
Lu Fan Kembali berlutut dan menentukan dahinya kelantai dan memanggil,
"Ayah.."
Yao Su tertawa bahagia dan membantu Lu Fan berdiri sambil berkata,
"Jangan banyak peradatan kita kini adalah satu keluarga, tapi ku ingatkan ya Lin Lin ini sejak kecil terlalu ku manjakan. "
"Sehingga sikapnya sangat buruk, kamu harus banyak mengalah padanya dan jangan menyesal ya."
Lin Lin yang dari tadi berdiri sambil menggenggam tangan Lu Fan dengan wajah merah dan malu-malu.
Tiba-tiba cemberut dan melototi ayahnya dan berteriak marah,
"Ayah kamu bicara apa? sembarangan menjelekkan aku didepannya, awas kalau sampai Fan ke ke ketakutan dan pergi lagi."
"Aku pasti akan membuat perhitungan dengan mu, dan urusan ini tidak akan selesai." ujar Lin Lin galak.
Yao Su langsung menutup mulutnya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menepuk-nepuk bahu Lu Fan.
Seakan-akan berkata, kedepannya kamu akan tahu rasa, dan tidak akan ada hari yang bisa kamu lewati dengan baik.
Kemudian dia meninggalkan Lu Fan cepat-cepat berjalan ke depan untuk jaga toko.
Lu Fan tentu tidak akan terpengaruh, bisa bersama Lin Lin baginya adalah kebahagiaan terbesar, biar tiap hari di marahin Lin Lin dia juga tidak akan keberatan.
Lin Lin masih terlihat belum puas dengan sikap ayahnya dan sepertinya akan mengatakan sesuatu.
Tapi Lu Fan mencegahnya dengan berdiri di hadapan Lin Lin dan berkata,
"Kamu tenang saja, saya tidak akan terpengaruh bagi ku kamu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku."
"Sekarang aku mau pulang jemput ayah ibu ku kemari membicarakan urusan kita, aku sungguh sudah tidak sabar lagi."
Ucap Lu Fan menatap Lin Lin serius.
Lin Lin mengangguk dan berkata dengan sedikit tidak rela melepas kepergian Lu Fan,
"Cepat pergi cepat pulang, hati-hati di jalan aku menunggu mu."
Lu Fan mengangguk kemudian terbang keatas menggunakan Jin Tou Yun pulang ke lembah .
Kakak misan Lin Lin dan suaminya kebetulan melihat bagaimana Lu Fan pergi dan menghilang.
Mereka berdua sampai melongo melihatnya, setelah sadar suami kakak misan Lin Lin langsung bertanya dengan heran,
"Lin Lin pacar mu itu bisa terbang, dia bukan manusia ya?"
__ADS_1
Lin Lin menatap mereka dengan kesal, dia menumpahkan kemarahan terhadap Yao Su kepada mereka berdua yang sedang sial.
"Kamu yang bukan orang, nanti ku suruh dia menggantung kalian di puncak Thai San." jawab Lin Lin ketus dan cemberut sambil membanting sebelah kakinya kemudian membanting pintu masuk kedalam kamar..
Suami kakak misan Lin Lin hanya bisa melelet kan lidah menatap istrinya dan berkata,
"Kenapa dengan dia? seperti habis menelan bom saja."
istrinya tertawa dan berkata,
"Pasti paman Yao yang telah membuatnya kesal, kamu tenang saja sebentar lagi juga adik Lin Lin akan normal kembali."
Kakak ipar Lin Lin menggelengkan kepalanya sambil merangkul pinggang istrinya dan berkata,
"Untung kamu tidak seperti dia, bila tidak hidupku pasti jadi petaka."
"Aku merasa bersimpati buat pacarnya itu."
"Kakak ipar kalau kamu terus mengoceh percaya tidak aku akan memotong lidah mu buat masak kecap?!!" teriak Lin Lin semakin emosi dari dalam kamarnya.
Kakak iparnya kembali meleletkan lidahnya sambil melihat istrinya Kemudian cepat-cepat pergi kedepan sambil merangkul istrinya.
Kakak misan Lin Lin hanya tertawa kecil sambil menutup mulut melihat tingkah suaminya.
Lin Lin duduk cemberut dengan wajah kesal, tapi sesaat kemudian dia termenung dan senyum-senyum sendiri.
"Ibu..Ibu...Ibu..." teriak Lu Fan dari luar pondok Siau Ching keluar dari pondoknya bersama Lu Sun.
"Bocah tengik ada apa kamu berteriak-teriak di sini?" tegur Lu Sun kurang senang.
Lu Fan tidak memperdulikan ayahnya, dia maju menarik tangan ibunya dan berkata,
"Ibu aku ada hal penting inginku bicarakan dengan mu."
Lu Sun menepis tangan Lu Fan dan berkata,
"Kamu sudah besar cari wanita lain sana jangan pegang-pegang tangan ibu mu lagi."
"Mau bicara cepat bicara, mau kentut cepat lepaskan tidak usah buang waktu." ucap Lu Sun sewot.
Lu Fan kini jadi marah dia menatap ayahnya dengan kesal dan berkata,
"Hei tua Bangka konyol, aku tadinya tidak mau melayani kekonyolan mu. Karena ada urusan
bahagia dan penting yang akan ku bicarakan."
"Tapi bila terus begini, percaya tidak aku akan pergi menemui kakek Xiang Lung dan guru Wu Kung datang memberi mu pelajaran."
__ADS_1
Eh ini....ucap Lu Sun terkejut nyalinya langsung ciut, tempo hari waktu hampir berkelahi dengan Lu Fan dan akhirnya di pisahkan oleh Yi Yi.
Lu Sun sudah di panggil oleh Xiang Lung dan Sun Wu Kung, yang menyalahkan dia sebagai ayah yang konyol dan tidak punya wibawa.
Meski Lu Sun menjelaskan bahwa dia ingin memberi pelajaran pada Lu Fan yang semakin lama semakin kurang ajar.
Tapi guru Sun Wu Kung menjawab, disini ada begitu banyak orang tua selain kamu, tapi anak itu tidak kurang ajar.
Terhadap kedua ibu nya tidak, terhadap kami juga tidak, kenapa justru terhadap mu saja.
Kamu harusnya intropeksi diri.
Bukannya menyalahkan anak mu,
Bila terulang kembali percaya tidak aku akan menyegel mu menemani ku di sini.
Dan selamanya tidak bisa bermesraan dengan Xue Yen dan Xiao Ching .lagi.
Ancaman Wu kung membuat Lu Sun ketakutan dan tidak berkutik lagi.
Dia pun berjanji tidak akan mencari masalah dengan Lu Fan lagi.
Kini Lu Fan menyinggung hal itu tentu saja dia tidak berani mengambil resiko mencoba kesabaran guru Wu Kung yang sangat menyayangi Lu Fan.
Ditambah lagi, anaknya yang nekad ini jarang mengancam main-main dia berani ucapkan dia pasti berani melaporkannya.
Lu Sun berusaha menjaga gengsi dan berkata,
"Memandang muka kedua gurunya, dia tidak mau meladeni anak kecil yang tidak sopan."
Kemudian dia kembali masuk kedalam pondoknya.
Lu Fan juga tidak mau buang-buang waktu lebih lama lagi dengan ayahnya konyolnya itu.
Lu Fan segera menceritakan semuanya kepada ibunya dan memohon ibunya pergi ke Xiao Pei untuk melamar Lin Lin.
Siau Ching sangat senang, tapi dia tidak mau melanggar wewenang Lu Sun sebagai ayahnya Lu Fan.
Sehingga dia hanya bisa berjanji pada Lu Fan dia akan segera kesana secepatnya bersama Lu Sun.
Lu Fan tidak bisa memaksa, dia mau gak mau harus menunggu kabar dari ibunya.
Setelah menunggu semalam suntuk dan kelihatannya belum ada hasil.
Lu Fan menjadi kesal dengan ayahnya yang konyol itu, kemungkinan sedang mempermainkannya.
Lu Fan langsung pergi mengabari Xiang Lung dan Wu kung
__ADS_1