LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
STRATEGI YUE FEI


__ADS_3

Di tempat lain Pasukan Naga Hitam juga sudah menempati Chen Liu dan dermaga Guan Du.


Kota Chen Liu di pimpin langsung oleh Lu Sun Xue Yen dan ke 7 saudara Lu Sun.


Lu Sun memimpin 300.000 Pasukan Naga Hitam menempati kota tersebut.


Lu Fan menempati Guan Du memimpin 50.000 Pasukan Naga Hitam.


Pasukan Naga Hitam kini kondisinya sudah pulih total, setelah sempat mengalami luka-luka dan keletihan sehabis menghadapi pertempuran berat melawan pasukan Goguryeo, di bawah pimpinan Panglima muda Lee Yong yang cerdik dan gagah perkasa.


Tapi meski kondisinya sudah pulih Pasukan Naga Hitam yang tadinya hampir berjumlah 500.000 kini hanya tersisa 350.000 personil saja.


Walaupun Pasukan Naga Hitam hanya tersisa 350.000 orang Bun Houw sangat mewaspadai Pasukan Naga Hitam milik gurunya itu.


Apalagi di sana ada Lu Fan dan gurunya Lu Sun, Bun Houw benar-benar tidak berani gegabah.


Makanya dia mengutus Yue Fei membawa 500.000 Pasukan Rajawali Merah untuk maju memancing mencari tahu kekuatan lawan


Sekaligus mencari tahu strategi yang akan di gunakan oleh lawannya untuk menghadapi serangan nya.


Shi Ma Ong dan Bun Houw tidak tanggung-tanggung mereka membawa seluruh kekuatan mereka yang hampir mencapai 2000.000 orang.


Bun Houw sengaja menyisakan 1,500.000 Pasukan untuk maju di gelombang kedua untuk mengantisipasi pergerakan pasukan Naga Hitam.


Yue Fei dan Sin Yi tidak maju sendirian mereka tetap di dukung oleh Koai Lau Jen, See Thian Lao Mo, Ouw Yang Mo, Ouw Yang Kok, Zhou Ba, Zhou Wei Wen Pu, Dewa Fuji dan Raja tinju Bintang Utara.


Hanya Bun Houw dan Shi Ma Ong yang tidak ikut maju bersama Yue Fei.


Yue Fei sudah mendapat laporan dari mata-mata yang dia sebarkan, bahwa di Luo Yang sedang terjadi kehebohan.


Kaisar dan seluruh rakyat sipil sudah di ungsikan ke Chang An.


Kini yang tersisa di Luo Yang hanya Pasukan kerajaan Jin yang jumlahnya mencapai 650.000 Pasukan.


Tapi yang membuat Yue Fei cemas adalah ke hadiran Wu Song diantara mereka.


Manusia sakti serba bisa itu jelas merupakan musuh yang sangat berat, bila ingin menguasai Luo Yang tidak ada jalan lain.


Dia harus memancing Wu Song menjauhi Pasukan pertahanan kota Luo Yang.


Bagaimana cara nya itu yang bikin pusing, Yue Fei belum menemukan cara yang tepat karena di sana selain hadir Wu Song juga hadir Dewa Sadis Lu Fan yang jauh lebih menyeramkan ketimbang Wu Song.


Belum lagi Sang Legenda juga ikut hadir bersama istrinya si putri pulau es yang kemampuannya tidak bisa di anggap remeh.

__ADS_1


Yue Fei masih teringat jelas bagaimana seorang Yi Yi yang hanya muridnya saja bisa menewaskan begitu banyak Pasukannya di perbatasan Ru Nan.


Apalagi ini adalah gurunya yang memungkinkannya kekuatannya 10 kali lipat diatas Yi Yi.


Selain itu dia juga mendapat kabar orang sakti dari Goguryeo pun semua tewas ditangan ketiga orang itu.


Semakin pikir semakin pusing, Yue Fei sudah membuat kemah selama 3 hari di sana, tapi dia belum berani bergerak.


Begitu juga dengan pihak pertahanan Wu Song juga memilih diam mengamati pergerakan musuh.


Lu Sun Xue Yen dan Lu Fan tidak mungkin bisa bergerak, sebelum Pasukan utama Bun Houw bergerak.


Jadi kini ke 4 kubu berdiam diri tak bergerak, dalam hal ini yang paling rugi adalah Yue Fei, dia berada di posisi alam terbuka.


Terjepit dari 3 arah, dengan perbekalan terbatas dia tidak mungkin bisa bertempur dalam jangka waktu panjang.


Dia harus segera bertempur dengan cepat dan mengakhiri semuanya.


Semakin lama bertahan, ini tidak akan membawa dampak baik bagi moral Pasukannya.


Semua teori ini Yue Fei paham sekali tapi sebelum terpikir solusi jitu dia tidak berani bertindak sembarangan.


Nyawa begitu banyak saudaranya adalah tanggung jawabnya, sekali salah langkah tidak ada kesempatan mengulanginya kembali.


Yue Fei sudah duduk termenung menatap peta di hadapannya hampir seharian penuh.


"Fei ke ke kamu harus makan sedikit, dari pagi sampai sekarang kamu belum mengisi perut mu sama sekali."


"Bila begini terus sebelum perang di mulai kamu sudah sakit dan tumbang duluan."


ucap Sin Yi dengan lembut sambil ikut duduk di sisi Yue Fei sambil memegang semangkuk Pangsit kuah hangat.


Yue Fei menoleh menatap Istri nya dan berkata,


"Maaf sayang selama ikut dengan ku, aku selalu membuat mu khawatir siang dan malam."


"Hampir tidak ada sedikitpun ketenangan hidup yang bisa kuberikan padamu."


"Terimakasih kamu sudah berkorban begitu banyak untuk ku, menemani hari-hariku melewati semua kesulitan ini."


Sin Yi mencemberutkan bibir nya yang indah dan berkata,


"Omongan macam apa itu, aku adalah istri mu tentu saja akan selalu berada disisi mu menemani baik suka maupun duka."

__ADS_1


"Bagi ku bisa hidup bersama dengan mu saja, aku sudah sangat puas dan bahagia ."


"Kamu kan tahu bagaimana masa lalu ku.."


ucap Sin Yi sedikit sedih terkenang masa lalunya yang suram.


Yue Fei cepat-cepat mengambil mangkuk dari tangan istrinya meletakkan nya diatas meja.


Kemudian dia memeluk Sin Yi dengan hangat dan berkata,


"Sudah aku tidak ingin mendengar mu membahas hal-hal yang membuat mu sedih."


"Lebih baik kamu temani aku makan saja, tiba-tiba aku merasa lapar."


Sin Yi Kembali tersenyum senang melihat sekarang Yue Fei sudah bersedia makan.


"Sayang aku suapin ya ?"


ucap Sin Yi lembut.


Yue Fei tersenyum dan mengangguk.


"Sayang kamu ingin makan pangsit nya dulu atau mau di makan bersamaan dengan kuahnya ?"


Yue Fei tiba-tiba terlihat termenung mendengar ucapan Istrinya barusan.


Tiba-tiba dia berdiri dari duduknya, kembali melihat peta di hadapannya dengan seksama.


Sesaat kemudian dia tertawa gembira


"Ha...ha...ha...!"


"Sayang kamu memang luar biasa, "


ucap Yue Fei dengan gembira sambil memegang pipi istrinya yang putih halus kemerahan.


Dia kemudian langsung mendaratkan ciuman nya ke bibir Istrinya dengan mesra.


Sin Yi sangat terkejut dia tahu suaminya pasti menemukan suatu ide baru.


Tapi dia tidak tahu ide apa dan apa hubungannya dengan kata-kata nya barusan.


Mendapat ciuman tiba-tiba dari Yue Fei suaminya, sepasang mata Sin Yi indah terbelalak lebar.

__ADS_1


Tapi sesaat kemudian dia memejamkan matanya menikmati ciuman mesra dari suaminya.


__ADS_2