
Sebelum Yu Mien Cin Jin bergerak bahunya di tahan oleh Xu San Pai Lung yang memberinya kode menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata sedih.
Pai Sin Cin Jin juga ikut menahan tangan Yu Mien Cin Jin yang gemetaran menggenggam pedangnya menahan kemarahan.
Pai Sin Cin Jin menggelengkan kepalanya dengan air mata yang menetes dari matanya.
dia berkata,
"Sabarlah adik ke dua sekarang bukan saatnya."
Pai Hu Lao Jen tersenyum sinis dan berkata,
"Kalau mau menyerah sekarang saatnya, bila tidak segera maju sambut kematian kalian."
Pai Yi Lau Jen menatap tajam kakak keduanya dan berkata,
"Kami menyerah tapi kami tidak akan Sudi mengikuti mu."
Pai Hu Lao Jen menoleh kearah Susiok nya Koai Lau Jen, Koai Lau Jen mengangguk tanda setuju.
Dengan di sanderanya ke 4 orang petinggi ini seluruh murid Xu San tidak akan berani macam-macam, sehingga mereka bisa mengendalikan perguruan ini seutuh nya.
Pai Hu Lao Jen memberi kode pada muridnya untuk maju mengikat ke 4 orang tersebut dan memasukkan mereka semua ke penjara.
Sementara Pai Hu Lao Jen sibuk mengurus pengambilalihan perguruan Xu San, Koai Lau Jen langsung membawa Yi Han mengunjungi taman rahasia.
Tempat kakak seperguruannya Fu San dan dua ekor monyet raksasa di kurung.
Kau Lau Jen berdiri di depan gua dua ekor monyet raksasa di kurung, Koai Lau Jen membuka segel dewa Fu Si yang mengurung mereka.
Begitu segel terbuka, terdengar pergerakan dari dalam gua lalu sebuah kepala monyet yang sangat besar menongol keluar dari lubang gua.
Setelah melihat situasi sekelilingnya sejenak, dia langsung melompat keluar dari dalam gua.
Yi Han menatap nya dengan sepasang mata terbelalak lebar, dia tidak menyangka akan melihat mahluk semenyeramkan ini.
Monyet itu berdiri gagah sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri kemudian meraung keras Kearah Koai Lau Jen dan Yi Han .
Sambil memperlihatkan sepasang taringnya yang sebesar ukuran tubuh Manusia dewasa'.
__ADS_1
Monyet itu berwarna putih mulus dengan tinggi mencapai 30 meter , suatu ukuran yang sangat fantastis.
Sepasang mata nya mengeluarkan cahaya biru menatap tajam kearah Koai Lau Jen dan Yi Han penuh ancaman.
Belum sempat Si monyet putih raksasa beraksi , dari dalam gua kembali melompat keluar monyet yang lainnya.
Yang ukurannya dan penampilannya sama dengan monyet pertama, hanya saja monyet kedua memiliki bulu berwarna merah kecoklatan dengan sepasang mata mengeluarkan sinar kemerahan.
Kedua monyet ini sangat mirip bentuk nya dengan monyet raksasa yang di temui Wu Song di pulau misterius.
Sebelum kedua monyet sempat beraksi lebih jauh, Koai Lau Jen menatap kedua monyet itu dengan tajam sambil mulutnya terus berkomat-kamit membaca mantra.
Sedangkan tangan nya membentuk suatu segel perlindungan yang melindungi tubuh dia dan Yi Han dari serangan tiba-tiba kedua monyet raksasa yang mungkin saja terganggu berat dengan suara mantra yang di bacakan oleh Koai Lau Jen.
Yang berusaha merebut pikiran mereka agar menyerah dan menurut pada perintahnya.
Kedua monyet itu memegang kepala mereka dengan kedua tangan sambil menutupi telinga mereka, lalu meraung dengan keras dan penuh kemarahan kearah Koai Lau Jen.
Karena mereka merasa kepala mereka seperti mau pecah akibat suara mantra yang keluar dari mulut Koai Lau Jen.
Kedua monyet itu beberapa kali mencoba mengulurkan tangan mereka untuk memukul kearah Koai Lau Jen.
Tapi sebelum tangan mereka sampai menyentuh pelindung yang dibuat Koai Lau Jen, mereka selalu menarik kembali tangannya.
Suara mantra yang di keluarkan dengan energi Chi semakin lama semakin keras, akhirnya kedua ekor monyet raksasa jatuh terduduk dan terus membenturkan kepala mereka ke atas tanah menimbulkan gempa dahsyat.
Setelah berlangsung hampir satu jam lebih, kini kedua monyet raksasa terkapar lemas, tak berdaya sambil kadang-kadang bergulingan menahan rasa sakit di kepala mereka.
Koai Lau Jen masih terus melanjutkan membaca mantra sampai kedua mahluk tersebut diam tak bergerak lagi.
Koai Lau Jen baru menghentikan pembacaan mantranya, dan berkata.
"Kalian berdua bangunlah dan berlutut di depan ku.!"
Kedua monyet itu seperti mengerti saja, mereka segera berlutut di depan Koai Lau Jen dan menatapnya dengan takut-takut.
"Mulai sekarang kamu bernama Siau Pai dan dia bernama Siau Hung, kalian harus ingat itu mengerti.?"
ucap Koai Lau Jen sambil menunjuk mereka satu per satu.
__ADS_1
Kedua monyet itu mengangguk patuh seperti terhipnotis.
"Sekarang kalian berdua duduk diam di sini, sebelum ada perintah dari ku, kalian tidak boleh bergerak." ucap Koai Lau Jen memberi perintah.
Kedua monyet itu dengan patuh duduk tanpa ekspresi dengan tatapan mata kosong.
Koai Lau Jen kemudian menarik kembali kekuatan perlindungan diri tadi, dan berjalan menuju gua tempat di kurung kakak seperguruan nya Fu San yang agak terganggu pikirannya.
Koai Lau Jen membongkar segel dewa yang mengurung Fu San, segel tersebut memang hanya bisa di bongkar dari luar saja.
Tanpa bantuan dari luar meski tahu caranya juga tidak bisa terbongkar.
Begitu segel terbongkar, sesosok berambut panjang dan berjenggot panjang yang hampir menutupi seluruh wajahnya.
Sambil tertawa dan menangis melesat keluar dari dalam gua, langsung menyerang kearah Koai Lau Jen dengan sangat cepat dengan kedua telapak tangan nya yang di selimuti kabut asap merah.
Koai Lau Jen tidak berani menangkis dia hanya terus hilang muncul menggunakan ilmu Wu Ying 72 Pian Pu yang dia dapatkan dari Shi Ma Ong.
Yang melakukan barter ilmu dengan Bun Houw, berkat ilmu ini Koai Lau Jen selalu berhasil menyelamatkan diri.
"kakak ini aku Fu Sen..!!"
teriak Koai Lau Jen mengingatkannya, tapi Fu San hanya berhenti sebentar.
Sambil tertawa-tawa dia masih terus menyerang memperhebat kecepatan dan kekuatan serangannya.
Sampai tidak menimbulkan suara angin pukulan lagi, tahu-tahu sudah berada di depan dada Koai Lau Jen.
Tapi berkat ilmu Wu Ying 72 Pian Pu, Koai Lau Jen tetap berhasil menyelamatkan diri.
Koai Lau Jen tidak mau buang waktu lagi, dia segera merobek baju punggung Yi Han dari jarak jauh, kemudian bersembunyi di belakang Yi Han dan membalikkan badan Yi Han menghadap Fu San.
Sambil berteriak,
"Fu San ini anak mu Fu Lang...!!"
Fu San yang melihat tanda di punggung
Yi Han terbelalak dia langsung melemparkan pukulan nya ke sebuah tebing.
__ADS_1
Pukulan yang tidak mendatangkan suara apa-apa tapi saat cahaya tapaknya mengenai tebing tersebut.
Tebing tersebut bergetar sejenak, kemudian diam seperti tidak terjadi apa-apa.