LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PRIA BERTOPENG BESI,


__ADS_3

Yi Yi sangat marah mendengar ucapan pemuda yang sangat kurang ajar itu.


Yi Yi segera melesat kedepan dengan cakar tulang putih, hawa dingin berhembus kearah pemuda itu.


Sehingga tubuhnya menjadi kaku membeku tidak bisa bergerak hanya terbelalak melihat cakar tangan yang halus putih mendekati lehernya.


Saat tangan Yi Yi hampir sampai keleher pemuda itu, sebuah tangan kecil pendek menangkisnya.


Yi Yi merasa tangannya sedikit kesemutan ditangkis oleh tangan kecil itu.


Yi Yi memperhatikan kearah orang yang menangkis serangan nya tadi.


Ternyata adalah seorang kakek pendek kecil dengan janggut yang panjang dan di kepang.


Kakek pendek kecil itu berkata,


"Pangeran hati-hati gadis ini meski sangat cantik, tapi sangat berbahaya kalau tidak hati-hati dia bisa membunuh mu dengan mudah."


Pemuda yang di panggil pangeran tersebut tertawa dan menjawab,


"Kakek jangan khawatir, nanti dia kalau sudah merasakan nya, dia tidak se galak sekarang lagi."


Yi Yi sangat marah, tapi kini dia merasa tenaganya hilang.


Bahkan kedua kakinya terasa lemas, ingin melarikan diri pun sulit.


Dan ada hawa aneh mulai menggelitik tubuhnya, dia merasa agak panas dan nafasnya agak sesak.


Bila kulitnya yang terasa sedikit gatal,


disentuh dia merasa sangat nyaman.


Kakinya semakin gemetar tidak kuat menopang tubuhnya, Yi Yi terhuyung-huyung berusaha berdiri dan menjaga kesadarannya sekuat tenaga.


Dengan bersender pada dinding di belakangnya, tapi itu tidak bertahan lama.


Tatapan matanya semakin redup bibirnya sedikit terbuka.


Yi Yi akhirnya tidak sanggup berdiri jatuh terduduk di lantai.


Pemuda itu sambil tertawa-tawa berjalan mendekati Yi Yi kemudian berjongkok menggendong Yi Yi.


Melihat Pemuda itu mendekat ingin menyentuhnya, Yi Yi terbelalak ketakutan dan berteriak,


"Kamu mau apa jangan mendekat..!!"


Pemuda itu tidak perduli dia tetap menggendong Yi Yi kedalam pelukannya, dan berjalan kearah kamar.


Yi Yi ingin mencekik Pemuda itu dengan tangannya, tapi karena kehilangan tenaga.

__ADS_1


Dia malah terlihat seperti sedang membelai leher pemuda itu.


"Sabar sayang jangan buru-buru, nanti kita selesaikan di kamar saja.


Di jamin kamu pasti tidak akan bisa melupakan kenangan indah yang nikmat ini." ucap Si Ma Jun dengan cabul.


Yi Yi semakin takut, tapi ada perasaan nyaman dan nikmat saat bagian tubuhnya bersentuhan dengan tubuh pemuda itu.


Yi Yi menggelengkan kepalanya mengusir perasaan tidak jelas itu, tapi saat membuka mata.


Dia malah melihat yang menggendongnya adalah Bun Houw, Yi Yi terbaring pasrah dalam dekapan Pemuda itu.


Setelah membaringkan Yi Yi, Pemuda itu dengan tidak sabar membuka bajunya sendiri.


Di saat dia ingin mencium dan menindih Yi Yi, dari atas langit-langit melayang turun sesosok pria yang memakai topeng besi.


Menutupi mata dan hidungnya.


Pria bertopeng itu menendang Si Ma Jun sampai terlempar keluar dari dalam kamar.


Pria bertopeng langsung memanggul tubuh Yi Yi di bahunya, kemudian melarikan diri melalui langit-langit.


Kakek cebol berusaha menghentikan, pria bertopeng itu, dengan beberapa serangan yang cepat dan aneh.


Tapi pria bertopeng dengan mudah menghindar dan menangkis sambil tetap melarikan diri, setelah memberikan serangan jurus pedangnya yang dahsyat.


Si kakek cebol terkejut, dia tidak berani mengejarnya, dia paham pria bertopeng tidak ada niat mencelakai nya.


Hanya memberi peringatan kepada nya saja, tapi bila dia nekad pria itu pasti akan benar-benar menghabisi nyawa nya.


Hanya dalam sekejap mata pria bertopeng hilang dari pandangan nya.


Pria bertopeng besi membawa Yi Yi masuk ke sebuah Penginapan, melalui jendela yang terbuka.


Setelah menurunkan Yi Yi duduk di atas ranjang, Yi Yi yang sedang dibawah pengaruh obat dalam keadaan setengah sadar.


Langsung memeluk leher pria bertopeng besi itu dengan melingkarkan sepasang tangannya yang putih halus dan lembut di belakang leher pria bertopeng dengan erat dan menciumi bibirnya dengan ganas.


Sesaat pria bertopeng terdiam, dan perlahan-lahan membalas ciuman ganas Yi Yi dengan lembut dan mesra penuh kasih sayang.


Sesaat kemudian pria bertopeng yang tergoda oleh reaksi Yi Yi, melanjutkan ciumannya berpindah


Turun menciumi leher Yi Yi yang putih mulus dan jenjang, terdengar desahan dan gumam kecil Yi Yi.


"Bun Houw ke ke... aku mencintaimu."


Pria itu bagai tersambar petir, dia kembali tersadar.


Dengan senyum dipenuhi kesedihan dan kepedihan dihatinya.

__ADS_1


Dia mendorong Yi Yi menjauh, kemudian menotok beberapa bagian tubuh Yi Yi.


menekan rahang Yi Yi agar mulut nya terbuka.


Memasukkan sebutir pil kedalam mulut Yi Yi, supaya pil itu bisa Yi Yi telan. p


Pria bertopeng itu terpaksa kembali mencium Yi Yi, lalu menghembuskan nafasnya mendorong pil itu masuk kedalam tubuh Yi Yi.


Setelah itu pria bertopeng melepaskan ciumannya dengan wajah merah, kemudian mendudukkan Yi Yi dalam posisi bersila.


Dia menyalurkan tenaga nya membantu pemulihan kesadaran Yi Yi.


Sambil berbisik di telinga Yi Yi,


"Segera tinggalkan Chang An, pangeran Si Ma Jun tidak akan melepaskan mu."


"Dia bisa mencelakai orang yang kamu sangat cintai lewat kekuasaannya, bila dia tahu hubungan kalian berdua."


Melihat mata Yi Yi mulai terbuka, pria itu segera berkelebat meninggalkan Yi Yi di penginapan.


Setelah mata Yi Yi terbuka,


Dia melihat kamar di mana dia berada, kosong melompong tidak terlihat siapa-siapa di sana.


Yi Yi cepat-cepat memperhatikan pakaiannya, dia bernapas lega, melihat pakaiannya masih utuh dan lengkap.


Yi Yi merasa tubuhnya agak lemas, perlahan-lahan Yi Yi memeriksa kondisi tubuhnya dia akhirnya tersenyum lega.


Perlahan-lahan Yi Yi mulai teringat semua kejadian sekilas-sekilas, Yi Yi berpikir keras mengerutkan keningnya mengingat-ingat siapa pria topeng besi, yang menolongnya dari tangan pangeran cabul itu.


Tapi Yi Yi tetap tidak mengetahui atau dapat mengingat siapa pria yang menolongnya barusan.


Yi Yi ketika teringat ciuman hangat dan mesra dari pria bertopeng itu, jantungnya berdegup kencang wajahnya menjadi panas.


Yi Yi cepat-cepat berusaha membuang pikiran tersebut dari kepalanya.


Yi Yi tiba-tiba teringat pesan pria bertopeng sebelum pergi tadi.


Yi Yi berusaha bangun, ingin mengingatkan Bun Houw agar waspada dan berhati-hati.


Yi Yi sendiri memutuskan akan meninggalkan Chang An, tinggal di desa kecil diluar kota Chang An.


Agar tidak menyulitkan karir Bun Houw nantinya.


Demi kebaikan Bun Houw tidak ada pilihan lain, meski hatinya tidak rela dan sedih.


Tapi mau tidak mau dia harus melakukan nya demi Bun Houw.


Di saat dia sedang larut dalam pikiran sendiri, pintu kamar di dorong dari luar, Yi Yi sedikit terkejut.

__ADS_1


__ADS_2