
Wu Song menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah bila itu keputusan mu, aku tidak akan banyak bicara lagi."
"Jagalah dirimu baik-baik, setelah ini kita bertemu lagi adalah lawan.."
Lu Sun menghela nafas berat dan berkata,
"Bun Houw saat bertemu kembali kita bukan guru dan murid lagi, keluarkan lah segenap kemampuan mu.."
"Aku pun tidak akan bersikap lunak pada mu."
Bun Houw kembali menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Sejak saya memanggil anda sebagai guru, maka seumur hidup ku Anda tetap adalah guru dan orang tua ku yang ku hormati."
"Hal itu tidak akan pernah berubah sampai kapan pun."
"Terimalah penghormatan murid yang terakhir, setelah ini mungkin tidak akan ada kesempatan lagi murid memberi hormat pada mu.."
Setelah memberi hormat Bun Houw berdiri dengan gagah dan berkata,
"Murid akan mengerahkan segenap kemampuan murid agar tidak mempermalukan dan menyia-nyiakan didikkan guru pada murid."
Bun Houw meski berdiri di sisi yang salah tapi harus di akui dia memang sangat gagah dan tampan juga berani.
Dengan seragam kebesaran Panglima Pasukan Rajawali Merah lengkap dengan jubah merahnya yang berkibar-kibar tertiup angin.
Ditambah dengan topi yang berhiaskan bulu burung berwarna merah.
Itu semakin menambah kesempurnaan dan kegagahannya.
Pantas saja baik putri Shi Ma Yen, Yi Yi maupun So Soo tidak ada yang pernah bisa melupakan dirinya begitu saja.
Bun Houw melompat keatas kudanya, Kemudian memacu kudanya kembali ke barisan pasukan nya mengatur formasi bersiap maju melakukan Pertempuran terakhir.
"Wahai saudara-saudaraku mari kita tunjukkan kepada dunia, agar orang-orang akan mengingat kita sebagai salah satu Pasukan terbaik..!"
"Sebelum nyawa meninggalkan tubuh kita tidak akan pernah menyerah...!"
ucap Bun Houw sambil mengangkat pedang di tangannya tinggi-tinggi.
"Hidup Pasukan Rajawali Merah...!!!"
"Hidup Panglima Xie Bun Houw....!!!"
"Hidup Pasukan Rajawali Merah...!!!"
__ADS_1
"Hidup Panglima Xie Bun Houw....!!!"
Teriak Pasukan Rajawali Merah dengan penuh gegap gempita.
Sedangkan di pihak Pasukan Naga Hitam, Lu Sun tidak berkata apa-apa.
Pasukan nya hanya terus berteriak,
"Hu...Ha...Hu...Ha...Hu...Ha...!"
Tapi suara yang mereka teriakan berhasil meredam suara Pasukan Rajawali Merah yang jelas-jelas Jumlahnya jauh lebih banyak di banding mereka.
Begitu genderang perang di bunyikan terompet perang ditiupkan, sesuai kode dari Bun Houw dan Lu Sun.
Maka kedua Pasukan langsung bergerak maju dengan formasi mereka masing-masing maju menyambut lawan mereka.
Begitu perang pecah antara pasukan Naga Hitam dan Rajawali Merah.
Lu Sun dan Xue Yen mulai bertempur dengan sengit dua lawan satu menghadapi Bun Houw yang bergerak dengan tenang dan lincah menyambut serangan dari kedua gurunya.
Bun Houw sejak menemui kekalahan telak menghadapi Lu Fan dan si Topeng Besi, dia terus menggunakan buah sisik naga menempa kekuatan nya hingga akhirnya menembus level 20 baik Tenaga 9 bulan maupun 9 matahari.
Begitu pula dengan ilmu Im Yang Sen Kung penyeimbang kedua jenis tenaga berlawanan itu. juga menembus level 20.
Kemampuan Bun Houw saat ini sudah jauh berada di atas Xue Yen.
Bun Houw yang tahu Xue Yen lebih lemah, dia terus menyecar Xue Yen dengan serangan-serangan nya yang mengandung tenaga Im Yang Sen Kung dan jurus-jurus campuran dari jari pedang Koai Lau Jen.
Tapi Lu Sun selalu membantu menghalau serangan berbahaya dari Bun Houw, sehingga sampai sejauh ini mereka masih terlihat imbang belum ada tanda-tanda siapa menang siapa kalah.
Sementara itu di tempat lain Wu Song sudah mulai berhadapan dengan Shi Ma Ong, kedua seteru lama ini mulai terlibat Pertempuran.
Shi Ma Ong melepaskan cakar tulang putih dan jari pedang menyerang Wu Song, Wu Song menghadapi nya dengan Feng Yun Wen Hua, di mana suling ditangannya yang terisi Im Yang Sen Kung digunakan untuk menulis huruf diudara.
Alhasil kemanapun jari dan cakar Shi Ma Ong bergerak menyerang Wu Song selalu membentur ujung suling hitam Wu Song yang menotok tangannya.
Sengatan ujung suling Wu Song sangat kuat dan cepat meledak-ledak seperti petir menyambar.
Setiap berbenturan dengan ujung Suling Wu Song, Shi Ma Ong pasti meringis menahan nyeri.
Saking nyerinya, Shi Ma Ong sampai merasa tangannya kesemutan dan kebas mati rasa bagian luarnya.
Tapi bagian dalam nya kiut miut seperti tulangnya sedang di korek-korek dengan pisau tajam .
Shi Ma Ong mulai bergerak mundur menjauh menghimpun seluruh kekuatan nya bersiap-siap melepaskan pukulan Tapak Buddha Iblis yang di latihnya dengan bantuan tenaga batu iblis 3 warna miliknya dan tenaga sakti Fu Su yang diserapnya dulu.
Sementara itu Koai Lau Jen yang melihat Pasukan Rajawali Merah banyak menjadi korban keganasan Pasukan Naga Hitam, yang rata-rata kemampuannya masih jauh di atas Pasukan Rajawali Merah.
__ADS_1
Koai Lau Jen dengan mulut berkomat-kamit melepaskan sepasang Monyet raksasa berwarna putih dan merah Kearah Pasukan Naga Hitam sambil berteriak,
"Siau Pai, Siau Hung habisi mereka semua yang berpakaian hitam itu...!!"
Kedua ekor monyet raksasa setinggi 30 meter itu meraung keras sambil memukul-mukul dada mereka sendiri.
Lalu sambil meraung marah mereka menerjang kearah Pasukan Naga Hitam dengan kedua tangan dan kaki mereka.
Monyet yang putih setiap pukulannya mengandung hawa membeku yang dahsyat, setiap Pasukan Naga Hitam yang terkena angin pukulan nya akan berubah menjadi patung es.
Sedangkan monyet yang merah setiap pukulan yang dia lepaskan akan menghanguskan Pasukan Naga Hitam.
Pertahanan dan serangan Pasukan Naga Hitam mulai terganggu dengan kemunculan dua ekor monyet raksasa yang sangat ganas itu.
Lu Fan yang melihat hal itu pun berteriak,
"Naga Hitam keparat.....!!!"
"Kamu tidur di mana....!!"
"Percaya tidak kalau tidak muncul aku akan mencabut sisik mu....!!"
Naga Hitam raksasa muncul dari balik awan di angkasa dan berkata,
"Jangan tuan muda...aku ada di sini..."
ucap Naga hitam dengan suara gemetar, sejak Lu Fan kecil Naga Hitam sudah sangat takut dengan bocah ini.
Mungkin karena didalam tubuh Lu Fan mengalir darah Naga Siluman Semesta yang merupakan leluhur para Naga.
Sehingga Naga Hitam raksasa' pun sangat takut dan selalu menghindar jauh-jauh dari Lu Fan.
Di tambah dengan Lu Fan yang sejak kecil sangat nakal selalu ingin menyiksanya dengan mencabuti sisik-sisik naga ditubuhnya.
Sebagai mainan.
Hal ini membuat Naga Hitam sangat trauma dibuatnya.
"Cepat hentikan dua monyet itu..!!"
teriak Lu Fan lantang.
Naga hitam mengangguk dan berkata,
"Siap Tuan muda,..!"
Lalu dia langsung menerjang kearah kedua Monyet raksasa yang sedang mengamuk
__ADS_1