkapnya.


Setelah Sonia sudah kuat, Wu Song baru akan membiarkan Sonia meninggalkan lembah, melanjutkan pertualangan nya sendiri.


Tapi ini adalah rencana Wu Song, dia belum bicarakan dengan Sonia, nanti bila ada waktu yang tepat, baru Wu Song akan bicara dengannya.


Sementara itu Shi Ma Yan begitu mendengar jawaban Sonia.


Wajahnya langsung pucat, keringat dingin membasahi punggungnya.


Siapa Dewa Sadis tentu dia paham dan pernah mendengarnya, nama ini sudah menggemparkan seluruh kota raja dan sekitarnya bagaimana mungkin dia tidak pernah mendengarnya.


Peristiwa di Chen Liu segera terbayang di depan matanya, hatinya menjadi makin ciut.


Tanpa sadar dia menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Sonia.


Dia lalu pura-pura melihat keluar jendela tidak berani lagi menatap wajah Sonia.


Melihat hal ini Sonia sedikit tersenyum, harus di akui oleh Sonia kaisar muda ini sangat tampan.


Tapi dia sama sekali tidak tertarik dengannya, daripada hidup bersama kaisar yang di kelilingi oleh ribuan wanita cantik.


Yang mana semuanya terlihat seperti pengemis cinta yang menunggu dengan haus belaian kasih sayang darinya.


Lebih baik dia memilih memaksakan diri menjadi istri Lu Fan setidaknya paling banyak juga 4 istri Lu Fan.


Bisa jadi dia menjadi istri penutup bagi Lu Fan.


Tapi kini Sonia tidak akan memaksa Lu Fan bersama dengannya lagi, dia akan belajar mandiri dan melupakan Lu Fan.


Kecuali Lu Fan serius mencintainya, dia baru akan bersama Lu Fan kembali.

__ADS_1


Tapi kelihatannya itu adalah hal yang mustahil, harapan yang hanya akan menimbulkan kekecewaan.


Jadi dia tidak akan berharap banyak dari hal itu, agar dirinya tidak terluka semakin dalam.


Berbeda dengan reaksi kakaknya, sebaliknya Shi Ma Sian terlihat sangat senang, wajahnya yang sangat cantik selalu tersenyum penuh kebahagiaan.


Wu Song tidak bisa berkata-kata dia hanya pura-pura melihat keluar jendela.


Dia bahkan tidak berani menatap kearah Sonia yang mungkin sedang memperhatikan dirinya.


Akhirnya kereta tiba di kediaman kaisar Shi Ma Yan, Wu Song dan Shi Ma Yan akhirnya mereka berdua bisa bernafas lega dan buru-buru turun dari kereta.


Meski terlihat sama tidak betah dalam kereta, tapi mereka memiliki pemikiran yang tidak sama.


Shi Ma Yan buru-buru meninggalkan kereta karena takut dengan Dewa Sadis.


Sedangkan Wu Song buru-buru meninggalkan kereta karena dia merasa kurang nyaman dengan sikap Shi Ma Sian yang jelas-jelas menunjukkan sangat menyukainya.


Sonia dan Wu Song di jamu semeja penuh berbagai macam masakan, yang semuanya adalah masakan yang di masak secara khusus oleh Shi Ma Sian untuk Wu Song.


Sonia sangat terkejut saat mencicipi masakan didepannya, rasanya sungguh luar biasa enak.


Wu Song yang pernah mencicipi masakan Shi Ma Sian, dia sudah hapal masakan Shi Ma Sian memang sangat lezat.


Shi Ma Sian dengan sangat rajin selalu mengambilkan masakan untuk mengisi mangkuk Wu Song.


Wu Song menjadi grogi dan sangat tidak enak hati dibuatnya.


Shi Ma Yan sendiri terlihat tidak perduli, jarang-jarang dia punya kesempatan mencicipi masakan adiknya yang terkenal lezat dia makan sepuasnya.


Bila bukan karena ada Wu Song, biar dia memohon sekalipun belum tentu adiknya bersedia masak untuknya meski hanya satu macam.


kini kesempatan didepan mata meja yang penuh masakan adiknya,, kapan lagi punya kesempatan seperti ini.


Shi Ma Sian juga tahu kakaknya sedang makan dengan rakus, tapi dia terlalu malas untuk mengurusnya.


Dia lebih memilih mengurus mengambilkan masakan buat Wu Song.


Sesekali Sonia tersenyum sambil melihat sikap Wu Song yang terlihat grogi dan canggung.


Sonia jadi teringat dengan sikap Lu Fan saat sedang bersama dirinya, kelihatannya saat ini Wu Song juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan Lu Fan.

__ADS_1


Sonia kini paham kenapa saat di kapal setelah menasehati dirinya, Wu Song terlihat termenung sendiri dan saat kapal hampir tiba di dermaga Meng Jin, Wu Song terlihat gelisah dan kurang bersemangat.


Selesai makan Shi Ma Yan mengajak Wu Song dan beberapa Jendral andalan nya, berkumpul diruang kerjanya.


Sonia menolak ikut, dia memilih duduk-duduk dan mengobrol dengan Shi Ma Yan di taman.


Di ruangan kerja Kaisar Shi Ma Yan terlihat hadir Jendral Wu dan kedua Jendral mudanya, Jendral Kam juga hadir bersama 4 orang pembantu utama nya yang berpangkat jenderal muda.


"Bagaimana peta kekuatan musuh saat ini ?"


tanya Wu Song ke Jendral Kam.


"Musuh kini berkonsentrasi di Xu Chang dua hari terakhir ini mereka sudah bergerak kini sudah ada di perbatasan antara Luo Yang dan WAN."


"Kurasa dalam waktu 3 hari lagi Pasukan mereka akan tiba di gerbang Han Gu Kuan."


Pemimpin utama Pasukan mereka adalah Xie Bun Houw dan Yue Fei.


Shi Ma Ong memimpin barisan pendekar dunia persilatan yang terdiri dari Koai Lau Jen, Dewa gunung Fuji, si Raja Tinju Bintang Utara, Ouw Yang Mo dan anaknya Ouw Yang Kok, see Thian Lau Mo, Wen Pu, Zhou Wei dan Zhou Ba anaknya.


Wu Song mengerutkan kening dan bertanya,


"Bagaimana dengan beberapa pembelot dari Shaolin dan Xu San Pai ?"


"Ohh mereka semua sudah tewas ditangan para pendekar yang dipimpin oleh si Topeng Besi."


ucap Jendral Kam memberi penjelasan.


"Bagaimana dengan posisi Panglima Tua Sie dan si topeng besi yang membantunya ?"


tanya Wu Song ingin tahu.


"Mereka berhasil menguasai Shouchun dan Lu Jiang, tapi tidak tahu apa sebabnya mereka mengalami kegagalan merebut Ru Nan dan Jiang Xia."


"Kini mereka bertahan di Shouchun dan Lu Jiang, kabarnya dalam pertempuran dahsyat tersebut, Si Topeng Besi terluka parah dan kehilangan jejak."


ucap Shi Ma Yan memberi penjelasan sesuai laporan yang diterima nya dari mata-mata dan laporan resmi dari Panglima Sie.


Wu Song mengangguk dan berkata,


"Bagaimana keadaan Panglima Sie dan Pasukannya saat ini ?"

__ADS_1


__ADS_2