LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTEMPURAN DI LEMBAH SELAKSA OBAT,


__ADS_3

Mendengar suara tersebut kakek itu menjadi pucat wajahnya, dia segera berkata,


"Anak muda bawa kedua nona itu cepat tinggalkan tempat ini, di sini sangat tidak aman."


Kakek itu kemudian terburu-buru ingin meninggalkan tempat tersebut.


Tapi di hadapannya kini berdiri seorang Pria berusia 40 an tahun menghadang jalannya sambil tersenyum mengejek.


Tubuhnya Tinggi besar sorot matanya sangat tajam, tapi menyiratkan kekejaman,


raut wajahnya cukup gagah dihiasi jenggot pendek di seputar dagu melingkar sampai keatas bibir.


Pakaiannya agak tebal dan kasar berwarna coklat tua, kepalanya tertutup kain sedikit mirip sorban.


Dari cara berpakaian nya Wu Song menebak orang ini datang dari See Ih daerah gurun pasir disebelah barat.


Kakek yang menggendong cucunya mundur ketakutan dan tanpa sadar dia berlindung di belakang Wu Song.


Pria itu tertawa keras kemudian berkata,


"Anak muda kalau tahu arah, cepat pergi tinggalkan tempat ini.


Sebelum aku berubah pikiran, dan jangan lupa tinggalkan kedua gadis itu di sini."


Wu Song tersenyum tenang dan bertanya pada kakek dibelakang nya tanpa menoleh.


"Sebenarnya apa yang terjadi mengapa orang ini mengejar dirimu.?"


Kakek itu menelan ludah kemudian berkata pelan,


"Anak muda ketahuilah orang di depan mu itu adalah Ouwyang Mo iblis dari barat."


"Dia ingin merampas cucuku, untuk dikorbankan, agar dapat menyembuhkan penyakit yang di derita oleh istrinya." ucap Kakek itu memberikan penjelasan kepada Wu Song.


Ouwyang Mo tersenyum mengejek kemudian berkata,


"Kenapa tidak kamu ceritakan, kenapa istriku bisa sakit."


Tabib itu menghela nafas kemudian berkata,


"Sebelum aku datang mengobatinya dia juga sudah keracunan parah dan hampir mati."


"Aku sudah berusaha menolongnya, tapi kalian yang tidak mendengarkan anjuran dari ku."


"Sehingga dia kembali mengalami keracunan yang jauh lebih parah dan aku tidak mampu mengobatinya lagi."


"Jadi ini bukan salahku, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan cucuku." ucap Kakek itu menjelaskan.


Sekali dengar Wu Song juga sudah paham siapa yang benar dan siapa yang salah.


Wu Song tahu musuh sekali ini tidak lah mudah, Wu Song langsung mengeluarkan Suling Hitamnya dan mengerahkan segenap kekuatan yang di milikinya.

__ADS_1


"Sayang tolong bawa kakek tabib dan Se Se mundur sejauh mungkin." ucap Wu Song berpesan pada Lu Ping.


Lu Ping mengangguk kemudian mengajak mereka mundur menjauh.


Ouwyang Mo tertawa terbahak-bahak kemudian berkata,


"Anak muda aku memberi mu arak kehormatan, tapi kamu malah memilih arak hukuman."


"Baiklah akan ku penuhi keinginan mu, sekarang menyesal pun sudah terlambat.."


Ucapnya sambil menyerang Wu Song dengan sepasang telapak tangannya yang mengeluarkan uap hitam.


Wu Song dapat menebak arah serangannya, sehingga dia selalu dapat mengantisipasinya dengan baik.


Tapi untuk menundukkan Ouwyang Mo bukan lah perkara muda, kemampuan silat tenaga dalam dan ilmu ringan tubuhnya sangat tinggi dan memiliki banyak variasi.


Setelah bertempur beberapa saat Wu Song tetap tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan pengetahuan mengenal dan mengantisipasi serangan Ouwyang Mo.


Ouwyang Mo akhirnya kehilangan kesabaran setelah Wu Song berulang kali memecahkan rahasia jurus miliknya.


Tiba-tiba dia jatuh mendekam di atas tanah mengeluarkan bunyi "KOK...KOK...KOK...!!"


Yang menggetarkan seluruh arena pertempuran.


Berbeda dengan ilmu yang pernah di lepaskan oleh Ouwyang Kok, yang ini jauh lebih mengerikan.


Seperti ada daya magis yang menekan


Wu Song dengan berat, sehingga sulit bergerak dan bernapas.


Tubuh Ouwyang Mo meluncur cepat mengancam punggung Wu Song dengan kedua telapak tangan terbuka yang di selimuti


oleh kabut berwarna hitam.


Wu Song telah mengerahkan seluruh aura dan kekuatan nya untuk melepaskan diri.


Tapi gerakannya menjadi lambat dan kurang gesit terbelenggu oleh aura magis yang dikeluarkan oleh Ouwyang Mo.


Wu Song terpaksa melontarkan sulingnya menotok leher Ouwyang Mo, kedua telapak tangannya digunakan untuk menyambut serangan dari Ouwyang Mo keras lawan keras.


Terjadi gelombang kejut yang sangat besar dan dahsyat, Wu Song melayang kan kakinya menendang kepala dan leher Ouwyang Mo dari samping.


Ouwyang Mo juga tidak mau kalah,


dia memberikan sebuah tendangan kearah perut Wu Song.


Yang membuat Wu Song terpental dan merasa perutnya sangat mules.


Ouwyang Mo sendiri juga jatuh nyungsep keatas tanah.


Terkena tendangan samping yang dilepaskan oleh Wu Song.

__ADS_1


Tapi ilmu kodok membuatnya hanya jatuh keatas tanah seperti ada per dibawahnya.


Sedangkan serangan totokan suling kearah leher membentur hawa tak kasat mata, yang melindungi bagian leher Ouwyang Mo.


Suling terpental balik kearah Wu Song,


Wu Song sambil menahan mules diperutnya masih bisa meraih sulingnya kembali.


Setelah membuang tenaga pentalan dengan berlompatan beberapa kali.


Ouwyang Mo kembali meluncur ke arah Wu Song dengan beberapa bayangan tubuhnya yang mengepung Wu Song dari segala penjuru.


Wu Song melihat sekarang kedua tangannya berubah hitam, akibat berbenturan dengan pukulan Ouwyang Mo tadi.


Wu Song cepat-cepat menotok beberapa jalan darah di tangan lengannya, mencegah racun ditangan menyebar ke tubuhnya.


Wu Song terkejut melihat kecepatan Ouwyang Mo kembali melakukan serangan balik.


Wu Song juga memecah diri menjadi 8 dan bergerak menyambut serangan ilmu katak dari 8 penjuru.


Suling Wu Song berkelebatan mengeluarkan bunyi yang mengacaukan konsentrasi Ouwyang Mo dalam memberikan serangan.


Setiap bayangan Wu Song seperti sedang menulis huruf diudara, tapi energi serangan dari tulisan itu tidak ringan.


Hasil benturan ke 8 bayangan kembali menimbulkan suara ledakan dahsyat.


Semua bayangan baik ciptaan jurus Ouwyang Mo maupun Wu Song sama-sama hilang tak berbekas.


Kini Tubuh Wu Song dan Ouwyang Mo Kembali berbenturan diudara. Dan kembali menimbulkan gelombang kejut lebih dahsyat.


Ouwyang Mo kembali mendekam di atas tanah, yang kini membentuk sebuah lubang mirip mangkok berdiameter raksasa.


Sedangkan tubuh Wu Song terpental ke atas dan mendarat ringan di pucuk sebuah pohon yang tinggi.


Wu Song mulai mainkan irama pencabut Sukma dan nyawa,


Sedangkan Ouwyang Mo yang awalnya tubuhnya bergetar hebat terkena suara tiupan suling Wu Song.


Perlahan-lahan mulai tenang seiring, keluarnya Suara "KOK...KOK...KOK...!!"


Mengimbangi dan mengacaukan irama suling pencabut arwah.


Di sela-sela suara "KOK...KOK...KOK...!"


Terdengar suara Ouwyang Mo memuji Wu Song.


"Anak muda kemampuanmu boleh juga, selain tua Bangka dari Thian San, kurasa kamu adalah lawan yang cukup unik dan alot."


Ucap Ouwyang Mo memberi pujian,


lalu meluncur keatas menyerang Wu Song dengan kekuatan penuhnya.

__ADS_1


Urat hijau di dahi Ouwyang Mo sampai muncul, akibat pengerahan tenaga puncak, kini tangannya tidak di selimuti uap berwarna hitam lagi.


Tapi kini seluruh lengannya mengeluarkan cahaya dan uap berwarna hijau.


__ADS_2