
Wu Song tersenyum dingin menatap lawan di bawah, dia terus menyerap hawa semesta kedalam tubuhnya.
Tidak perlu waktu lama Wu Song merasa dirinya sudah sangat penuh.
Dia mulai bergerak mempraktekkan Ilmu Pedang Naga Siluman Semesta, yang melalui pemikiran nya dia berhasil menciptakan jurus ke 10 melalui bayangan pemikiran nya sendiri.
Meskipun kitab aslinya untuk level 10 belum terbuka karena ilmu kekekalan semesta miliknya belum berhasil menembus tingkat puncak, dimana harus bisa melepaskan kemelekatan cinta dunia fana.
Karena jurus ke 10 ini hanya ciptaannya sendiri, tentu saja tidak akan sedahsyat yang asli.
Tapi itu sudah lebih dari cukup baginya untuk menghadapi lawan yang bagaimana kuat pun di Dunia Fana ini.
Terlihat bayangan tubuh Wu Song satu persatu keluar dari tubuhnya seperti rohnya yang keluar dari badan kasarnya.
Satu bayangan memainkan satu jurus Pedang Naga Siluman Semesta.
Hingga akhirnya muncul 9 bayangan secara lengkap bersilat dengan Ilmu Pedang Naga Siluman secara berurutan .
Mulai dari jurus pertama hingga jurus ke sembilan, Kemudian satu persatu bayangan tersebut kembali masuk bergabung kembali kedalam tubuh Wu Song.
Lalu Wu Song memberikan 1 tebasan miring kearah Zhou Ba yang berdiri paling depan.
Melihat Wu Song sudah melepaskan serangannya, Zhou Ba pun melepaskan tebasan Pembasmi Iblis miliknya menyambut serangan Wu Song.
Seberkas sinar cahaya hijau bertemu dengan cahaya Hitam Putih Biru kuning dan merah yang berasal dari kekuatan Ilmu Pedang pembasmi iblis sejati yang dilepaskan oleh Zhou Ba..
Baru disusul dengan serangan dari Zhou Wei dan Wen Pu.
Dimana seberkas sinar kuning merah biru melesat menyusul serangan yang di lepaskan oleh Zhou Ba.
Di saat bersamaan Wen Pu juga melepaskan ribuan Roda maut melesat kearah Wu Song.
Dewa Fuji melepaskan tebasan menyliang yang mengeluarkan cahaya merah kearah Wu Song.
Raja Tinju Bintang Utara melepaskan dua berkas cahaya keemasan yang membentuk dua kepalan tangan raksasa.
See Thian Lau Mo tidak melepaskan serangan apapun, hanya tubuhnya menghilang dan tidak terlihat lagi.
Dia tiba-tiba sudah muncul di belakang Wu Song sedang menikam punggung Wu Song dengan Tongkat ular hitamnya.
Sinar hijau yang di lepaskan oleh Wu Song dengan cepat menembus serangan yang di lepaskan oleh Zhou Ba.
__ADS_1
Kemudian sinar hijau yang melesat seperti kilat, langsung menyambar menembus jantung Zhou Ba tanpa ampun.
Setelah itu terus menembus Zhou Wei, Wen Pu secara beruntun.
Baru kembali melesat Kearah Dewa Fuji dan Raja tinju, tidak ada yang sempat menghindarinya.
Ke 5 tubuh itu tumbang secara bersamaan, baru menyusul teriakan dari See Thian Lau Mo.
Yang terjatuh dari udara menuju ke atas tanah, menyusul ke 5 rekannya yang telah lebih duluan menghadap raja neraka.
See Thian Lau Mo yang berpikir dirinya terlindungi tidak terlihat.
Tidak menyangka sinar itu bisa menemukan keberadaan nya dan langsung merenggut nyawanya.
Ini karena sinar itu mengincar dan menghisap roh kehidupan orang, bukan mengincar bentuk fisik orang tersebut.
Meski bersembunyi di dalam perut bumi sekalipun, selagi punya roh kehidupan Pedang Naga Siluman Semesta pasti akan menemukan dan menghabisinya.
Semua serangan yang di lepaskan ke 6 orang itu kecuali Zhou Ba yang terlebih dahulu di hancurkan oleh sinar hijau Naga Siluman.
Yang lainnya tertahan oleh energi pelindung alami yang terpancar dengan lembut dari tubuh Wu Song.
Termasuk serangan tikaman tersembunyi dari See Thian Lau Mo juga ikut tertahan.
Baru pedang ganas Tersebut bersedia di masukkan kembali kedalam sarungnya.
Setelah menyimpan kembali kedalam cincinnya, Wu Song baru mendarat pelan di samping Shi Ma Ling yang terlihat masih sedang menangis pilu ditepi tebing.
"Ayo kita harus segera turun ke bawah sana, mencari jasadnya sebelum di bawa pergi oleh hewan buas.."
ucap Wu Song berusaha tenang dan menekan kesedihannya.
Shi Ma Ling mengangkat kepalanya dan berkata,
"Song ke ke saja yang turun sendiri, jadi bisa lebih cepat aku tunggu di sini saja."
Shi Ma Ling berpikir bila membawanya hanya akan menjadi beban bagi Wu Song.
Semakin cepat di temukan semakin baik, siapa tahu keponakannya itu masih bisa di selamatkan.
Wu Song mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar.."
Belum selesai ucapan Wu Song tubuhnya sudah melesat cepat ke dasar jurang.
Tanpa kesulitan Wu Song sudah menemukan tubuh putri Shi Ma Sian yang terbujur tak bergerak dengan kondisi mengenaskan.
Wu Song buru-buru berjongkok disisi Shi Ma Sian, memasukkan 3 butir pil kedalam mulutnya, kemudian menggunakan hawa saktinya meniupkan lewat bibir Shi Ma Sian.
Menghantar obat itu masuk kedalam perutnya, Wu Song kesulitan menolong nyawa gadis yang tidak bisa ilmu silat itu.
Wu Song meneteskan air mata melihat kondisi gadis itu yang hampir seluruh tulang ditubuhnya telah remuk.
Kelima organ penting ditubuhnya pun terluka parah, tanpa sadar Wu Song teringat dengan kondisi Ceng Ceng di saat-saat terakhir sebelum pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Airmata Wu Song pun jatuh berderai tak tertahankan lagi.
Wu Song mengangkat dan membaringkan tubuh gadis itu dalam pelukannya dan berkata,
"Maafkan Song ke ke Sian er ini semua salah Song ke ke, yang tidak bisa menjaga Sian er dengan baik."
"Maafkan Song ke ke,..."
ucap Wu Song menahan sedu sedan yang hampir keluar dari mulutnya.
Shi Ma Sian bulu matanya bergerak-gerak sesaat kemudian matanya pun terbuka...
"Song ke ke kamu kah itu ? aduh sakit... Song ke ke aku tidak..sanggup lagi.."
Wu Song menatap Shi Ma Sian dengan lembut di dalam hati Wu Song sadar , gadis di dalam pelukannya ini tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
"Sian er maafkan Song Ke ke..."
ucap Wu Song menyesal..
"Song ke ke..Sian er tidak mau mati...Sian er takut sendirian...Sian er masih ingin bersama Song ke ke melihat matahari terbit dan terbenam.."
"Sian er ingin ikut...Song ke ke berpetualang melihat... tempat-tempat indah.. yang belum.. sempat Sian er...lihat...tapi..tapi.. kelihatannya Sian er... tidak bisa... mewujudkan impian..itu lagi.."
"Uhuk..uhuk..uhukk..!"
Shi Ma Sian terbatuk-batuk dari mulutnya keluar gumpalan darah cukup banyak.
__ADS_1
Wu Song menyalurkan Im Yang Sen Kung untuk melindungi organ penting gadis itu agar bisa bertahan lebih lama..
"Song ke ke Sian er tidak kuat lagi...tolong..tolong..antar Sian er... dengan ciuman perpisahan... yang... yang...terakhir..."