LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
RAKANA PANGLIMA PERANG KERAJAAN CHEDI,


__ADS_3

"Tapi dalam perjalanan aku mendengar kakak ku, kini dalam kondisi kritis menghadapi gempuran dari kerajaan Chedi."


"Juga Pasukan yang di pimpin oleh paman ku kacika sedang menuju kesana, untuk menangkap dan memusnahkan kekuatan kakak ku.'.


Utari menutup ceritanya dan menatap kearah Wu Song dengan penuh harap, Wu Song terlihat berpikir tak lama kemudian dia pun berkata,


"Posisi kita saat ini ada di bagian timur saat ini paling cocok adalah segera pergi menemui kakak mu Utara dan menolongnya."


Wu Song kemudian berdiri dan bertanya,


"Kamu tahu di mana posisi perbatasan Kerajaan mu ?"


Dengan santai Utari menunjuk kearah timur dan berkata


" kearah sana.."


Wu Song menatap kearah ke 5 dayang putri Utari dan berkata,


"Situasi mendesak , harap maklum."


"Kalian nanti menyusul saja.."


Wu Song meraih pinggang Utari sekali lagi Kemudian melesat terbang ke angkasa menuju arah timur.


Putri Utari berteriak terkejut merangkul Wu Song erat-erat menatap ngeri kearah bawah, dan berkata,


"Berhati-hati kakak Song, kalau jatuh tubuh kita bisa hancur lebur."


Wu Song hanya menanggapinya dengan tersenyum.


Dan mempercepat terbangnya, dan berbisik di telinga putri Utari,


"Kamu sebaiknya pejamkan matamu, aku akan menambah kecepatan."


Utari dengan patuh memejamkan matanya dengan wajah sedikit merah, karena bisikan Wu Song tadi Kembali mengguncang perasaannya.


Wu Song yang kembali melihat reaksi Putri Utari mengutuk dirinya sendiri yang kembali berbuat konyol bermain api.


Wu Song terus mengingatkan akal sehatnya agar tidak macam-macam yang nanti bisa menimbulkan masalah seperti Se Se dulu.


Wu Song kini terbang di atas awan, agar lebih mudah melihat di mana lokasi Utara kakak Putri Utari berada.


Dan di mana posisi musuhnya Pasukan kerajaan Chedi.


Dan posisi Pasukan kerajaan Wirata yang di pimpin oleh Kacika paman putri Utari.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Wu Song sudah dapat melihat posisi ketiga Pasukan.


Posisi kakak Utari adalah paling lemah dia terkurung di atas bukit dengan Pasukan di perkirakan tidak sampai 5000 orang.


Sedangkan Pasukan kerajaan Chedi adalah yang terbesar, diperkirakan mencapai 500.000 Pasukan yang di pimpin oleh seorang jendral yang berpakaian baju Zirah lapis emas.


Menggunakan sebuah kereta perang berada di barisan paling depan.


Wu Song tersenyum mengejek melihatnya, di dalam hati Wu Song berkata,


"Orang sombong yang terlalu percaya diri ini sebentar lagi akan menjadi mayat dan harus mundur tanpa hasil."


Lalu Wu Song memperhatikan rombongan yang satu lagi, yang terlihat bersembunyi dalam hutan seperti sedang menunggu diam tidak bergerak.


Jumlah pasukan nya sulit ditebak, karena bersembunyi dibalik rimbunnya hutan, pemimpin nya juga tidak terlihat.


Wu Song sudah dapat menebak maksud dari rombongan licik ini, yang ingin mendapatkan hasil tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga, cukup dengan sabar menunggu hasil.


Wu Song sudah memutuskan pertama-tama dia akan menghadapi pasukan kerajaan Chedi dulu.


Wu Song membawa Utari mendarat ditengah-tengah Pasukan kakaknya Utara.


Yang membuat seluruh pasukan kaget dan terkejut ada orang yang bisa tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


Seakan-akan jatuh dari langit, mereka menatap Wu Song dengan ekspresi gentar.


Perasaan tertekan selama ini membuat semangat tempur mereka cepat runtuh.


Dari kerumunan Pasukan tiba-tiba menyibak memberi jalan kepada seorang pria gagah berumur 25 tahun dengan kumis tebal melintang di atas bibirnya.


Dia baru mau berbicara tapi saat melihat gadis dalam pelukan Wu Song yang kini sedang mengucek-ngucek matanya.


seperti baru saja bangun tidur, dia menjadi terkejut tidak tahu mau berkata apa.


Saat mereka berdua saling bertatapan, pria tersebut melangkah maju dan bertanya,


"Utari apa yang kamu lakukan di sini ? siapa pria asing ini ?"


Wu Song sudah melepaskan pelukannya saat mereka mendarat dan Utari pun sudah terbangun dari tidurnya.


Utari langsung berlari memeluk pria itu yang adalah kakaknya Utara dan menangis dalam pelukan kakaknya.


"Utari apa yang terjadi apakah pria itu menculik mu dan melakukan sesuatu pada mu ?" tanya Utara dengan cemas sambil menatap Wu Song dengan tajam.


"Utari jelaskan semuanya waktu mendesak jangan menangis lagi, dan kamu Utara segera setelah Pasukan Chedi nanti mundur, bawalah Pasukan mu menuju hutan sana harus berpura-pura kalah perang dan berlari tunggang langgang ketakutan."

__ADS_1


"Aku pergi dulu, sisanya Utari yang akan menjelaskan semua."


Wu Song setelah menyelesaikan pesannya dia langsung terbang kearah posisi Pasukan Chedi yang mulai bergerak.


Baik Utara maupun seluruh pasukan nya memandang dengan terkejut melihat kemampuan Wu Song yang bisa terbang.


Seperti dalam cerita-cerita dongeng , beberapa prajurit bahkan menjatuhkan diri berlutut menyembah Kearah Wu Song.


Utari yang melihat hal itu kemudian berbicara,


"Kalian semua bangunlah tidak perlu seperti itu, dia memang sakti tapi dia sama seperti kita manusia biasa."


Setelah mendengar kata-kata Utari dengan malu-malu beberapa prajurit yang tadi berlutut kini telah berdiri dengan kepala tertunduk.


Lalu Utari menatap kakaknya dan berkata,


"Kakak ayah dan ibu ditangkap oleh paman kacika yang memberontak, kini paman kacika membawa pasukan menuju kesini untuk memusnahkan mu."


"Apa katamu ?"


ucap Utara terkejut sambil memegang kedua bahu adiknya dengan suara kaget dan tak percaya.


Utari mengangguk membenarkan dan Kembali berkata,


"Aku secara kebetulan dalam pelarian ku bertemu dan di tolong olehnya, dan aku berhasil membujuknya untuk membantu kita."


"Percayalah kak, kakak tinggal ikutin saja sarannya tadi semua pasti berjalan lancar."


"Tapi ingat setelah semua masalah selesai kakak dan ayah harus membantu menemukan istrinya yang hilang di wilayah kita."


"Jangan berani ingkar janji dan membuatnya marah, atau kakak pasti akan menyesal."


Utara hanya terbelalak mendengar semua kata-kata adiknya yang tidak masuk akal, tidak tahu mau berkata apa.


Sementara itu Wu Song sudah berdiri di hadapan pemimpin pasukan Chedi dan berkata,


"Wahai Pasukan Chedi sebaiknya bila sayang nyawa, segera putar arah jangan pernah berani macam-macam di sini.!!"


Pemimpin pasukan yang berpakaian baju Zirah emas dan topi emas tertawa terbahak bahak dan berkata,


"Cuma kamu sendirian mau menyuruh 500.000 Pasukan ku untuk mundur sungguh menggelikan kamu ini mahluk kerdil berkulit kuning.!"


"Hari ini aku akan menggunakan kepala mu sebagai persembahan untuk meningkatkan semangat tempur Pasukan ku."


Pemimpin pasukan ini adalah adik angkat Sisupala Raja Chedi yang bernama Rakana

__ADS_1


Dia terkenal dengan kekuatan dan senjata gada nya serta jagoan gulat no 1 dinegerinya.


Raja Chedi sangat percaya dengan adik angkatnya ini, yang selain sakti gagah berani juga sangat setia kepadanya.


__ADS_2