
Perlahan-lahan wajah Sonia yang pucat mulai kembali merah merona.
Darah yang mengalir dari mulut hidung dan telinga juga sudah berhenti.
Perlahan-lahan bulu mata Sonia yang panjang dan lentik mulai bergerak-gerak.
Lu Fan kini baru menyaksikan dengan jelas wajah Sonia yang sebenarnya.
Ternyata Sonia sangat cantik dan halus wajahnya, bentuk hidung bibir alis dan bulu mata Sonia seperti sebuah lukisan hidup.
Sangat cantik dan sempurna, tapi meski sangat cantik dan mempesona melebihi kecantikan Lin Lin.
Tapi Lu Fan dengan sopan memindahkan Sonia untuk duduk bersandar ke tembok.
Karena dia tidak berani bermain api, yang bisa mengacaukan kehidupan rumah tangganya dengan Lin Lin yang sangat dia cintai.
Melihat kondisi Sonia yang hampir sadar, Lu Fan memutuskan melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana.
Karena suara benturan dahsyat menggetarkan belum kunjung mereda.
Saat Lu Fan menghampiri pinggiran pagar pembatas, dari sana dia bisa melihat dengan jelas.
Adu pukulan yang terjadi antara seorang pemuda yang berpakaian kulit beruang dengan 9 orang tetua kuil Persia.
Di belakang pemuda itu terlihat seorang kakek berpenampilan Aneh rambutnya yang panjang di biarkan terurai tak terus.
Dia juga mengenakan Pakaian kulit beruang sama seperti pemuda itu, tubuhnya tinggi besar sedikit mirip dengan tokoh Guan Yun Chang.
Sekilas memang sedikit mirip jenggotnya yang panjang sampai ke perut di biarkan tertiup angin berkibaran bersama rambutnya.
Sepasang mata nya mencorong bagai Naga Sakti, aura yang terpancar dari tubuhnya pun sangat kuat.
Jelas menunjukkan dia bukan pendekar kelas biasa-biasa saja.
Pemuda itu gerakannya tidak terlalu cepat tapi sangat kuat dan mantap, setiap langkah dan pukulan nya menimbulkan kesiur suara angin di sekitarnya.
Ke 9 tetua sudah mengepung dan menyerangnya dari segala arah.
Tapi dengan gerakan tenang dan mantap dia selalu berhasil menangkis dan menyambut serta mementalkan serangan ke 9 orang itu.
Setiap terdengar bunyi benturan keras yang menggetarkan seluruh area di sekitar nya, itu adalah akibat, 9 tetua menggabungkan kekuatan 9 orang mereka untuk menghantam pemuda itu.
Pemuda itu tidak menghindar, dia memasang kuda-kuda yang setengah berjongkok, kemudian meluruskan kedua tangannya menyambut keras lawan keras.
Ke 9 tetua terdorong mundur, sedangkan pemuda itu terdorong mundur dengan tubuh terhuyung-huyung kebelakang.
__ADS_1
Lalu mereka kembali merapat dan saling beradu pukulan dan tendangan.
Pemuda itu menganggap adu tanding ini seperti ujian latihan baginya.
Pria tinggi besar di belakangnya kelihatannya adalah guru pemuda itu, dia tidak terlihat khawatir sama sekali.
Dia menonton pertandingan itu dengan tenang, seakan-akan sangat percaya muridnya pasti mampu mengalahkan ke 9 tetua itu.
Selagi Lu Fan sedang asyik menonton pertandingan tersebut karena dia termasuk penggila ilmu silat.
Setiap melihat ada ilmu silat baru yang kuat dia pasti akan penasaran dan ingin menonton nya dengan serius.
Bahu Lu Fan tiba-tiba disentuh oleh sebuah tangan yang putih halus sambil berkata dengan suara lembut,
"Suami ku...kamu tolonglah ke 9 teman ku itu, agar aku bisa jelaskan kepada mereka kedepannya aku akan ikut dengan mu."
Lu Fan yang mendengarnya langsung meloncat kaget seperti terpatuk oleh ular berbisa.
Dia cepat-cepat memutar badannya melihat kearah Sonia dengan serius dia menggoyangkan kedua tangannya kedepan dengan sedikit panik dia berkata,
"Nona apa yang kamu bicarakan ? kamu tidak boleh bicara sembarangan aku ini Pria yang sudah beristri."
"Aku sangat mencintai dan menghargai istriku, jadi aku tidak mungkin bisa menjadi suami mu."
ucap Lu Fan panik dan mundur-mundur menjauh.
"Kakak Fan kamu dengarlah, bagi kami dari kuil api suci bila seorang gadis cadarnya terbuka dan terlihat oleh seorang pria."
"Maka status nya sebagai putri api suci, akan otomatis di cabut, bila pria yang melihat wajahnya tidak menikahinya."
"Dia akan di hukum dengan hukuman dibakar hidup-hidup dalam tungku api suci."
"Jadi apapun alasan mu, aku hanya bisa mengikuti mu kemanapun kamu pergi.."
"Atau kamu boleh memilih membunuh ku, dengan demikian aku akan terbebas dari dosa tidak bisa menjaga kesucian ku terhadap Dewa Terang."
Lu Fan menelan ludahnya mendengar penjelasan gadis didepannya yang mengerikan, saliwanya bergerak naik turun otomatis saat dia menelan ludahnya sendiri.
Sambil merangkapkan sepasang tangannya didepan dada Lu Fan berkata dengan suara penuh permohonan,
"Nona maafkan aku, harap kamu mau mengerti, pakailah kembali cadar mu, di sini tidak ada orang tidak akan ada yang tahu."
"Aku akan membantu mu mengusir orang-orang itu, dan menolong teman-teman mu, tapi aku benar-benar tidak bisa menjadi suami mu."
Sonia menggelengkan kepalanya dengan tegas, kedua matanya mulai merah dan berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kita bisa membohongi siapapun, tapi kita tidak bisa membohongi Dewa Terang, itu dosa besar.
Jadi aku tidak mungkin melakukan nya suami ku.."
"Ahh..ehh..! kamu tidak boleh memanggil ku seperti itu, itu sangat tidak baik."
"Bisa menimbulkan salah paham dari orang lain nona.."
Lu Fan tidak mau melayani omongan yang sangat tidak masuk akal ini.
Dia segera melompat menerjang ke tengah-tengah pertempuran.
Dalam satu tangkisan dia sudah membuat Pemuda tampan bermantel bulu beruang terpental bergulingan di atas tanah.
Tidak kuat menyambut tenaga dorongan dari Lu Fan.
Pemuda itu tidak terluka, dia segera melompat berdiri mengebas-ngebaskan pakaiannya dari debu tanah dan pasir yang menempel di pakaian nya.
Lalu dia terlihat bersiap-siap menerjang kearah Lu Fan.
Dia menatap Lu Fan dengan penuh kemarahan dan penasaran.
Pemuda itu memiliki tubuh yang tidak kalah kekar di banding Lu Fan, dia hanya sedikit lebih pendek saja dari Lu Fan.
Tapi sebelum dia menerjang kedepan terdengar suara dari belakang nya .
Liong Er kamu mundurlah, kamu bukan tandingannya.
Mendengar suara itu meski hatinya tidak puas pemuda tampan bermantel bulu beruang itu, tidak berani banyak membantah.
Dia langsung membalikkan badannya berjalan menjauhi Lu Fan.
"Anak muda siapa nama mu,? kelihatannya kamu cukup hebat juga ?"
Lu Fan memberi hormat dengan merangkapkan kedua tangannya kedepan dan berkata,
"Nama ku Lu Fan, kemampuan ku tidak hebat."
"Tapi bila untuk mengalahkan mu, masih cukup.."
ucap Lu Fan tersenyum nakal ingin mancing kemarahan pria itu.
Siapa tahu pria itu malah menanggapinya dengan tertawa keras...
"Ha...Ha..ha..ha..ha..ha...!!"
__ADS_1
"Anak muda bernyali besar...aku suka...aku suka...!"
"Ha...ha...ha...ha...!"