LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
WU SONG MASAK


__ADS_3

Bukan hanya Wu Song yang tertegun kedua Jendral itu juga terbengong melihat kecantikan yang luar biasa dari gadis tersebut.


Sebagai pria adalah normal mereka terpesona oleh kecantikan gadis itu, apalagi Jendral Kam yang masih memiliki status lajang.


Meskipun mereka semua adalah abdi istana, sedangkan shi Ma Sian adalah putri junjungan mereka.Tapi mereka tidak pernah bertemu,


Shi Ma Sian sangat jarang keluar dari istana putri kerajaan.


Bahkan dalam acara-acara besarpun, dia tidak pernah ikut.


Dia lebih memilih bermain kecapi dan memberi makan ikan peliharaan nya.


Kini dia muncul semata-mata karena ada Wu Song yang hadir di antara mereka.


Shi Ma Yan bertanya dengan sedikit kaget,


"Adik Sian kenapa kamu sendiri yang mengantar makanan, kemana para pelayan ?"


Shi Ma Sian tersenyum manis dan menjawab,


"Ada mereka menyusul di belakang, membawa masakan buatan koki untuk kakak dan kedua jendral."


Lalu yang ini ? tanya Shi Ma Yan dengan iri


Sambil tersenyum lebih manis lagi, Shi Ma Sian berkata,


"Ayo kakak Song kemarilah cicipi beberapa macam masakan yang sengaja kubuatkan untukmu."


Wu Song yang masih terpana sama seperti kedua Jendral lainnya.


Berdiri melongo melihat senyum dari Shi Ma Sian yang ditujukan kepada nya.


Wu Song baru sadar setelah Shi Ma Sian dengan manja menarik tangannya, menuju meja kecil yang menyajikan beberapa macam masakan dan dua mangkok nasi putih, lengkap dengan sumpitnya.


Para pelayan yang di kawal oleh Kasim Wei, di saat bersamaan juga datang membawa berbagai macam masakan yang di tata dengan rapi di sebuah meja besar.


Shi Ma Yan kemudian berkata,


"Kedua Jendral silahkan makan, aku tidak menemani kalian."


"Jangan sungkan makanlah sepuasnya, anggap saja rumah sendiri, jamuan ini memang di siapkan khusus buat kalian, permisi."


ucap Shi Ma Yan kemudian buru-buru meninggalkan kedua Jendral tersebut.


Shi Ma Yan tanpa di undang langsung mengambil tempat duduk disebelah Wu Song, mengambil mangkok nasi milik adiknya dan langsung makan dengan lahap.


Menggunakan sumpitnya menyomot sana sini sambil berkata,


"Ayo makan kakak Song jangan sungkan.."


Shi Ma Yan pura-pura tidak tahu ekspresi adiknya yang cemberut dengan bibir meruncing.

__ADS_1


Tapi herannya meski seperti itu, dia tetap terlihat sangat menarik dan menawan.


Wu Song hanya tersenyum melihat tingkah kedua kakak beradik yang duduk di depan nya.


Wu Song mencicipi masakan yang diambilkan oleh Shi Ma Yan untuknya.


Begitu masakan tersebut masuk kedalam mulut, Wu Song terbelalak menatap kearah Shi Ma Sian seperti orang bodoh.


Shi Ma Sian menatap Wu Song dengan khawatir dan berkata.


"Kenapa kakak Song, kurang cocok dengan selera mu ya ?


ucap Shi Ma Sian sedikit sedih.


Wu Song cepat-cepat menggelengkan kepalanya, kini sumpitnya berebut dengan Shi Ma Yan mencomot sana -sini tidak ada yang mau mengalah.


Sebentar saja keempat menu masakan Shi Ma Sian pindah kedalam perut mereka berdua.


Bahkan sisa kuah dan minyak pun di habiskan oleh Shi Ma Yan dengan rakus.


Melihat tingkah laku kakaknya Shi Ma Sian berdecak kesal dengan jengkel dia bertanya,


"Kenapa sih kakak makan di sini ? bukankah masakan dan jatah kakak ada di sana ?"


Sambil tersenyum canggung melirik Wu Song, Shi Ma Yan berkata,


"Adik ku yang baik, anggap saja hari ini kamu merayakan kenaikan jabatan buat kakak."


"Kakak sudah sangat lama tidak mencicipi masakan buatan mu, jadi berbaik hatilah ok ?"


"Ciss..! tidak Sudi..apa hubungannya kenaikan jabatan kakak dengan ku, bukankah tidak ada bedanya."


"Aku tetap seorang putri dari kamu tetap saja adalah kakak ku, mengapa tidak kamu suruh istri mu yang ratusan orang itu pergi masak untuk mu ?"


Shi Ma Yan melirik Wu Song meminta bantuan, untuk menenangkan adiknya yang sedang kesal.


Wu Song tersenyum dan menggelengkan kepalanya sedikit, kemudian berkata,


"Adik Sian masakan mu sangat luar biasa lezat, jadi wajar lah bila yang mulia tidak dapat menahan diri untuk ikut makan bersama."


"Lagipula masakan mu sangat banyak, kalau sendirian, aku malah akan kekenyangan, sehingga mengurangi rasa sedapnya."


"Dengan berebutan begini makanan baru teras lebih nikmat."


Wu Song menatap Shi Ma Sian sejenak, di dalam hati Wu Song kembali memuji gadis didepannya yang sangat kelewat sempurna.


Bukan hanya wajah saja yang cantik luar biasa, tapi kemampuan memasaknya pun sangat luar biasa.


Gadis seperti ini siapa yang bisa menjadi suaminya tentu sangat bahagia dan beruntung.


Wu Song kembali melanjutkan kata-katanya,

__ADS_1


"Adik Sian, bagaimana bila kakak Song masakan pangsit buat mu, kamu sendiri kan belum sempat makan ?"


Wajah gadis itu kini menoleh menatap Wu Song dengan tak percaya dan bertanya,


"Kakak Song juga bisa masak ?"


Wu Song pun berdiri dan berkata,


"Kamu tunggu sebentar ya.."


Lalu Wu Song pun menghilang dari sana, pergi ke dapur istana.


Kedatangan Wu Song membuat para koki yang tidak mengenalnya sedikit heran, saat melihat Wu Song menyiapkan berbagai bahan mereka ingin menegurnya.


Tapi mereka mendapat kode dari Kasim Wei, mereka pun tidak jadi.


Dengan pemasaran secara bisik-bisik mereka bertanya pada Kasim Wei siapa Wu Song.


Kasim Wei dengan suara pelan berkata,


"Dia di beri Wewenang mencopot dan memenggal siapapun diistana tidak terkecuali kaisar.."


"Kalian ingin mencobanya ?"


Mendengar ucapan Kasim Wei, semua koki di sana langsung pucat gemetaran .


Sambil bekerja Wu Song berkata,


"Kasim Wei kamu sudah kekurangan pekerjaan ya ? sehingga menyebar gosip tidak benar di sana ?"


Kasim Wei sangat terkejut mendengar teguran Wu Song.


Dia segera menjatuhkan diri menyembah diatas lantai dengan ketakutan, sambil terus meminta ampun.


Kasim Wei diam-diam membatin dalam hati, jarak mereka begitu jauh, lagipula dia hanya berbisik dengan suara kecil.


Mengapa Wu Song bisa mendengarnya dengan jelas.


Wu Song melambaikan tangannya agar Kasim Wei pergi.


Dengan patuh Kasim Wei pun langsung menghilang dari tempat itu.


Tak lama kemudian Wu Song sudah membawa semangkuk sup dan mie pangsit rebus, semangkuk lagi adalah mie kering lengkap dengan pangsit rebusnya.


Uap panas masih mengepul saat kedua macam masakan Wu Song di letakkan di depan Shi Ma Sian.


Shi Ma Yan menelan ludah nya sendiri, mencium wangi masakan Wu Song.


Padahal dia sendiri baru saja makan, melihat tingkah Shi Ma Yan Wu Song tersenyum.


Dia jadi teringat dengan kelakuan adik iparnya Lu Fan.

__ADS_1


Shi Ma Yan sudah tidak dapat menahan diri lagi, dia kembali mengulurkan sumpitnya untuk mengambil sepotong pangsit.


Tapi baru sumpitnya maju, tangannya sudah di pukul oleh adiknya yang sedang mempelototinya dengan gaya judes.


__ADS_2