LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBICARAAN SHI MA ONG,


__ADS_3

Bun Houw merasa rasa sakit di bagian bawah perut dan Dan Tian nya yang di hancurkan mulai berkurang rasa sakitnya.


Setelah Wu Song menyesapkan sebutir pil putih kedalam mulutnya.


Bun Houw perlahan-lahan bangkit duduk bersila, mencoba memulihkan kondisinya.


Ketika Bun Houw mencoba memperhatikan, bagian internalnya yang terluka, ternyata hanya bagian Dan Tian dan bawah perutnya yang terluka.


Tapi setelah minum pil ajaib dari Wu Song kedua area itu pulih sendiri perlahan-lahan.


Setelah merasakan tenaga saktinya perlahan-lahan mulai bisa di kumpulkan kembali.


Bun Houw mencoba membantu khasiat dari pil itu dengan tenaga dalam nya yang terkumpul, ternyata hasilnya luar biasa.


Seluruh luka Bun Houw pulih total, dia malah merasa kekuatan nya sedikit meningkat di banding sebelumnya.


Bun Houw di dalam hati sangat berterimakasih dengan Wu Song, sahabat masa kecilnya.


Yang selalu membantunya, setiap dia berada dalam kesulitan.


Bantuan tulus tanpa pamrih, Bun Houw merasa sangat beruntung memilki sahabat seperti Wu Song.


Bun Houw mulai berpikir apa yang di pesankan Wu Song padanya, hati kecil Bun Houw meminta dia segera mengundurkan diri.


Meminta maaf kepada gurunya dan Yi Yi, atas semua perbuatan yang dilakukannya selama ini.


Di saat dia sedang termenung, Shi Ma Ong dan pelayan putri Shi Ma Yen menghampirinya.


Pelayan Shi Ma Yen yang bernama Xuang er, berkata,


"Tuan bagaimana dengan jasad tuan putri, tuan putri sungguh kasihan."


"Mengapa tuan putri harus meninggal dengan cara seperti ini.? Hu...Hu...Hu...Hu...!"


ucap Xuang er sambil menangis sedih.


Wu Song seperti di tarik kembali dari dunia lamunannya, dan harus menghadapi kenyataan pahit di depan nya.


Bun Houw membelai kepala Xuang er dan berkata,


"Terimakasih Xuang er kamu sudah mengingatkan ku, mari kita urus jasad Yen Mei."


Shi Ma Ong yang mengalami luka tidak ringan, dengan wajah pucat mengangguk, kemudian berjalan mengiringi Bun Houw membantu Bun Houw mengurus jenazah Bibi nya Shi Ma Yen.


Selesai acara pemakaman yang dihadiri oleh Shi Ma Ong, Zhou Wei, Wen Pu, serta dua rombongan yang baru saja tiba mereka adalah Ouw Yang Mo, Ouw Yang Kok dan See Thian Lau Mo, serta rombongan Koai Lau Jen, Pai Hu Lao Jen, Yi Han dan ayah angkatnya Fu San.

__ADS_1


Hanya tamu undangan si Tinju Bintang Utara dan orang sakti gunung Fu Ji yang belum kelihatan.


Xuang er pelayan Shi Ma Yen tiba-tiba berkata,


"Tuan anda harus memberikan keadilan untuk tuan putri, tuan putri mati seperti ini, sungguh menyedihkan dan membuat orang penasaran."


Bun Houw yang tadinya ingin mengundurkan diri, bertobat.


Kini dia menghadap dilema baru, Setelah mendengar ucapan Xuang er.


Bila dia mengikuti saran sahabatnya Wu Song, apa kata orang tentang dirinya.


Seorang pengecut tidak tahu balas Budi, Setelah menerima begitu banyak Budi baik dari Shi Ma Yen hingga bisa memiliki posisi seperti saat ini.


Kini di saat orang yang telah memberikan Budi baiknya meninggal dibunuh orang, dia malah memilih bersembunyi.


Di tambah lagi, Shi Ma Yen adalah istri nya yang sedang hamil, dan tidak bersalah sama sekali.


Tentu saja dendam kematian anak istri tidak bisa dibiarkan begitu saja.


Atau dia akan menjadi tertawaan semua orang, dia akan di anggap sebagai pengecut.


Shi Ma Ong yang melihat keraguan Bun Houw berkata,


"Adik Bun Houw, aku tahu musuh sangat sakti, kemampuan mereka sungguh di luar nalar."


"Tapi aku Shi Ma Ong kini sudah berada di atas punggung harimau, aku tidak punya jalan mundur selain maju terus."


"Saudaraku sahabatku jaga dirimu."


ucap Shi Ma Ong kemudian memeluk Bun Houw dan menepuk-nepuk punggung Bun Houw.


Shi Ma Ong kemudian melihat kearah sekutu lainnya dan berkata,


"Ayo semuanya kita berangkat ke Lu Jiang menyusun rencana baru. melanjutkan perjuangan kita ."


Shi Ma Ong kemudian memberi hormat kearah Bun Houw, lalu membalikkan badannya berjalan pergi.


Di ikuti oleh rombongannya, Bun Houw berdiri bingung menatap bayangan punggung mereka.


Bun Houw melihat kekecewaan dari tatapan Shi Ma Ong, sahabat yang telah menganggap nya sebagai saudaranya, dan menolongnya dari lumpur penghinaan.


Bun Houw terlihat semakin ragu-ragu, saat melihat makam ratusan ribu pasukan setianya dan Alung.


Bun Houw menjatuhkan diri berlutut di depan mereka memberi hormat tiga kali dan berkata,

__ADS_1


"Saudaraku aku tidak akan membiarkan kalian mati penasaran, aku pasti akan membalaskan sakit hati kalian."


"Tidak akan biarkan kalian semua mati penasaran."


Setelah itu Bun Houw bangkit berdiri menggandeng tangan pelayan setia istrinya, memberi kode kepada Pasukan nya, agar ikut dengan nya menyusul rombongan Shi Ma Ong.


Bun Houw melesat dengan cepat menyusul rombongan Shi Ma Ong,


Saat mendekati rombongan Shi Ma Ong, Bun Houw yang berpendengaran tajam menangkap pembicaraan Koai Lau Jen dan Shi Ma Ong.


"Tuan apa anda membiarkan talenta seperti panglima Bun pergi begitu saja ?"


tanya Koai Lau Jen sambil menatap Shi Ma Ong.


Shi Ma Ong menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku bisa apalagi,? kita bisa menahan orang nya, tapi kita tidak bisa menahan hatinya."


"Jadi buat apa kita memaksa, lebih baik begini anggap saja kado perpisahan terbaik, setidaknya suatu hari bertemu kita masih berteman baik."


ucap Shi Ma Ong tak berdaya.


Koai Lau Jen terdiam sejenak dan berkata,


"Lalu bagaimana dengan perjuangan kita,? tanpa dukungan dari Panglima Bun Pihak kerajaan Goguryeo aku khawatir akan menarik diri."


Shi Ma Ong tersenyum dan berkata,


"Biarpun hanya tersisa aku seorang diri, aku akan tetap maju melawan ketidakadilan dari kaisar tak berguna Shi Ma Hui."


Koai Lau Jen masih tetap melanjutkan dan berkata,


"Yang mulia jangan lupa semua kekuatan pasukan Rajawali Merah, hanya mendengarkan panglima Bun, meski yang membiayai dan mendukung kegiatan mereka adalah yang mulia."


Shi Ma Ong Kembali menghela nafas dan berkata,


"Ini aku juga tahu, bagaimana mungkin aku tidak tahu, tapi keputusan ku sudah bulat."


"Aku hanya akan menggunakan orang yang mengabdi sepenuh hati dan sukarela, bila tidak aku tidak akan menggunakan nya."


"Nanti sampai di Lu Jiang, aku rencana nya akan menjelaskan semuanya kepada mereka."


"Bila mereka bersedia ikut dengan ku, itu tentu baik, bila tidak aku akan memberikan mereka bekal untuk melanjutkan hidup mereka."


"Aku masih menyimpan sisa harta yang bisa ku bagikan kepada mereka, yang ingin mundur."

__ADS_1


Kaoi Lao Jen menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Dengan cara ini, pangeran hanya akan memaksa diri pangeran ke jalan buntu."


__ADS_2